Campur-Campur, Hari-Hari, Shar-3, Uncategorized

Demam Bubble Tea :)

 

Sejak pertengahan tahun kemaren, aku rasa bubble tea lagi happening banget di Batam. Mungkin bagi kota-kota besar lainnya hal ini sudah biasa sekali atau bahkan terlihat telat sekali ya karena di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya wabah ini sudah terlebih dulu “in”. Kenapa aku sebut wabah?? Karena bubble tea ini seperti virus, sudah menyebar kemana mana bahkan gerainya berdekatan satu sama lain (jadi ingat indomart dan alfamart yang ngehits banget di jawa).

Sebenernya apa sih yang bikin gerai-gerai Bubble Tea penuh sesak dengan antrian orang-orang? Mungkin beberapa orang berpikir, “Cuma buat minum teh aja pakai antri-antri sampai berjam-jam?”. Belum lagi harus “check in” atau “like Facebook atau FanPage” bahkan “broadcast BBM yang menunjukkan bahwa minuman ini WOW banget” hanya demi mendapatkan diskon atau potongan harga tiap beli bubble tea merk tertentu.

Kadang suka aneh sih melihat orang-orang yang sebegitunya setiap lihat adanya karangan bunga yang dipasang di depan mall-mall yang sedang soft opening produk. Hal inilah yang sering aku lihat di Batam ini, ya!! Aku sudah tinggal di kota ini kurang lebih hampir satu tahun (setelah sebelumnya bolak balik surabaya-batam). Nampaknya karangan bunga sangatlah penting di Batam ini. Kenapa aku menyimpulkan begitu? Tidak seperti di kota-kota lain, sebelumnya aku tinggal. Karangan bunga biasanya hanya dipesan oleh orang-orang yang akan menikah atau apabila ada keluarga, saudara atau teman yang meninggal. Di Batam inilah aku merasa karangan bunga sangatlah memiliki peranan yang penting dalam event pembukaan store. Betapa tidak, setiap aku melewati mall, toko, restoran atau gerai-gerai yang sedang akan menjual suatu produk baru pastilah karangan bunga dan ucapan selamat mejeng dimana-mana. Apalagi di Batam ini aku tinggal di seberang BCS Mall ya lumayan seringlah melihat karangan bunga dipasang di seberang rumah. Dan bisa dipastikan saat itu pula store yang punya hajat pasti akan dipenuhi oleh orang-orang. Masyarakat Batam sangatlah konsumtif dan suka mencoba-coba produk. Mereka tidak pernah merasa takut kecewa apabila produk baru ini tidak sesuai dengan harapan. Yang penting mereka datang, ingin tahu dan mencoba produk tersebut. Apabila cocok dia akan berpaling kepada produk baru ini, apabila tidak ya sudah produk ini tidak akan bertahan lama lagi 😀

Nah kembali ke bahasan Bubble Tea, aku mengenal minuman ini saat masih tinggal di Surabaya. Banyak sekali gerai-gerai minuman Bubble di mall-mall, bahkan hampir setiap mall memiliki gerai minuman Bubble franchise dari Taiwan. Pernah aku bertanya kepada temanku yang sedang melanjutkan studi teknik mesinnya di Taipei, apakah dia juga sering membeli bubble tea di sana dan mengabarkan kalau minuman ini lagi ngetrend banget di Indonesia. Banyak sekali bubble tea brand yang bertebaran di sini seperti Blackball, Cha Time, Come Buy, Cha Cha, Ding Tea, Gong Cha, 50 LAN, Shiny Tea, Georg Peck, Share Tea, Coco, KOI, Presto Tea, Shanca dan lain-lain.

Temanku menceritakan sebenarnya seperti apa sih Bubble Tea di negaranya sana. Chun Shui Tang teahouse di Taichung (tengah Taiwan) adalah teahouse yang dikenal sebagai tempat lahirnya bubble milk tea. Sekita tahun 1980an, tradisi minum teh di Taiwan masih menjunjung prinsip panas, teh disajikan langsung dengan poci dan diminum segera dalam keadaan panas atau hangat. Bubble milk tea dibuat dengan mencampur black tea, susu, gula, dan fen yuan (bola-bola dari taipoka). Manajer teahouse tersebut, Lin Hsiu Hui, iseng-iseng memasukkan fen yuan pada es tehnya, dan kemudian mendunialah bubble milk tea seperti yang kita kenal sekarang. Kini bubble milk tea tersedia dalam banyak varian, dari mulai rasa hingga ukuran fen yuan yang disajikan.

Memang benar bahwa bubble milk tea, atau populer dengan sebutan “zhenzu naicha” (pearl milk tea) adalah minuman khas Taiwan yang sudah lama menjadi bagian dari tea culture di Taiwan. Banyak kios-kios di pinggir jalan dan pasar malam di seluruh penjuru Taiwan yang menjual pearl milk tea, dari yang chain-store seperti A Shui, Coco, Come Buy, atau yang memang hanya milik personal. Pearl milk teaukuran bola-bola tapiokanya sekitar 5 mm (diameter), sedangkan bubble milk tea (boba naicha) ukuran bola-bola tapiokanya lebih besar. Kalau di Taiwan, ya bilang saja beli zhenzhu naicha. Selain pearl milk tea, teh dingin dengan berbagai varian juga banyak dijual di Taiwan. Kalau mau yang tidak ada isinya, belilah bubble tea (paomo hongcha), yang intinya hanya teh dikocok sehingga ada busanya. Lalu teh dengan rasa buah, sebutlah apapun buahnya, dari jeruk, jambu, sampai dragon fruit. Dari yang dasarnya black tea(hongcha) atau green tea (lucha). Lalu ada yakult+teh/buah (misalnya lemon yakult, green tea yakult).

 

Karena sudah menjadi bagian dari minuman sehari-hari, ramainya kios-kios itu tentu tidak seheboh di Indonesia. Tapi ada kios tertentu yang memang antrinya tidak biasa. Soal harga, standarnya untuk 1 cup zhenzhu naicha adalah TWD 25 (sekitar IDR 7.500). Harga ini tentu bisa bervariasi untuk tiap kios. Kalau mau yang murah, di 7-11 juga dijual kotakan dengan harga TWD 10 – 16 (IDR 3.000 – 4.800).

 

Hal ini sangat bertolak belakang dengan harganya setelah sampai di Indonesia. Harga 1 cup bubble tea classic ukuran M sekitar 21 ribuan, sedangkan untuk ukuran Lnya bisa sampai 26 ribuan. Dua sampai tiga kali lipatnya lah dibandingkan jika membeli langsung di Korea. Menurut informasi sih kemungkinan karena mahal franchise dan pengiriman bahan-bahan dari sana.

 

Minggu ini, bubble tea bermerk “SHARE TEA” baru saja buka gerai di BCS Mall lantai 3 bersebelahan dengan gerai bubble tea 5 ° brand local milik grup SUN yang sebelumnya memiliki banyak gerai yang menjual baju, sepatu, tas bahkan bakery n cake. Seperti biasa banyak sekali orang-orang yang datang ke gerai SHARE TEA untuk mengantri dan mencicipi rasa bubble tea yang satu ini termasuk saya dan suami yang secara tidak sengaja ke mall BCS dan mengetahui kalau ada SHARE TEA lagi soft opening. Sebenarnya kami tidak terlalu asing dengan brand ini, sebab kakak ipar suamiku di Jakarta bekerja sebagai manager of area dari Chicken Story yang notabene juga memegang franchise dari SHARE TEA satu management dengan Kino.

Kami memilih untuk membeli 1 cup Classic Bubble Milk Tea (Green Tea) ukuran L saja karena masih ingin tester rasa dulu. Dari segi harga hampir sama dengan brand yang lainnya sih, memang lebih murah SHARE TEA 2ribu perak, hehe…

 

Gambar

Dari segi rasa, awalnya suami merasa kalau SHARE TEA secara All in enak. Namun setelah kita rasakan ada kelebihan dan kelemahannya lah dibandingkan dengan merk lain. Sampai dengan saat ini, kami merasa Ding Tea adalah brand bubble tea yang paling enak diantara brand-brand bubble tea lain yang pernah kita coba. Dari segi rasa bubblenya SHARE TEA lebih enak dibandingkan dengan DING TEA karena bubblenya lebih kenyal nggak terlalu empuk dan manis seperti DING TEA (pendapat suamiku). Untuk komposisi susu dan tehnya aku kurang suka, tetapi suamiku lagi-lagi lebih prefer SHARE TEA karena dia memang pecinta susu full cream. Menurutku komposisi teh dan susunya nggak pas, dengan komposisi susu lebih banyak cenderung membuatku eneg dan berasa kenyang seperti minum susu segelas jumbo.

Melihat kemasannya, DING TEA tetaplah juaranya. Cup dan label tutupnya yang tebal dengan sedotan sewarna lebih nyaman dipegang karena kita tidak takut tumpah atau jebol apabila jatuh. Sedangkan SHARE TEA cup dan labelnya kurang tebal sehingga takut jebol apabila tidak sengaja terjatuh. Untuk ukuran es dan gulanya sama seperti bubble tea umumnya kita bisa atur, kemaren kita order esnya slight dengan gula less. Secara keseluruhan aku sih lebih suka DING TEA, hehe…

Mungkin next beberapa minggu lagi akan ada brand bubble tea lain yang masuk ke Batam. Semoga brand local pun lebih berkembang dan disukai di Indonesia. Pengennya juga sih ada bubble tea brand local yang lebih terjangkau harganya akan masuk lagi di Batam (jadi kita bisa icip-icip lagi buat compare). Ditunggu aja deh karangan bunga yang dipajang di seberang rumah *eh 

Iklan

4 tanggapan untuk “Demam Bubble Tea :)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s