Anak Juga Memiliki Perasaan (dari anak, untuk anak dan oleh anak)

semacam dengan apa yang saya rasakan

maylaiva

Adilkah jika hanya anak yang selalu diminta untuk introspeksi akan kekurangannya? Padahal orang tua juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Orang tua yang selalu memandang dari sisi “anaklah yang selalu salah” merupakan salah satu bentuk dari “kejahatan virtual” yang maksudnya bukan sepenuhnya hal tersebut suatu kejahatan asli atau perbuatan yang melanggar hukum/norma, namun hal-hal yang dilakukan sesungguhnya menimbulkan rasa sakit hati terhadap anak.
Dalam kasus ini tidak memandang usia anak. Baik anak kecil/balita, remaja dan dewasa termasuk di dalamnya. Anak yang telah dewasa pun tetap menjadi seorang anak dari ibunya, jadi perlakuan pun tetap sama, ia juga tak ingin jika dirinya selalu dianggap bersalah. Sebagai penulis artikel ini, saya pun juga seorang anak dari ibu saya.
Jika terjadi masalah, orang tua seringkali membuat pernyataan jika anak yang bersalah, dan kebanyakan orang tua bahkan ‘menutup mata’ mereka dengan mengabaikan sisi positif dari sang anak, hanya dikarenakan anak dianggap melakukan kesalahan…

Lihat pos aslinya 872 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s