Uncategorized

​Hati-Hati Penipuan Dengan Modus Mandiri E-Cash

Dengan makin banyaknya situs belanja online seperti OLX, kaskus, tokopedia, bukalapak, blibli, lazada, mataharimall,  shoppe dan penyedia jasa jual beli online lainnya memudahkan orang-orang untuk menjual produk/dagangannya dari sisi penjual dan memudahkan juga untuk melihat apa aja produk/dagangan yg ditawarkan dari pelapak dari sisi calon pembeli.

Semakin hari teknologi semakin canggih. Tidak hanya jual beli onlinenya aja yang perkembangannya begitu pesat. Penipuan pun juga semakin marak sekarang ini dan kejadian serupa pun menimpa saya kemarin siang, saya hampir tertipu. Kronologinya begini:

Hari minggu sore saya upload iklan di olx untuk menjual preloved babywrap. Tidak begitu lama ada seseorang mengirimkan pesan di whatsapp dan menyatakan ingin membeli babywrap tersebut. Saya memang membagikan nomor whatsapp saya di akun olx saya agar jika ada yang berminat bisa menghubungi saya melalui whatsapp only. 

Sebuah pesan masuk atas nama Indah Fratiwi. Dilihat dari foto profilnya, ia adalah ibu muda berumur sekitar 27-30an tahun dan mengenakan kerudung berwarna hijau (entah asli atau asal mencomot foto orang saya pun tidak tahu). Saya membalas pesan singkatnya dan berikut kira-kira obrolan kami. 
F : Dia mengirim screenshot iklan sambil bertanya “bisa kirim jne?”
S : “Maksudnya kirim via jne?”
F : “Iya benar mba, kita di jambi? Bisa dicheck dulu ongkos kirimnya.”
Kemudian dia mengirim alamat lengkapnya. 
S : “Bisa mba, tapi mahal loh kirim pake jne. ”
F: ” Nggak apa-apa mba, saya sudah biasa kirim pakai JNE mba.  Pakai yang REG aja. ”
Tidak membutuhkan waktu yang lama, dia sudah deal tanpa tawar menawar, kemudian saya memberikan invoice beserta info paymentnya. 
S: “Nanti kalau sudah ditransfer mohon diinfo yah.” 
F : “Baik mba, besok saya kabarin ya mba. ”
Saat itu saya tidak menaruh curiga karena saya sering bertransaksi dengan olx dan tetapi selama ini kebanyakan memang bertransaksi dengan orang batam jadi bisa langsung COD. Yang agak mencurigakan kemarin tidak sampai lima menit sudah ada yang merespon iklan saya padahal biasanya saya butuh beberapa hari sampai ada yang deal dan benar-benar mau beli. 

Keesokan harinya orang itu whatsapp kembali dan menyatakan akan mentransfer saya pukul 9.30. Namun saya sengaja tidak membaca whatsapp darinya. Pukul 10 pun sudah lewat tetapi uangnya belum masuk rekening saya karena saya memakai fasilitas sms banking dan internet banking jadi kalaupun pembeli memang sudah mentransfer pasti ada notifikasinya. Siang itu saya masih santai, barangpun belum saya siapkan untuk dibungkus karena belum fix. Sekitar pukul 13.00 ada whatsapp masuk dan mengabarkan kalau uangnya sudah ditransfer via e-cash dan pembeli berkata saya harus ke atm untuk mencairkan dananya dan dipandu olehnya (disitu saya merasa konyol, aneh dan mulai tidak wajar). Dia pun meminta saya untuk segera mengirimkan barangnya sekarang. Saya pun menjawab dan meyakinkannya kalau barangnya pasti saya kirim hari ini karena JNE di batam buka sampai malam hari. 

Bukan sekali duakali saya bertransaksi online dan instruksinya ini memang menimbulkan kecurigaan. Saya pun kembali membaca whatsapp darinya yang meyertakan bukti pembayaran via e-cash, lama saya mengamati makin aneh bukti transfernya, karena sesungguhnya nama yang tercantum di bukti transfernya tidak muncul lengkap sesuai dengan nama yang tercantum di rekening saya. Karena memang kemarin saya memberikan info nomor rekening saya tidak dengan nama lengkap saya, tetapi apabila ditransfer nama lengkap saya pasti muncul di bukti transfernya secara otomatis (jebakan batman pertama). Saya kemudian membalas whatsapp dari orang tersebut. 

S : “Saya nggak bisa ke atm sekarang mba, kalau pulang kantor saja boleh?” (saya masih slow saja menanggapi si penipu) 

F : “Jam berapa mba? Kalau bisa barangnya dikirim sekarang.” (masih saja mendesak) 

Kecurigaan pun makin menjadi dan saya buru-buru membaca lebih detil informasi mengenai apa itu e-cash dan otp yang dimaksud di website bank mandiri. 

Setelah saya googling ternyata memang sudah ada korban penipuan dengan modus seperti ini. Kalau teman-teman mendapat bukti transfer ecash seperti yang saya punya dengan editan yang mulus tapi masih bisa diamati detilnya bisa dipastikan bukti transfernya itu palsu. Ditambah lagi dengan info mengenai langkah pencairan dana melalui ecash mandiri yang mengharuskan adanya saldo minimal 500ribu yang dikirimkan oleh penipu. 


Sorenya si penipu masih menghubungi saya dan mengatakan kalau menunggu saya siap di atm untuk proses pencairan dana. Karena suami saya ingin crosscheck akhirnya dia yang menerima teleponnya dan terdengar suara perempuan menyapa akan tetapi suami saya langsung to the point bertanya apakah sudah puas mau menipu kami. Tanpa babibu telepon diserahkan ke orang lain, suara laki-laki terdengar memaki suami saya dengan kata tak patut semua binatang di kebun binatang disebutkan. Sambil marah-marah dan mengumpat berkata kalau dia merasa dirugikan karena dia sudah rugi transfer ke rekening saya. Memang sengaja nampaknya orang itu mulai membuat situasi panas dan seolah olah kami yang bersalah bahkan akan melaporkan ke polisi. Semakin geli rasanya saya mendengar obrolan penipu itu dengan suami saya. Akhirnya suami saya mengakhiri percakapan dan mempersilahkan penipu itu melaporkan kami me polisi. Tak lama teleponpun diputus dan nomor whatsapp saya diblok. Sudah jelas terbukti namanya penipu tetaplah penipu.  Buat teman-teman yang jualan online, hati-hati dan tetap waspada ya. Penipu itu dimana-mana. Macam-macam saja sekarang cara penipu mengelabui kita. 
Hikmahnya, gara-gara kejadian ini saya jadi tahu kalau ada penipu yang memanfaatkan uang elektronik/E-Cash. Kebetulan saja banknya Mandiri. Saya  jadi browsing cara-cara penipu mengibuli korbannya dengan e-cash ini. Macam-macam caranya. Googling saja coba. Ada yang kena ratusan ribu sampai jutaan. Banyaknya sih modus menang undian gitu dan ternyata masih banyak yang percaya. Mudah-mudahan pihak kepolisian bisa segera mengungkap penipu-penipu semacam mereka agar tidak menimbulkan keresahan. 
Pernah ngalamin kejadian serupa atau mirip-mirip gak? Terus gimana, si penipu ini diapain sama kalian?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s