Jurnal Mingguan #3 : Fokus Pada Satu Pekerjaan

Kembali ke laporan puasa mingguan saya. Pekan ini saya memutuskan untuk puasa menyambi nyambi pekerjaan. Fyi, dari dulu saya sebenarnya agak perfeksionis jadi kalau kerja suka melakukan banyak pekerjaan sekaligus supaya hemat waktu. Namun, terkadang ada hal-hal di luar kendali kita yang dapat mempengaruhi kondisi jiwa jika pekerjaan tidak selesai sesuai ekspektasi. Oleh karena itulah saya minggu ini puasa menyambi-nyambi pekerjaan.
Pekan ini adalah pekan yang berat bagi saya agar bisa berlatih fokus. Betapa tidak, bulan ramadhan sudah tinggal menghitung hari, amanah membantu di tim jsr peduli tanjungpinang pun sudah di penghujung waktu. Ya Allah, semoga apa-apa yang saya ikhtiarkan beberapa hari ini Engkau ridho.
Setelah saya pelajari ritem harian saat ini, saya merasa perlu merubah strategi baru dengan ritme pekerjaan baru di bulan ramadhan. Persiapannya ya saat ini, latihannya dimulai pekan ini. Stratego yang saya terapkan minggu ini sebagai berikut (sarana briefing dan training untuk dijalankan nanti saat ramadhan utamanya)
Pertama, mengenai persiapan memasak supaya tidak kalang kabut namun nutrisi bahan baku masih oke maka saya menerapkan persiapan di malam hari. Untuk beberapa hal yang membutuhkan waktu agak panjang seperti membuat bone broth, kaldu sayur, marinasi ikan dan bumbu-bumbu saya lakukan di malam hari setelah urusan cuci piring selesai. Keessokan harinya hidup dijamin lebih berkualitas karena tidak ada cerita huru hara di dapur dan menyambi banyak pekerjaan.
Kedua, fokus pada satu pekerjaan dengan kandang waktu kemudian pindah ke pekerjaan lain. Misalnya urusan bersih-bersih rumah dan waktu belajar anak-anak. Saya meluangkan waktu 1 jam per anak setiap paginya agar maksimal membersamai mereka. Jadi, ketika anak satu fokus belajar dengan saya sesuai lesson plannya makan dua anak yang lain bebas bermain. Alhamdulillah bisa berjalan meski terkadang ada masalah kecil.
Tiga, taat dengan to do list harian yang sudah dibuat. Catat ide atau apa yang berputar-putar di dalam otak. Hal ini efektif membuat saya lebih produktif. Catatan random ini saya tempel di depan pintu kulkas dan sukses menjadi reminder di akhir pekan.
Alhamdulillah puasa pekan ini penuh hikmah, alhamdulillahilladzi tatimmush sholihat

Keterangan badge puasa di atas :

Excellent : Fokus pada satu kegiatan, tidak menyambi dengan pekerjaan lain dan meminta tolong orang rumah yang berkaitan dengan kegiatan yang saya lakukan

Verry Good : fokus pada satu kegiatan namun masih menyambi dengan kegiatan kecil yang mendukung pekerjaan utama

Satisfactory : mengerjakan 2 pekerjaan dengan gugup karena sikon di luar kendali

Need improvement : mengerjakan beberapa pekerjaan dan berakhir dengan rasa lelah

Jurnal Mingguan #2 : Tidak Menunda Pekerjaan alias Procrastination

Apakah anda suka menunda-nunda pekerjaan? Atau kebanyakan terdistraksi oleh gangguan dari luar yang mempengaruhi kinerja harian?
Jika iya, ini adalah sebuah TANTANGAN! Menunda-nunda pekerjaan alias procrastination nyatanya menjadi persoalan banyak orang, termasuk saya. Saat memiliki tugas yang harusnya segera diselesaikan, namun sering kali kita justru memilih mengerjakan hal lain yang seharusnya dikesampingkan. Hm, sejak kecil saya terbiasa dengan jadwal, rutinitas dan catatan. Tiga hal itu laksana mantra dalam keseharian saya. Kaku, iya! Tapi inilah seninya.
Kebiasaan berdisiplin dengan jadwal dan to do list yang saya buat membuat hidup saya berjalan lebih mudah.

Tantangan pun saya jumpai ketika menjadi seorang ibu, manajer keluarga yang pekerjaannya non stop dari bangun tidur hingga tidur lagi. Sigh

“Gimana kalau menonton drama korea dulu untuk menaikkan mood?”

“Rasanya perlu mengetik beberapa caption supaya jari lebih lincah saat nanti mengerjakan tugas.”

“Oh iya, hari ini belum buka Facebook. Ada info terbaru apa ya hari ini?”

“Ah bersih-bersih kamar dulu deh, biar nyaman.”

“Ah capek juga, berbaring di tempat tidur sambil menemani anak barang sejenak mungkin bisa lebih baik.”

“Duh, malah ketiduran!”

Dan…sampai akhirnya tenggat semakin dekat, pekerjaan belum disentuh sedikit pun.

Begitulah realita yang jauh dari ekspektasi
Dampaknya jelas, dulu jaman masih kuliah saya pernah mengalami ini. Iya, saya mungkin bukan termasuk orang yang bisa bekerja dalam tekanan atau dikekar deadline. Asli, otak saya justru buntu kalau kepepet. Gara-gara satu peristiwa yang memaksa saya untuk menunda pekerjaan dan menyelesaikannya di detik-detik efeknya luar biasa. Mulai dari nilai yang tidak sesuai harapan, pikiran yang lelah dan menguras emosi. Saat saya kembali sadar bahwa ada tugas yang belum rampung, giliran perasaan bersalah, panik, stres, khawatir, depresi, dan meragukan diri sendiri-lah yang mengambil alih. Hm, pekan ini adalah pekan yang lumayan berat bagi saya. Di pekan ini saya mendapat amanah menjadi bagian dari tim JSR peduli yang menghandle makanan dan minuman sehat untuk tim covid19 di RS dan PKM Tanjungpinang. Berat? Nggak juga sih, karena niat setulus hati ingin membantu. Tapi masalahnya manajemen waktu dan emosi ini mesti dikontrol. Jangan menunda pekerjaan itu PR saya. Sedikit demi sedikit, lelah semoga menjadi lillah. InsyaAllah

Kunci sukses menjalani hari-hari yang berat ini ya saya harus menyiapkan diri. Menyiapkan diri hari ini memang cara yang tepat untuk menyayangi diri kita di masa depan.

Meski begitu, menghentikan perilaku menunda pekerjaan tak bisa dengan sekadar dirapal, ditempel atau disounding ke dalam pikiran, ‘Berhentilah melakukan aktivitas lain, cepat selesaikan tugas!’

Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi diri kenapa ‘terpaksa’ menunda pekerjaan. Seperti yang saya hadapi beberapa hari kemarin. Situasi yang tidak memungkinkan. Entah itu lelah dari kondisi fisik atau karena faktor lain seperti air yang minim sehingga memaksa saya menunda pekerjaan mencuci piring, anak yang rewel atau minta diperhatikan, suami yang mendadak harus ke kantor karena suatu hal. Kalau ini sudah terjadi, abaikan dulu urusan prioritas, turunkan standart dan lakukan yang terbaik untuk saat ini. Jangan menghakimi diri karena sikap perfeksionis atau penilaian ideal. Bersabar dan jalani apa yang harus dilakukan saat ini. Bismillah semoga latihan puasa ini dapat melatih diri menjadi laku pribadi yang lebih baik. Aamiin ya rabbal alamin.

Jurnal Mingguan 1 : Produktif dengan Waktu Online Tepat Guna

Alhamdulillah sampai juga perjalanan saya di kelas #bundacekatan ini di tahapan kepompong. MasyaAllah tabarakallah Allah memberikan kemudahan dan kesempatan belajar untuk memperbaiki diri demi pribadi yang lebih baik. Pada jurnal mingguan yang #pertama ini saya memutuskan untuk puasa dari hal-hal yang bisa mengurangi performa saya di medan perang yaitu kegiatan remeh temeh bernama surfing yang biasanya saya lakukan selama ‘break time’. Apalagi saat ini informasi seputar pandemi corona sangat dahsyat gelombangnya, baik yang resmi apalagi berita hoax.

Ceileeh medang perang 來 Iya iya, jadi untuk menghadapi hari yang berkualitas saya memutuskan untuk disiplin terhadap jadwal harian yang sudah saya buat selama sepekan.

Intinya, manajemen waktu yang baik akan menentukan produktifitas diri saya sehari-hari.
Soal manajemen waktu, saya pikir prinsipnya sederhana saja. Segala kegiatan yang kita anggap prioritas tertinggi, ya harus disempatkan untuk dikerjakan. Misalnya nih, memasak. Memasak bagi saya dan keluarga adalah hal yang hukumnya wajib dilakukan setiap hari. Mengingat kondisi saat ini yang sedang darurat sebab wabah yang sudah mulai mengglobal. Selain itu, anak-anak memang lebih senang makan di rumah apalagi diajak masak bersama. Yang kedua adalah kegiatan menulis. Namanya prioritas maka setiap hari saya harus menyempat-nyempatkan diri untuk menulis, karena buat saya menulis itu penting. Terkadang saya mengorbankan sebagian waktu tidur, sebagian waktu beres-beres rumah, bahkan mencuri waktu di sela-sela mendampingi anak, supaya bisa menulis.

Saya merasa hari saya lebih efektif jika bekerja dalam blok-blok waktu. Subuh adalah kandang waktu refleksi pribadi saya. Pagi sampai jam makan siang untuk rutinitas harian keluarga dan mendampingi “kelas” ketiga anak saya. Dari jam tidur siang hingga sore, saya mencicil segala tanggung jawab saya baik online maupun offline sesuai weekly planner yang sudah saya buat setiap akhir pekan untuk pekan selanjutnua. Usai maghrib, saya biasanya berbagi tugas mengurusi anak-anak agar bisa fokus menyelesaikan tugas bebersih dapur.

Kita semua hanya punya waktu 24 jam dalam sehari. Kalau kita menghabiskannya untuk satu kegiatan, berarti kita mengurangi jatah waktu kegiatan lain. Jadi, kembali lagi pada pertanyaan mendasar ini: “Apa yang paling penting untuk kita kerjakan dan bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikannya?”.

Satu faktor penting agar hari-hari mulus dan menyenangkan bagi saya yang #workfromhome dengan tiga anak tanpa ART adalah sistem pendukung. Saya sangat terbantu karena suami sepenuhnya kompak soal visi hidup dan soal berbagi tugas mendampingi anak. Kalau agenda saya sedang agak padat deadline, suami biasanya menggantikan saya sebagai fasilitator kelas buat anak-anak.

Apalagi kami tinggal di perantauan, jauh dari keluarga besar membuat saya bisa tenang dan yakin ketika anak-anak bersama papanya. Mereka punya teman dan ada di lingkungan yang aman. Tanpa suami, waktu saya pasti nyaris kurang dan rasa lelah yang teramat sangat.

Sumber daya ibu yang satu dengan ibu lainnya tidak sama. Kalau saya pribadi mesti berdamai dengan keadaan, sembari terus menjernihkan visi yang ingin saya wujudkan. Apa panggilan tertinggi hidup ini? Sambil terus berjalan saya belajar menata jadwal kegiatan yang paling realistis sesuai kondisi keluarga saya.

Perasaan burnout ketika pekerjaan menumpuk dan rasa-rasanya semua urgent, kata suami saya anggaplah itu sebagai alarm yang mengingatkan saya untuk duduk dan merenung sejenak. Berkontemplasi dengan diri. Apa yang saya lakukan ini semua tujuannya untuk apa sih? Mari secara berkala melakukan introspeksi.

Hidup bukan hanya soal efisiensi, tapi juga efektivitas; bukan hanya menyelesaikan sebanyak mungkin to do list, tapi memastikan to do list itu bermakna; bukan hanya jungkir balik menjadi homeeducator sekaligus bekerja sekaligus ini dan itu, tetapi lebih dulu memeriksa mengapa mau menjadi homeeducator, mengapa harus berkarir, mengapa harus ini dan itu.

Sekarang tentang menghandle anak selama berkegiatan dan tidak terlihat terganggu. Menurut saya, kita harus mengakui dulu satu fakta paling mendasar: anak memang tidak berniat menjadi pengganggu. Dia hanya masih kecil, itu saja. Jadi kitalah yang aneh kalau menuntut dia berperilaku seperti orang dewasa.

Saya percaya bahwa saya tidak akan stres jika siap menghadapi kemungkinan terburuk. Dalam hal apapun, termasuk ketika menghadapi mereka sehari-hari. Saat mengajak anak ikut berkegiatan, maka saya wajib mengantisipasi kemungkinan perilakunya. Saya yang mengajak mereka, maka saya bertanggung jawab untuk memastikan mereka bisa merasa nyaman sepanjang kegiatan berlangsung.

Setiap fase selalu berbeda FORMULAnya. Ketika anak saya masih bayi, saya merasa sanggup membawa mereka banyak berkegiatan bahkan keluar rumah. Karena mereka masih tidur belasan jam sehari. Modalnya cuma kain gendongan dan baju menyusui.

Setelah mereka menjadi batita, saya harus antisipasi membawa mainan atau bekal makanan lebih serta #sadardiri untuk mengambil peran yang tidak terlalu sentral dalam kegiatan di luar. Tahu sendiri saya tidak punya pengasuh, sebelum berangkat bersama tiga anak maka saya harus mempersiapkan mental. Bersabar untuk ngider mengikuti polah mereka. Namanya juga balita, kalau diam terus malah nggak wajar, kan?

Melihat frekuensi kegiatan saya bersama dengan anak-anak maka memotong waktu untuk surfing ternyata sangat mempengaruhi performa saya mendampingi anak-anak. Hadir, utuh dan membersamai segala aktivitas mereka. Selain berpuasa surfing, dalam sepekan terakhir saya bertekad untuk lebih disiplin menjalankan blok waktu sesuai dengan jadwal harian saya. Setelah saya terapkan selama sepekan dan rest sehari semua aktivitas bisa berjalan dengan baik sesuai dengan kandang waktunya. Saya tidak menyangka masih sempat berolahraga, memasak makanan fresh dan membuat kudapan tanpa merasa kepayahan. Emosi lebih terkendali dan saya bisa menikmati waktu selama menemani mereka belajar dan bebikinan. Alhamdulillah, ternyata hanya butuh KEMAUAN maka KONSISTENSI akan KEBAHAGIAAN adalah bonusnya. Petakan dulu medan perangnya, baru kita tentukan strateginya ❤️

J8 : Buddy System di Akhir Perjalanan Ulat

Berkesempatan masuk dan bergabung di kelas Bunda Cekatan benar-benar memberikan banyak pengalaman baru bagi saya. Bertemu dengan banyak teman baru yang memiliki banyak ilmu dan jam terbang di bidangnya membuat saya semakin kagum. Di awal pertemuan saya berpikir kelas ini akan terlihat serius sebab mengusung nama ‘cekatan’, apalagi bagi saya yang masih belajar menjadi ibu yang baik. Keder sih, tapi setelah dijalani ternyata bu Septi memberikan panggung untuk semua mahasiswi yang mau dan punya tekad untuk keluar dari zona nyaman namun tetap bahagia menjalani passionnya. Iya! Syarat menjadi mahasiswi kelas bunda cekatan itu adalah memahami diri sehingga bisa menjadi ibu yang lebih bahagia lagi. Benar adanya jika Allah akan memberi lebih banyak lagi ketika kita bersyukur.

Banyak sekali hikmah yang saya dapat hingga pekan ini, termasuk rejeki bertemu sahabat ‘dunia maya’ yang sudah hampir setahun lebih tidak berjumpa dan berdiskusi penuh faedah. Jika dua pekan lalu saya berjumpa seorang kawan baru yang berjodoh hingga menghasilkan proyek antologi buku, pekan ini saya mendapat kesempatan untuk menjadi teman diskusi dengan seseorang yang sudah saya anggap kakak sendiri. Dipertemukan di kelas Shookyu atau saat ini disebut gemar rapi, Mbak Yuliana namanya. Beliau merupakan member IP Kalimantan Selatan yang sangat menginspirasi bagi saya. Ketika berada satu kelas bersamanya saya sering mendapatkan banyak suntikan semangat dan wawasan dalam mendidik anak. Eh, ternyata kami berjodoh untuk menjadi teman diskusi di pekan ini, alhamdulillahilladzi tatimmush sholihat

Mbak Yuliana selama berada di kelas bunda cekatan sangat fokus untuk meningkatkan keterampilannya di bidang desain. MasyaAllah, kegiatan desain ini sungguh menyenangkan jika kita punya bakat disana. Waktu tidak akan terasa jika kita menjalani apa yang kita suka. Berikut ini aliran rasa Mba Yuliana selama perjalanan belajar desain di kelas bunda cekatan

Berikut ini sedikit bekal yang bisa saya berikan sebagai tambahan amunisi selama menjalani challenge 30 hari ke depan. Bismillah, semoga Allah memudahkan perjalanan belajar kita hingga kita siap menjadi kupu-kupu cantik ❤️

#J7 : Kombinasi Makanan Serasi menurut Pola Food Combining

Jurnal saya kali ini merupakan kelanjutan pembahasan seputar kombinasi makanan. Pekan ini, saya ingin mengurai satu per satu pembahasan mengenai kombinasi menu dan contoh menu ideal dalam food combining. Sebagai pengingat diri dan memotivasi semua yang membaca tulisan saya ini.

Kombinasi Makanan


Sebelum membahas tentang bagaimana mengombinasi makanan, sebaiknya kita harus menyamakan pemahaman terlebih dahulu. Banyak orang berpikir bahwa hanya makanan mahal yang pasti baik dan sehat. Referensi kebanyakan dari kita adalah harga daging atau makanan impor memang jelas mahal. Iya, mahal memang tetapi belum tentu ada manfaatnya bagi tubuh kita. Yuk, kita mulai mereset mindset terlebih dahulu bahwa makanan yang baik adalah semua makanan segar yang dapat dicerna dan memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita sehari-hari.

Karbohidrat, protein dan lemak adalah zat-zat gizi yang paling berperan mengendalikan setiap proses pencernaan. Zat-zat gizi tersebut disebut zat gizi makro karena diperlukan dalam jumlah besar. Sedangkan vitamin dan mineral disebut zat mikro karena dibutuhkan dalam jumlah kecil.

Hampir semua makanan mengandung unsur karbohidrat, protein dan lemak. Namun, proporsi setiap unsur tidak sama pada setiap makanan. Pada setiap jenis makanan, umumnya hanya terdapat satu unsir gizi makro saja yang sangat dominan. Kondisi ini selaras dengan pencernaan manusia yang tidak memiliki kemampuan mencerna lebih dari satu zat gizi dominan berbeda pada saat bersamaan. Campuran aneka makanan yang unsur-unsur dominannya berbeda akan mengubah komposisi unsur makanan secara total.

Kombinasi Makanan Serasi

1. PROTEIN LEMAK

View this post on Instagram

Breakfast Burritos with Tofu Scramble, Kale, Mushrooms and Tempeh Bacon by @plantbased.traveler 🌯  A recipe perfect for meal-prep! My favorite tofu scramble recipe: 1 package firm tofu 1 medium onion 1/2 tbsp garlic powder 1 tsp turmeric 1 tsp paprika 1/2 to 1 tsp kala namak salt Splash of coconut aminos Freshly ground black pepper Plus: Some avocado or other cooking oil of choice 1-2 cups of mushrooms and kale each Wraps of choice Ketchup/hot sauce/salsa Tempeh bacon _______________________________________________________ Finely dice onion and fry it with a little bit of avocado oil until fragrant and lightly browned. Clean, wash and cut up mushrooms and kale. Add mushrooms to the pan and cook for about 5 minutes. When mushrooms are starting to brown, add kale and sauté for a few minutes until tender. Mash tofu into crumbles with a fork, add to the pan together with all of the spices and continued cooking until everything is evenly heated through. (If you want you can add a little bit of vegan cheese at this point to make it even more scrumptious 😋!) Fill wraps with the tofu scramble, veggies, tempeh bacon and if you’re like me a little bit of ketchup and hot sauce and enjoy 🌱 ​. ​Hungry for new plant-based recipes to try at home? Hit the link in our bio to sign up to our weekly newsletter, and we'll send 7 of our top recipes to your inbox each Monday! ​ ​#healthy #veganfood #whatveganseat #plantbasedfood #veganrecipes #veganrecipe #veganbowls #plantbased #vegansofig #veganfoodshare

A post shared by Vegan Bowls™ | Vegan Recipes (@veganbowls) on


Kombinasi ini merupakan kombinasi alami yang ada pada makanan yang unsur dominannya protein. Lemak fungsinya menghambat laju pencernaan agar protein mempunyai lebih banyak waktu untuk dicerna di dalam lambung.
Contohnya :
– ayam, ikan, daging panggang, bakar, rebus atau kukus tanpa tambahan minyak atau lemak.
– kacang-kacangan yang dikukus, direbus atau disangrai.

2. PATI LEMAK

View this post on Instagram

​Spiced Fries with Roasted Garlic Hummus by @plantbased.traveler 🧡 Delicious finger food to share with friends! ​Recipe: 2 sweet potatoes 2 yellow potatoes 1-2 tbsp grape seed oil 1-2 tbsp French fries spice mix ____________________________________________ Preheat oven to 400 F (200 C). Cut peeled potatoes into even strips. Cut them as evenly as possible. Choosing potatoes of similar shape and size helps! In a bowl mix together oil and spices. Add potatoes and use your hands to toss them in the spice mix until everything is evenly covered. Bake them for 50-60 mins on a lined baking sheet, giving them a stir once or twice in between. Enjoy ____________________________________________ For the hummus I blended up about 2 cups of chickpeas, 2 tbsp tahini, juice of 1 lemon, salt, cumin, paprika and 4 garlic cloves roasted with a little bit of oil until fragrant and some water. French fries spice consists of: Salt, onion, paprika, pepper, garlic, curry mix ​. ​Looking for more delicious plant-based recipes? Check out our Vegan Bowls cookbook at coconutbowls.com/cookbook – link in bio. ​ ​#whatveganseat #plantbased #healthy #veganrecipe #veganbowls #veganfoodshare #veganfood #veganrecipes #plantbasedfood #vegansofig

A post shared by Vegan Bowls™ | Vegan Recipes (@veganbowls) on


Secara alami, pati sudah mengandung protein dan lemak. Oleh karena itu, jangan menggunakan lemak berlebihan pada makanan tinggi pati, misalnya santan kental pada kolak ubi. Lemak bisa kita tambahkan sedikit saja sebagai penambah cita rasa, contohnya
-roti + sedikit mentega
-kentang tumbuk + sedikit krim
-kentang goreng (asal minyak yang digunakan baru dan minyak tak jenuh)

3.LEMAK ASAM


Kombinasi ini termasuk serasi jika kadar lemaknya rendah, asam berguna untuk melarutkan lemak sedangkan enzim pencerna lemak membutuhkan pH asam (rendah). Contohnya sedikit air jeruk nipis atau cuka dapat mengencerkan lemak sehingga lebih mudah dicerna. Kombinasi yang serasi misalnya
-minyak saus selada (oil dressing) + sedikit air jeruk nipis
-kacang-kacangan + buah rasa asam

3. GULA ASAM


Kombinasi ini merupakan kombinasi alami pada buah-buahan sehingga semua makanan manis dianggap serasi dengan makanan asam. Kombinasi serasi antara gula dan asam contohnya :
-yogurt murni + madu
-yogurt murni + buah-buahan
-buah asam + buah manis.

4. PATI PATI

View this post on Instagram

​Sweet and Spicy Udon Noodle Stir-Fry by @thefoodietakesflight 🤤 Tag someone who loves a good noodle stir-fry! Recipe below: ​ ​Sweet and Spicy Udon Noodle Stir-Fry Good for 2-3 servings _ 400g (2 cakes) cooked udon noodles* 1 red bell pepper, sliced into strips 1 240g block extra firm tofu, drained and sliced into strips ½ large onion, sliced into strips 1 small carrot, sliced into strips 4 cups (200g) shredded cabbage 1 tbsp neutral oil Sesame seeds, for garnishing Chopped spring onions, for garnishing *Note: Feel free to use other noodles if you’d like! _ Sauce Ingredients 2 tbsp soy sauce or liquid aminos 1 ½ tsp sriracha, adjust according to desired spice ¼ cup room temp. water 3 tbsp coconut sugar 1 tsp sesame oil ½ tbsp cornstarch _ 1. Heat the oven to 350F. On a lined baking tray, bake the tofu until lightly golden for around 25 mins. You can opt to pan fry the tofu in some oil if you’d like. 2. Mix all the sauce ingredients together. Make sure the cornstarch is diluted. 3. Heat a pan. Add in 1 tbsp oil. Sauté the onions until tender. Add in the bell peppers, carrots, and cabbage. Sauté until cooked, around 10 minutes. 4. Add in the tofu and cooked noodles. Pour in the sauce mixture. Sauté for another 3-4 minutes until the noodles have absorbed the sauce. Turn off heat and then garnish with some sesame seeds and spring onions, if desired. Enjoy while hot! ​ ​Hungry for new plant-based recipes to try at home? Hit the link in our bio to sign up to our weekly newsletter, and we'll send 7 of our top recipes to your inbox each Monday! ​ ​#healthy #veganfoodshare #veganbowls #plantbased #veganrecipes #whatveganseat #vegansofig #veganrecipe #veganfood #plantbasedfood

A post shared by Vegan Bowls™ | Vegan Recipes (@veganbowls) on

Pati bisa dikonsumsi lebih dari satu macam karena total protein dan lemak daari kombinasi makanan ini tetap jaih lebih kecil dibandingkan dengan jumlah patinya sendiri. Meski serasi tetap lebih baik jika tidak dikonsumsi berlebihan.
Contohnya :
-nasi + bihun goreng tanpa daging
-nasi + kentang bumbu balado
-nasi + perkedel kentang

5. PROTEIN NABATI PROTEIN NABATI

View this post on Instagram

Chickpea Carrot Bowl by @livinlaveganlife 💛🥕 So filling and comforting! Check out the recipe below! ⁣ ⁣ 𝘐𝘯𝘨𝘳𝘦𝘥𝘪𝘦𝘯𝘵𝘴⁣ – 3 cups of raw chickpeas, soaked overnight⁣ – 2 cups of water⁣ – 3 cups of vegetable broth⁣ – 4 garlic cloves minced⁣ – 4 bay leaves⁣ – 2 tbs of olive oil⁣ – 2 cups of chopped carrots⁣ – 1 tsp of turmeric⁣ – 1/2 tsp of ginger powder⁣ – 1/4 tsp of cumin⁣ – 1/2 tsp of dried thyme⁣ – 1 1/2 cups of peas⁣ – Salt/pepper to taste⁣ ⁣ 𝘐𝘯𝘴𝘵𝘳𝘶𝘤𝘵𝘪𝘰𝘯𝘴⁣ 1. In a hot pan, place chickpeas, water, vegetable broth, garlic, bay leaves, and oil. Cook for approximately 40 minutes or until chickpeas are soft.⁣ 2. Add chopped carrots, turmeric, ginger powder, cumin and thyme . Cook for another 10 minutes.⁣ 3. 5 minutes before serving, add peas and salt/pepper and stir.⁣ 4. Enjoy it 🙂 ​. ​Hungry for more plant-based recipes? Our sister site @plantd.co is a fantastic source of plant-based education and recipe inspo! Head on over and explore www.plantd.co. ​ ​#veganfood #veganrecipe #veganfoodshare #veganbowls #plantbased #whatveganseat #healthy #plantbasedfood #veganrecipes #vegansofig

A post shared by Vegan Bowls™ | Vegan Recipes (@veganbowls) on

Lemak pada protein nabati cenderung rendah sehingga proses pencernaannya tidak selama protein hewani. Namun, sebaiknya kita tetap menghindari penambahan lemak pada kombinasi ini dengan cara pengolahan yang tidak memakai minyak atau lemak yang berlebihan. Kombinasi yang dianjurkan adalah kombinasi antara biji-bijian atau padi-padian dengan polong-polongan atau kacang-kacangan. Contohnya
-nasi merah + tahu/tempe
-nasi+perkedel kacang merah
-sup aneka biji dan polong