Optimalisasi Sumber Daya Untuk Semesta Karya IP Batam

📗📘📕📙📗📘📙📕
✏ *NHW 3* ✏

🍏 *Anggota Kelompok:*
1. Fitriza Prima Sari (Manajer Offline)
2. Sunarni (PJ Barelang Play Date)
3. Ratri Fitriana (PJ Qur’an Learning Center)
4. Monique Firsty (PJ Rumbel Area Bintan)
5. Rafikah Hanum (PJ Rumbel Area Tanjung Balai Karimun)
6. Ely Kurniawati (PJ Rumbel Memasak)
7. Putri Pamelia (PJ Rumbel Green)
8. Vidiyani Utari Tampi (PJ Rumbel Menulis)

🍎1. Jawaban pertanyaan dibawah ini dilengkapi dengan data pendukung
A. Berapa jumlah total member yang ada di regional anda? (data per bulan oktober 2019)

*Jawab: 138 Orang*

B. Apa sajakah Rumah Belajar/Kelompok Minat/RB Wilayah yang dimiliki IP Regional anda? Masing-masing jumlah membernya? Sesuai data per bulan oktober 2019

*Jawab:*

🍩 *Rumbel by Necessity:*
Qur’an Learning Center: 106
Barelang Play Date: 57

🍩 *Rumbel by Passion:*
Rumbel Memasak: 35
Rumbel Menulis: 35
Rumbel Craft and Sew: 47

🍩 *Rumbel by Location* :
Rumbel Area Bintan: 16

C. Adakah rencana membuat Rumah Belajar/Kelompok Minat/RB Wilayah baru, sampai akhir tahun 2019 ini? Jika Ada, sebutkan!

*Jawab: Ada*
*Rumbel Green dan Rumbel Area Tanjung Balai Karimun*

D. Berapa jumlah orang yang rutin berbagi pengetahuan, maupun menjadi tutor di Rumah-rumah belajar tersebut?

*Jawab:*
QLC: 3 orang (Ustadzah Afifah, Ratri Fitriana, Resha Nesia)

E. Berapa orang yang bersedia berbagi ilmu dan pengetahuan apa saja di internal maupun eksternal IP Regional?
Dan tentang ilmu atau pengetahuan apa saja ?
Sertakan data pendukung terbaru (per oktober 2019) tentang passion, profesi, keahlian dan sertifikasi, serta prestasi khusus member.

Jawab :
Untuk internal IP Batam, sebagai berikut :
1. Rizki Amanda Ekasari : Bidang kesehatan
2. Melva Dumasari Tobing: Bidang Psikologi
3. Nela Anisa: Pembiayaan/Kredit Perbankan
4. Ambar Listya: Bidang Kesehatan dan Bekam
5. Evi Krisnawati: Baking
6. Budi Rahmawati : Memasak
7. Ratih Widhi: Memasak
8. Annisa Istiqamah : Craft dan menjahit
9. Afifatun Nisa: Tahsin, Tahfidz, Tafsir Al Qur’an, Menulis Arab
10. Ayu Cinthya dewi : Kulwap kain perca
11. Monique : Menulis dan Memasak
12. Desy Oktafia: Menulis
13. Fatma Dewi: Bidang Bisnis/entrepreneurship
14. Fitriza Prima Sari: Macrame
15. Vidiyani Utari: menulis
16. Putri Pamelia: zero waste
17. Ely Kurniawati: masak dan statistik

*F.* Berapa orang yang menjadi narsum yang sudah mempunyai jam terbang di forum internal Ibu Profesional dan eksternal, tingkat wilayah maupun nasional? Tentang ilmu atau pengetahuan apa saja? Sertakan data terbaru per oktober 2019.

*Jawab*
1. Erli Oktania: tentang zerowaste, forum eksternal tingkat RT
2. Monique Firsty: forum online internal dan eksternal IP, tentang komposter & tanaman hias
3. Melva Dumasari : forum eksternal dharma wanita, tentang perlindungan wanita dr kejahatan seksual
4. Ustadzah Afifatun Nisa : Tahsin, Tahfidz, Tafsir Al Qur’an, Menulis Arab aktif mengisi sebagai narasumber di berbagai forum kegiatan di Kota Batam.
5. Desty Pujianti: Parenting, Literasi, Motivator di berbagai forum komite sekolah di Batam

G. Adakah program sinergi antar RB? Apakah sasarannya untuk anggota RB atau member keseluruhan bahkan umum?
Jika iya apa saja? Bagaimana partisipasi member saat acara tersebut?
Jika belum ada, usulan program yang kemungkinan bisa disinergikan antar RB?

Jawab :
*Ada* ,program sinergi antar RB yang sudah dilaksanakan IP Batam periode November 2017- Maret 2019:

1. Workshop fotografi & launching 6 rumbel (QLC, Rumbel Menulis, Rumbel Memasak, Rumbel Craft, Rumbel Menjahit, Rumbel Bisnis)

Sasaran untuk member Rumbel, member IP Batam, dan untuk umum.

Semua peserta antusias mempraktekkan ilmu dalam workshop tersebut.

2. Membuat bola-bola coklat (Rumbel Memasak & Barelang Playdate)

Sasarannya untuk member rumbel dan member IP Batam.

Member aktif antusias dan SR beberapa mengikuti kegiatan ini dengan semangat.

3. Bedah buku “Agar Sehafal Al Fatihah” (QLC & Rumbel Menulis)

Sasarannya untuk member rumbel, member IP Batam, dan masyarakat umum.

Member aktif antusias dan SR beberapa mengikuti kegiatan ini dengan semangat.

*Usulan Program Sinergi Antar RB* :

1. Rumbel Memasak 🔁 Rumbel Craft 🔁 Rumbel Green
– Bazar jajanan nusantara dengan wadah minim sampah, kantong belanja dari rumbel craft
🍬 Sasaran : anggota RB, member IP Batam, umum

2. Rumbel Green 🔁 Rumbel Menulis
– Buku cerita anak para pejuang hijau
🍬 Sasaran : anggota RB, member IP Batam, umum

3. Rumbel Green 🔁 BPD 🔁 QLC
– Daurah anak tentang manusia sebagai khalifah fil ardhi yang bertanggung jawab terhadap bumi.
🍬 Sasaran : anggota RB, member IP Batam, umum

4. Rumbel Green 🔁 BPD
– Demo masak makanan sehat untuk anak-anak
🍬 Sasaran : anggota RB, member IP Batam, umum

5. Rumbel Craft 🔁 QLC
– Program sedekah mukena
🍬 Rumbel RB, member IP Batam, umum

6. QLC 🔁 Rulis
– Bedah buku
🍬 Sasaran : anggota RB, member IP Batam, umum

7. QLC 🔁 BPD
– Festival anak muslim
🍬 Sasaran : anggota RB, member IP Batam, umum

H. Apakah program sinergi dengan pihak eksternal IP Regional, yang fokus programnya member IP yang menjadi narsum?
Jika ada, bagaimana feedback dari pihak luar, baik lembaga/organisasi partner sinergi, maupun dari masyarakat umum?
Jika belum, usulan program sinergi yang ditawarkan kepada pihak ekaternal IP apa saja?

*Jawab :*
Ada, program sinergi kegiatan IP Batam dengan pihak eksternal yang sudah dilaksanakan IP Batam periode November 2017- Maret 2019:

1. Kegiatan membuat cookies lucu (Barelang Playdate & Fisherism BP Batam)

Mentor dari anggota IP Batam

Sasarannya member rumbel, member IP Batam & masyarakat umum

Feedback dari Fisherism ingin kembali mengadakan kegiatan serupa kembali

Feedback dari peserta sangat bersemangat, namun yang menjadi kendala kurang luasnya tempat kegiatan.

2. Kegiatan siaran di radio RRI Program 2

Mentor dari anggota IP Batam

Sasarannya member rumbel, member IP Batam & masyarakat umum

Feedback dari pendengar radio sangat bersemangat dan banyak pertanyaan terlontar, tercapainya target peserta workshop FSP.

*Usulan program sinergi selanjutnya*:
1. Rumbel Menulis: Workshop Read Aloud bersama ibu-ibu PKK
2. Rumbel Area Bintan :
-Edutrip Konservasi Penyu bersama yayasan ecology
-Workshop Handcrafted Soap
-Demo Membuat Probiotik Alami

2. Menurut teman-teman pengurus regional, apa saja indikator sebuah program dianggap sukses dan berdampak baik?
Apakah program-program yang dibuat IP regional sudah mencapai indikator sukses tersebut?
Jika belum, apa yang harus dilakukan untuk mencapai indikator tersebut?
Jawab:
Indikator sebuah program dianggap sukses dan berdampak baik :
1. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan proker, perencanaan baik dan diketahui oleh leader, manof dan mankeu
2. Publikasi yang baik, bekerjasama dengan divisi online
3. Anggota kegiatan antusias menjalani rangkaian kegiatan
4. Melaporkan rincian keuangan kepada mankeu dengan tepat waktu dan detail.
5. Merilis laporan kegiatan dalam bentuk foto dan narasi di sosmed regional
6. Feedback anggota kegiatan yang baik berupa kritik dan saran seusai kegiatan. Anggota kegiatan mendapatkan pengalaman/ilmu/pengetahuan baru yang bisa digunakan untuk memberdayakan diri sendiri, keluarga maupun lingkungan.
7. Menghasilkan karya nyata (produk) untuk kegiatan padat karya.

👉 Program yang dibuat oleh IP Batam sudah mencukupi nilai minimal indikator kesuksesan. Namun masih perlu peningkatan untuk membuatnya lebih baik dan sempurna.
Sebagai contoh untuk Rumbel Craft and Sew yang memiliki program kerja pelatihan knot pillow sudah berhasil membuat knot pillow dan diproduksi untuk kalangan member IP dan umum.

3. Buatlah analisa SWOT IP Regional anda!
Dari hasil analisa SWOT,
A. Apa yang bisa teman-teman lakukan untuk memanfaatkan opportunity/peluang?
B. Apa yang bisa teman-teman lakukan untuk menyiasati weakness/kelemahan dan bersiap menghadapi threat/tantangan/masalah/ancaman?

Jawaban:
*Strength
– Keberagaman latar belakang member baik dari sisi profesi maupun passion sehingga sangat mungkin untuk memberikan bermacam mentoring kepada member dalam kopdar-kopdar rumbel

* Weakness
– Belum semua member mau aktif baik online maupun offline
– Member yang memiliki kemampuan atau keahlian namun belum PD untuk berbagi
– Keterbatasan pengurus dalam mengakomodir kebutuhan member, sehingga berpengaruh pada perencanaan, publikasi dan pelaksanaan kopdar-kopdar rumbel

* Opportunity
– Banyak kemungkinan sinergi dengan berbagai pihak eksternal untuk melaksanakan berbagai kegiatan
– Banyak narasumber eksternal yang siap berbagi ilmu

* Threat
– Kondisi demografis yang menjadi tantangan member untuk bisa selalu hadir dalam acara offline.

Menyiasati Weakness
👉 Mendata secara berkala member yang mempunyai keahlian/kemampuan tertentu kemudian melakukan pendekatan dan konseling agar tercerahkan untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
👉 Membuat challenge/award/reward untuk member TER-setiap bulannya. Ter-AKTIF, ter-INSPIRATIF, Ter-RAMAH, Ter-….dsb, untuk memicu para member aktif di online maupun offline.
👉 Mendata secara berkala prioritas kebutuhan para member.

Menyiasati Treath – kondisi demografis
👉 Dengan membentuk Rumbel by Location. Member yang berada di pulau yang berbeda bisa berkegiatan offline dengan yang satu domisili.

Indikator sebuah program dianggap sukses dan berdampak baik jika setiap kegiatan yang diadakan oleh masing-masing divisi dapat bermanfaat, terutama untuk pengembangan diri member sesuai potensinya. Selain itu manfaatnya pun diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat mencapai kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Cita-cita IP Batam tidak hanya menyangkut “harmonisasi” antara komunitas dengan masyarakat, melainkan memegang prinsip “pemberdayaan”, yang berupa upaya terstruktur untuk mendorong kemandirian.

Tujuan utama program yang dirancang oleh IP Batam adalah :

1. Agar member dan masyarakat sekitar dapat membangun dirinya sendiri.

2. Membantu meningkatkan kemandirian baik secara material maupun spiritual.

3. Manfaat Community Development diharapkan dapat dirasakan baik oleh member sendiri maupun oleh komunitas. Manfaat tersebut antara lain :

-Terbangunnya citra positif komunitas melalui peningkatan program komunikasi dengan member dan program pemberdayaan masyarakat sekitar.
–Terpenuhinya kebutuhan member sesuai dengan program yang direncanakan.
-Memberikan kontribusi terhadap pengembangan masyarakat luas sehingga menjadi masyarakat mandiri yang berwawasan luas.

IP Batam sejak tahun 2017 terus melakukan perbaikan dalam setiap event yang kami adakan. Diakui memang masih jauh dari kata sempurna namun kami harapkan bisa memberikan sedikit manfaat kepada member dan masyarakat luas. Saran kami, apabila komunitas melakukan program – program rutin, diharapkan keberlanjutan perusahaan akan terjamin dengan baik dan membentuk atau menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Oleh karena itu, program-program yang kami jalankan akan lebih tepat apabila digolongkan sebagai investasi dan menjadi bagian dari strategi mengenalkan IP ke masyarakat luas.

Bismillah,the New IP Batam!

Monique,

PJ Rumbel Area Bintan

Team Building dan Harapan Untuk IP Batam

Ngomongin tujuan dari sebuah komunitas, yang terbayang di kepala saya merujuk pada satu kata, yaitu sukses: satu kata dimana setiap individu, komunitas, hingga perusahaan bahkan ingin meraih atau mencapai hal tersebut. Tetapi faktor apa saja yang menjadikan sebuah komunitas, organisasi, ataupun perusahaan sukses? Kesuksesan dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, dan salah satu faktor yang paling terpenting adalah kerja sama tim.

Keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai target atau visi bergantung pada kerja sama tim.
Setiap komunitas atau organisasi sudah pasti membutuhkan kerja sama tim yang solid untuk bisa melengkapi proses pencapaian tujuan dari komunitas atau organisasi tersebut. Tim sendiri adalah kelompok yang terdiri dari dua atau lebih orang yang saling berinteraksi dan mempengaruhi orang lain, saling bertanggung jawab untuk mencapai tujuan dari komunitas atau organisasi dan menerima dirinya sebagai satu kesatuan dalam organisasi. Begitu juga dengan IP Batam, kerja sama tim-lah yang membuat kami bisa sampai pada titik saat ini.

Melihat kondisi regional IP Batam saat ini, maka nilai 6 merupakan angka yang pas untuk menggambarkan kesolidan tim pengurus IP Batam. Makna dari angka 6 ini, pengurus IP Batam yang memandu komunitas sejak dua tahun terakhir meski baru dipertemukan di komunitas ini namun mereka termasuk tim yang agak solid. Mereka memahami peran yang diambil dan apa yang menjadi tanggung jawabnya meski harus berbagi energi serta waktu dengan amanah yang lain. Bonding antara member dan pengurus ke depannya perlu dikuatkan lagi demi IP Batam yang lebih baik. Saya menilai dari beberapa indikator sebagai berikut :

1. Visi misi yg jelas
2. Rasa saling percaya
3. Komunikasi intensif
4. Kegiatan bersama
5. Sistem penghargaan
6. Paham peran dan tanggungjawab msg2
7. Tingkatkan kompetensi tim
8. Menghormati dan menghargai
9. Komitmen kuat
10. Evaluasi rutin

Dalam kurun waktu dua tahun yang akan datang saya berharap IP Batam berada di angka 8, yang artinya sangat solid. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, kami perlu strategi membangun kerjasama tim yang oke. Ada beberapa hal penting yang perlu saya gali bersama teman-teman di area agar dapat membangun kerja sama tim yang baik, seperti:
(1) mengenal lebih baik dan akrab dengan anggota tim agar mereka dapat terbiasa bersosialisasi dengan orang baru;
(2) konsentrasi dalam tim sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal;
(3) membutuhkan kekompakkan.

Saya percaya bahwa kerja sama dalam tim dapat terbentuk melalui kepercayaan dan kekompakkan. Semakin tinggi rasa percaya antar anggota tim maka semakin baik pula kerja sama tim. Kerja sama tim harus efektif agar memberikan kontribusi yang baik dan hasil kerja dalam komunitas secara keseluruhan. Kerja sama tim akan menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi dengan baik.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa langkah pertama yang ingin saya lakukan terlebih dahulu dalam membangun kerja sama dalam tim adalah menyatukan ide sambil mengenal karakter seluruh anggota rumbel area. Kerja sama dalam tim dapat membuat anggota-anggotanya mampu melaksanakan tugas-tugas mereka dalam mencapai tujuan komunitas dengan hasil yang lebih baik. Bismillaahirrahmaniirahim…

Salam Pembaharu,

Monique
PJ Rumbel Area Bintan – IP Batam

Belajar Berkomunitas di Ibu Profesional Batam

Perkenalkan, nama saya Monique atau biasa dipanggil mamah Faris. Semenjak memutuskan untuk fokus di ranah domestik terlebih dahulu sebelum kembali ke ranah publik, saya merasa perlu memantaskan diri dengan meningkatkan kapasitas diri. Olh karena itulah saya merasa perlu mencari wadah belajar yang dapat mendukung saya dalam mengembangkan ilmu terkait dengan tugas sebagai ibu sebagai pendidik utama generasi berikutnya. Kemana saya harus belajar??

Akhirnya saya memutuskan untuk belajar di Ibu Profesional Batam. Berkumpul dengan orang baru dan memiliki kesempatan berbagi pengalaman itu ternyata sangat menyenangkan. Itu yang saya rasakan selama mencoba bergabung di berbagai ruang belajar yang dinamakan komunitas ketika tinggal di Batam. Bukan hanya saya yang merasakan manfaatnya, tetapi anak-anak bahkan suami saya juga. Ada sebuah pepatah “It needs a village to raise a child”. Semakin kesini saya semakin menyadari ternyata ini benar-benar nyata. Dibutuhkan sebuah komunitas yang sevisi misi selama mendampingi anak-anak kita. Karena dalam sebuah komunitas terdapat banyak sekali karakter, latar belakang pendidikan, sosial dan budaya yang berbeda. Keberagaman ini yang menjadi nilai positif dalam proses pendidikan anak.

Ketika anak-anak terbiasa menemui dan menghadapi keberagaman, maka daya toleransinya akan meningkat. Menghargai dan menerima perbedaan namun tetap menjaga prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang sudah terlebih dahulu kita terapkan di dalam rumah. Seorang anak yang besar di lingkungan yang beragam ternyata membuat mereka mempunyai cara pandang yang lebih luas. Selain itu, mereka juga dapat menghemat waktu belajar karena mereka dapat belajar dari pengalaman-pengalaman orang lain, teman-teman di sekitarnya.

Selama belajar di Ibu Profesional, banyak manfaat yang sudah saya rasakan betul dan memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang selama ini belum pernah saya temukan. Apalagi saya merasa dulu, ketika masih remaja tidak disiapkan untuk menjalani berbagai peran oleh kedua orang tua saya.

Berkomunitas menjadi jalan bagi saya untuk bisa mengembangkan diri dengan kemampuan yang saya miliki. Semakin banyak tahu, semakin cepat kita memahami berbagai hal. Bahkan dengan berkomunitas kita bisa belajar menjadi orang yang disiplin dengan waktu dan saling menghargai, tidak egois, sehingga mampu menyatukan visi misi, serta tujuan.

Menjalani hidup selama ini dengan berkomunitas mampu memberikan banyak pelajaran berharga, selain menemukan sahabat baru, hidup di kota yang asing sekalipun tidak merasakan kesepian lagi. Karena setiap kali berkumpul, kita bisa berbagi banyak hal, bercerita, dan mengisi hari-hari dengan lebih menyenangkan.

Lifelong learning bagi saya adalah suatu keharusan. Most people are creatures of habit. Kalau tidak terbiasa menghadapi hal yang tak terduga, kita cenderung memilih untuk mengabaikan fakta-fakta dan tetap berpegang pada hal-hal yang “dari dulu” sudah demikian adanya. Padahal hidup sudah seharusnya terus bergerak maju. Always change and adapt.

Harapan saya untuk IP Batam lima bahkan sepuluh tahun yang akan datang, semoga komunitas ini semakin berkembang dan terbuka ilmunya bagi perempuan-perempuan cerdas yang bersungguh-sungguh ingin meningkatkan kualitas dirinya. Bukan hanya sekedar asal ngumpul tetapi tidak berfaedah. Namun, semua ibu dapat menjalani peran mereka sebagai seorang anak, ibu, istri, dan bagian dari masyarakat yang memiliki kecantikan hati dan dapat berdayaguna serta membawa kebermanfaatan untuk dirinya sendiri, keluarga, bahkan masyarakat luas.

Lalu hal kecil apa yang bisa saya lakukan demi berkembangnya komunitas ini? Melihat kemampuan yang saya punya, saya akan berusaha berkontribusi melalui beberapa kegiatan offline di rumbel wilayah Bintan. Tujuan dari kegiatan offline ini selain sebagai wadah untuk belajar (baik ibu & anak) dan bertukar pikiran antar member, bonusnya komunitas ibu profesional lebih dikenal di Pulau Bintan baik di Tanjungpinang maupun Bintan keseluruhan. Banyak sekali potensi dari pulau ini yang belum banyak digali dan ingin sekali saya pelajari nantinya. Bismillaahirrahmaniirahim semoga Allah memberikan kemudahan untuk setiap langkah menyelesaikan beberapa proyek rumbel area tahun depan.

Semangat Sinergi Kemanfaatan!

Catatan Belajar Training Divisi Offline Ibu Profesional

Tentang Komunikasi Organisasi

Kalau kemarin, saya belajar tentang komunikasi produktif bersama keluarga di level 1 kelas bunda sayang. Kali ini saya belajar komunikasi organisasi bersama komunitas ibu profesional. Berdirinya IP Batam berawal dari kebutuhan para ibu untuk belajar di bidang parenting, kesehatan ibu & keluarga serta lifeskill untuk peningkatan kualitas hidup ibu dan calon ibu.

Digawangi oleh mbak Erli Oktania, selangkah demi selangkah komunitas ini semakin eksis dan membawa manfaat bagi banyak pihak. Belum ada 2 tahun saya mengenal komunitas ini tetapi saya merasa perjalanan belajar di sini sangatlah berkualitas. Alhamdulillah kali ini saya berkesempatan untuk mengikuti training divisi offline bersama ibu-ibu hebat dalam jaringan Ibu Profesional. Materi pertama kali ini sangat menarik. Ya! Komunikasi. Semua orang dapat berkomunikasi dengan caranya masing-masing, akan tetapi tidak semua mampu berkomunikasi yang efektif. Dalam sebuah komunitas, komunikasi yang efektif wajib dipelajari dan diterapkan. Kenapa? Komunikasi yang efektif tujuannya supaya informasi yang disampaikan dapat menimbulkan feedback dari komunikan. Karena alasan tersebut maka proses komunikasi yang efektif haruslah dilakukan dengan menggunakan bahasa yang jelas dan dapat dipahami oleh orang lain.

Sedikit cerita, tahun ini, saya memiliki tambahan amanah baik di rumah maupun di dalam komunitas. Walaupun peran yang saya jalankan ini sangat kecil namun besar harapan saya agar bisa memberikan manfaat sebanyak mungkin. Selain bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak, saya juga diberikan tanggung jawab tambahan memfasilitasi member komunitas ibu profesional batam yang berdomisili di pulau Bintan. Semoga saya dapat menjadi pembaharu dalam membangun peradaban yang berkualitas lebih luas lagi untuk para teman-teman yang berada di Bintan.

Rumah Belajar Wilayah Bintan yang berada di bawah naungan Ibu Profesional Batam kini menjadi media yang bisa saya gunakan untuk menjangkau ibu-ibu hebat lainnya dalam membangun komunitas ini. Apa yang bisa saya berikan mungkin hanya setitik tetapi harapan agar titik yang kecil itu kemudian bisa berubah menjadi garis, membesar dan kemudian membesar. Amiin ya rabbal ‘alamin

Kondisi dan Tantangan Komunikasi Member Ibu Profesional Batam

Sebelum menjawab apa saja tantangan komunikasi yang dihadapi oleh Ibu Profesional Batam, saya ingin mendeskripsikan betapa member Ibu Profesional Batam itu semuanya tidak berdomisili di Batam. Kami yang tinggal di kepulauan otomatis tersebar ke dalam beberapa pulau-pulau kecil. Sebelum menjawab tantangan komunikasi yang muncul selama duduk bersama dalam wadah ibu profesional, masalah geografis yang berjauhan ini bagaikan pisau bermata dua bagi kami dalam berkomunitas. Gadget menjadi media utama untuk mengoptimalkan peran yang saya jalankan dalam komunitas ini. Manajemen gadget yang baik akan memberikan andil yang cukup penting dalam membangun komunitas Ibu Profesional Batam melalui Rumbel Wilayah Bintan, secara khusus. Menentukan porsi yang pas dalam penggunaan gadget untuk membangun komunitas juga harus saya atur sedemikian hingga agar lampu tetap hijau. Gadget sejatinya menjadi media perantara untuk berkomunikasi bukan menjadi hambatan apalagi tantangan. Selain manajemen gadget, ada beberapa tantangan yang saya hadapi dalam ranah komunikasi. Intensitas pertemuan langsung yang kurang rutin antar member berakibat kurangnya bonding antar member. Menurut pengamatan saya, komunikasi baik online atau offline cenderung dengan yang saling kenal saja. Sehingga muncul fenomena 4L, Loe Lagi Loe Lagi. Kenapa hal ini bisa terjadi? Member cenderung segan dan canggung berinteraksi di whatsapp grup. Jika dibiarkan rumah belajar perlahan akan vakum. Melihat kondisi ini kemudian menjadi tantangan bagi saya bagaimana mendapat hati dari seluruh ibu hebat yang belum nampak potensinya. Saya perlu mengambil sebuah langkah sebagai awal pendekatan terhadap member rumah belajar wilayah. Berikut ini beberapa langkah yang saya ambil untuk menaklukkan tantangan kali ini

1. Menyusun jadwal kegiatan offline yang rutin
Saya bersama pengurus rumbel wilayah akan mendiskusikan program kerja selama setahun ke depan. Hasil diskusi tersebut saya follow up kepada tim online sehingga jadwal kegiatan offline kami dapat dilaunching bersamaan dengan kalender kegiatan offline IP Batam secara keseluruhan setiap awal bulan.
2. Mengadakan kopdar dengan konsep dan pelaksanaan yang menarik
Rencananya kami akan memberikan hadiah/doorprize di setiap sesi kegiatan offline. Doorprize kita minta dari memberpreneur yang saat ini sedang didata oleh tim keuangan. Seperti yang kita tahu emak-emak kan paling suka dikasi hadiah gratisan kan.
3. Mengadakan award
Tim offline akan mengadakan reward untuk member yang memenuhi kategori seperti Rumbel of the month, PJ of the month, 4L award (yang plg rajin datang). Jadi, diharapkan PJ akan lebih semangat dalam menyusun acara seru sehingga membernya pun semangat untuk datang.
4.Membuat proyek bersama dengan seluruh member agar semua ikut berpartisipasi dengan mengambil peran sesuai kemampuannya.
Proyek bersama yang bisa dilakukan misalnya pojok literasi (kegiatannya baca, read aloud, diy) sebulan sekali di CFD (rulis), pasar sehat, bazar makanan sehat dan demo masak (rumbel masak), bazar amal (berjualan bisa buku, mainan, baju hasil konmari sambil beramal) – kegiatan untuk anak-anak berkisah serta family camp dan outbond untuk memperkuat bonding antar member tujuannya agar saling mengenal sehingga bisa memunculkan potensi member yang belum diketahui.

Perubahan Yang Ingin Diwujudkan

Sebelumnya, Rumah Belajar Wilayah Bintan belum lahir di Ibu Profesional Batam. Setelah mulai merintis kegiatan di awal tahun ini, fokus saya adalah ingin bisa menjadikan Rumah Belajar Wilayah ini sebagai wadah para member yang ingin belajar bersama. Memantapkannya menjadi sebuah Rumah Belajar penebar manfaat kepada setiap member. Melalui proyek Rumbel Reborn semoga kami membawa perubahan yang lebih baik lagi.

📌RUMBEL REBORN✂️
Rumbel Reborn merupakan proyek rangkaian acara offline dan online untuk menghadirkan kembali rumbel di hati dan di hari-hari member IP Batam. Langkah-langkah pelaksanaannya sebagai berikut:
1. Pendataan dan pendaftaran ulang anggota rumbel.
2. Rebranding rumbel dengan logo baru (logonya bisa sayembara juga ke member biar meriah).
3. Rumbel reborn, kita adakan acara outdoor silaturahmi akbar atau #mainbarengIPBatam atau #liwetanbarengIPBatam buat berkenalan dg teman baru atau memperkuat bonding lagi antar member. Bisa juga event antar family untuk yang sudah berkeluarga bisa membawa keluarga masing-masing biar rame. Nanti ada demo dari semua rumbel dan acara seru lainnya.
4. Rilis kalender kegiatan offline bulanan. Idealnya 1 rumbel per bulan ada kegiatan dan bergantian, misal rumbel masak minggu 1, craft 2, dst
5. Setelah berkegiatan, setiap anggota rumbel diminta untuk mereview di medsos. Dua yg terbaik akan di repost di medsos IP dan tentunya mendapat hadiah dari sponsor yaitu memberpreneur kita. Ini akan membantu tim online buat laporan kegiatan di medsos juga kan😉
6. Learning by teaching atau mentor dari anggota member. Jd nanti akan dilakukan pendataan kembali potensi kekuatan anggota rumbel, kemudian dirolling untuk dijadikan mentor.

Berikut ini timeline kegiatan online di WAG terkait RUMBEL REBORN

  1. Pendataan dan pendaftaran ulang anggota rumbel.
    Semua member IP Batam diminta untuk mengisi ulang form pendaftaran rumbel. Hal ini bertujuan untuk melihat kecocokan passion dengan rumbel yang diikuti selama ini maupun untuk member baru yang belum mendaftar rumbel.
    Waktu pelaksanaan: 1-3 November 2019
  2. Rebranding rumbel dg logo baru. Bertujuan untuk memberikan suasana yang lebih segar kepada semua member, diharapkan logo baru bisa membawa suasana baru. Kegiatannya yaitu berupa launching rumbel oleh semua PJ di WAG member. Waktu pelaksanaan: 6 November 2019
  3. Kopdar Rumbel Reborn. Merupakan acara outdoor silaturahmi akbar atau #mainbarengIPBatam atau #liwetanbarengIPBatam untuk berkenalan dengan member baru ataupun memperkuat bonding lagi antar member lama. Konsep acaranya adalah acara outdoor yang santai namun hangat, dengan membawa anggota keluarga. Ada berbagai games seru untuk anak maupun orang tua. Akan ada demo dari semua rumbel. Waktu pelaksanaan: 16 November 2019Raker
  4. Divisi Offline. Rapat offline bulanan semua Divisi Offline untuk menyusun jadwal kegiatan di bulan selanjutnya. Idealnya 1 rumbel per bulan ada kegiatan dan bergantian, misal rumbel masak minggu 1, craft 2, dst
  5. Waktu pelaksanaan: 23 November 2019
  6. Rilis kalender kegiatan offline bulanan. Membuat kalender kegiatan offline bulanan IP Batam dan mengumumkannya di WAG member serta sosmed IP Batam. Tujuannya agar semua member bisa melihat beragam kegiatan offline yang tersedia jauh-jauh hari sehingga bisa menyiapkan kehadiran. Waktu pelaksanaan: 30 November 2019

Pelaksanaan kegiatan rumbel bulanan.
Setelah berkegiatan, setiap anggota rumbel diminta review di medsos. 2 yang terbaik akan direpost di medsos IP dan tentunya mendapat hadiah dari sponsor yaitu memberpreneur IP Batam. Ini akan membantu tim online juga dalam membuat laporan kegiatan di medsos.
Waktu pelaksanaan: Selama bulan Desember 2019

rikut ini timeline kegiatan offline rumah belajar wilayah Bintan hingga akhir tahun 2019. Kegiatan offline di bulan Oktober adalah kegiatan bertemakan seni, kami mengundang pengrajin batik lokal “melajoe batik untuk membimbing anak-anak belajar membuat kaos shibori dan ibu-ibu bisa mencoba pengalaman baru untuk membatik menggunakan canting dan alat press. Sedangkan kegiatan di bulan November yang tercantum di agenda adalah sosialisasi IP melalui kegiatan edukasi menyusui atau menggendong. Hingga hari ini pihak ibu profesional belum konfirmasi dengan pihak kolaborator mengenai detail kegiatan ini. Apabila kegiatan ini tidak berlangsung akan digantikan dengan kegiaymtan edukasi kunjungan ke dokter gigi dengan mentor salah satu member kita yang berprofesi sebagai dokter gigi. Kemudian, sebagai kegiatan penutup akhir tahun ini rumbel area akan mengadakan family camp, seperti apa konsep dan detil acaranya sedang kami diskusikan. Satu yang pasti nanti akan ada kegiatan ramah tamah antar member dan keluarga masing-masing. Outbond anak-anak serta kegiatan edukasi berkisah. Semoga melalui proyek ini hubungan seluruh member IP Batam semakin akrab sehingga bisa bersama-sama berkolaborasi sehingga menghasilkan karya yang bermanfaat.

Salam Perubahan!

Prinsip-prinsip Permakultur

simpan dulu untuk dicatat poin pentingnya

Bumi Langit Institute

David Holmgren (salah satu pondasi Permakultur) dalam bukunya Permaculture: Principles and Pathways Beyond Sustainability membahas mendalam mengenai 12 prinsip permakultur yaitu:

1. Pengamatan dan Interaksi

“Beauty is in the eye of the beholder”

Pengamatan adalah pintu permakultur. Mengembangkan kemampuan pengamatan adalah esensial jika kita menginginkan sebuah desain permakultur yang benar-benar berfungsi dengan baik.

Dengan mengamati pola alam dan sosial, kita dapat menggunakannya dalam karya desain – berkaitan dengan falsafah Fukuoka ‘bekerja dengan alam, bukan melawan alam’. Kita perlu tahu bagaimana alam ini bekerja jika ingin bekerja bersama alam.

Seringkali kita bekerja dengan sistem yang kompleks – meskipun hanya sebuah kebun kecil tapi sebetulnya dapat sangat beragam dengan pelbagai interaksi – prinsip ini menyarankan agar kita melakukan pengamatan dengan seksama dan terus menerus, dan terus mengamati hasil intervensi kita. Dengan demikian kita dapat mengubah, berhenti, melanjutkan, tergantung pada hasil, tanpa harus mengakibatkan banyak masalah.

Faktanya, “kegagalan”, merupakan sarana terbaik untuk belajar!…

Lihat pos aslinya 2.241 kata lagi

Catatan Belajar di Level 10 Kelas Bunda Sayang

Ketika memasuki awal pembelajaran level 10 di kelas bunda sayang saya sempat ragu dan ingin berhenti saja. Membentuk karakter adalah tujuan utama dari pembelajaran kali ini. Lalu kenapa harus dengan dongeng? Itu yang mengganjal pikiran saya. Bukan… bukan karena sulit membuat cerita reka-reka, tetapi lebih kepada kesadaran saya yang memang ingin hijrah dari cerita dongeng sejak dua tahun yang lalu. Pertanyaan beruntun dalam benak saya kenapa harus dongeng? Sedangkan berkisah adalah metode pengajaran Allah Subhanahu Wata’ala dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Sepertiga Al Qur’an berisi kisah. Firman Allah Subhanahu wata’ala dalam Al Qur’an lewat wahyu yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.Menurut Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu, di dalam surat Yusuf ayat 3 diturunkan berkenaan dengan para sahabat yang suatu ketika berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan sebuah kisah kepada kami.”(HR. Ibnu Jarir)

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui. (Q.S. Yusuf : 3). Masya Allah.. Allah pun berkisah.. Nabi Muhammad berkisah jua.. bagaimana dengan saya? Setelah mencoba membuat dongeng dalam perjalanan belajar di level ini saya memilih untuk tetap berkisah saja. Bismillah..

Nasehat seperti apa yang lembut dan mudah dikenang?

Nasehat seperti apa yang tidak menyakiti hati?

Nasehat seperti apa yang enak didengar?

Nasehat seperti apa yang orang-orang siap duduk berlama-lama ?

Nasehat seperti apa yang bisa menjadikan motivator dan mudah dihadirkan kapan saja?

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas ternyata saya hanya menemukan satu jawaban saja. Jawabannya adalah berkisah. Sehingga berkisah sangat dahsyat pengaruhnya, sangat mudah disajikan tanpa menyakiti orang yang dinasehati,memotivator pendengar, mereka siap berlama-lama duduk di depan kisah bahkan tidak hanya anak kecil, kita pun demikian bukan?

Apa yang terjadi hari ini nampaknya konsep berkisah sudah dipandang sebelah mata oleh guru atau orangtua apalagi di sekolah umum. Coba kita berkeliling mencari anak-anak di sekitar kita, lalu kita bertanya pada anak tersebut tentang kisah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam atau Nabi-Nabi terdahulu atau kisah-kisah sahabat dan orang shaleh. Ternyata hanya berapa persen anak yang menguasai dan mengetahui tentang kisah di atas??

Maka dari itu, saya bertekad untuk memandu anak-anak sambil terus belajar untuk memahami dan bertutur kisah orang-orang terdahulu agar dapat membentuk karakter terbaik anak-anak. Waktu saya tidak banyak semoga Allah ridho. Bismillah hi rahmanirrahim.

#Level10
#AliranRasa
#kuliahbunsayiip
#BelajarBertutur
#BelajarBerkisah
#ChangesmakerFamily
#Homeeducation
#StudyJournal
#BelajarApaSaja
#GfamJourney
#AdventureKids
#NaturalistKids

Kisah si Belang, Si Buta dan si Botak

Hari ini saya punya kisah yang ingin saya bagikan kepada anak-anak karena sebelum tidur terjadi konflik antara Faris dan Irbadh. Ketika saya bertanya siapakah yang ingin memimpin berdo’a Irbadh bersemangat ingin memimpin. Eh, Faris justru kebalikannya. Ia tidak ingin berdo’a dan bilang kalau nggak berdo’a pun tetap dilindungi sama Allah. Subhanallah, saya kaget bukan main tapi tetap kalem. Saya tahu ini caranya mencari perhatian. Maka dari itu saya ingin menyentilnya melalui kisah sebagai berikut

Suatu hari Nabi saw. mengisahkan tiga orang dari kaum Bani Israil. Ketiga orang tersebut adalah si belang kulitnya, si botak rambutnya dan si buta matanya. Mereka masing-masing memiliki kekurangan dalam dirinya. Oleh karena itu, Allah swt. pun ingin menguji seberapa bersyukurnya mereka atas nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. Dan seberapa batas kesabarannya atas kecatatan tubuh yang menimpa dirinya.

Kisah si Belang, Si Buta dan si Botak

Allah pun mengutus malaikat untuk mendatangi mereka. Orang yang pertama didatangi malaikat adalah si belang kulitnya. “Apa yang kau sukai dan inginkan di dalam hidupmu?.” Tanya malaikat itu. Si belang itu pun menjawab dengan tegasnya, “Warna kulit yang indah, serta aku ingin penyakit kulit yang menyebabkan orang-orang merendahkanku ini sirna dan hilang dari tubuhku.”

Lalu malaikat itu mengusap kulitnya. Seketika penyakit belang yang mendera dirinya pun hilang. Kulitnya kini bersih dan memiliki warna yang indah. Tidak hanya itu, malaikat itu juga menanyakan sesuatu, “Harta apa yang kau inginkan?” “Unta.” Jawab si belang. Malaikat itu pun memberikan sepuluh unta betina yang sedang hamil, sehingga ia cepat mengembakbiakkan unta tersebut. “Semoga Allah memberkatimu dengan semua ini.” Doa malaikat untuknya.

Setelah itu, malaikat mendatangi si botak dan bertanya kepadanya, “Apa yang kau inginkan?” “Aku menginginkan rambut yang indah agar orang-orang tak mencelaku lagi.” Jawab si botak. Lalu malaikat itu pun membelai kepalanya, dan seketika ia memiliki rambut yang sangat indah. Seperti si belang, malaikat itu juga menawarkan harta yang paling diinginkan si botak. “Sapi.” Jawab si botak yang sekarang memiliki rambut yang indah itu. Malaikat itu pun memberikannya sapi betina yang sedang mengandung dan berdoa, “Semoga Allah memberkati dengan semua ini.”

lanjutnya, malaikat menemui orang terakhir yakni si buta. Sama seperti kedua temannya malaikat itu juga menanyakan apa yang ia dambakan selama ini. “Aku berharap Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat orang-orang di sekelilingku.” Jawab si buta. Malaikat pun mengusap matanya dan sirnalah kebutaan yang menimpanya selama ini. Lalu malaikat menanyakan pula harta apa yang ia inginkan. “Kambing” jawab si buta dengan semangat.

Sempurnalah hidup ketiga orang tersebut, selain penyakit yang mengidap tubuhnya hilang, mereka pun kini menjadi kaya raya. Unta, sapi dan kambing yang mereka miliki berkembang biak dengan pesatnya.

Suatu hari si belang yang kini memiliki kulit indah itu didatangi seorang laki-laki yang memiliki kulit belang seperti dirinya dulu. Ia kehabisan bekal di tengah safarnya. Ia meminta satu untanya saja di antara untanya yang banyak. “Aku punya urusan banyak.” Jawab si belang itu dengan sombongnya.

Geram mendengar jawaban si belang, laki-laki yang sebenarnya malaikat yang diutus oleh Allah swt. itu pun berkata, “Sepertinya aku mengenalmu, bukankah engkau yang dulu memiliki penyakit belang yang menjadikanmu dicela orang-orang? Kamu juga dulunya faqir, sehingga Allah memberikanmu harta yang melimpah seperti sekarang ini.” “Tidak, harta yang kumiliki semua ini adalah warisan turun menurun.” Sanggah si belang. “Jika kamu bohong, semoga Allah mengembalikanmu seperti semula, belang dan tak memiliki harta apa-apa.” Ancam laki-laki itu.

Kemudian, malaikat juga menyamar sebagai seorang laki-laki yang botak dan miskin untuk menguji orang yang kedua. Namun, si botak juga berperilaku sama persis seperti si belang. Ia sombong dan tak mau membagi hartanya sedikitpun. Ia pun juga mendapatkan doa ancaman dari malaikat, “Jika engkau berdusta, semoga Allah mengembalikanmu seperti semula, botak dan miskin.”

 

Giliran orang ketiga, yakni si buta yang kini dapat melihat orang-orang sekelilingnya serta memiliki kambing yang banyak sekali. Malaikat itu juga menyamar sebagai laki-laki yang buta dan miskin serta meminta satu kambing yang ia miliki. Dan si buta pun menjawab, “Aku dulu juga buta, lalu Allah swt. mengembalikan penglihatanku, maka ambillah semaumu kambing-kambing itu, demi Allah aku tidak ada apa-apanya hari ini tanpa pertolongan Allah.” Mendengar jawaban mantan si buta tersebut yang tidak sombong dan sangat dermawan, malaikat pun berkata, “Kamu berhak atas hartamu. Sungguh aku hanya menguji kalian. Dan sungguh Allah telah meridhaimu, dan membenci kedua sahabatmu si belang dan si botak yang sombong itu.”

Demikianlah kisah si belang, botak dan buta di masa Bani Israil. Kisah tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. dari Nabi Muhammad saw. langsung. Kisah ini terdapat dalam kitab Shahih Muslim dengan judul Babu qissatil abras, wal aqra’ wal a’ma (bab kisah si belang, botak dan buta).

Berdasarkan kisah tersebut, Nabi saw. ingin mengajarkan kepada umatnya untuk tidak sombong. Karena semuanya adalah milik Allah, dan Allah berhak mengambil semuanya kapan saja. Oleh karena itu, jika ada orang yang tidak mampu, maka kita wajib membantunya dengan harta kita. Jangan sampai watak si belang dan si botak yang sombong dan tak ingat asal usulnya itu kita warisi. Tapi semoga kita bisa mewarisi watak si buta yang tidak sombong, dermawan serta ingat bahwa semuanya adalah milik Allah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.