Catatan Perjalanan Bunda Cekatan Tahap Telur

Alhamdulillah sampai juga saya di gerbang menuju perjalanan panjang menjalani fase ulat dalam games di kelas bunda cekatan. MasyaAllah awal tahun yang sangat hectic bagi saya, bismillaahirrahmaniirahim semoga Allah memudahkan segala ikhtiar diri yang ingin terus memperbaiki diri ini.

Sesuai dengan visi misi dan pilihan peran yang saya ambil saat ini, keluarga kami ingin menjadikan rumah sebagai gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarga kami menuju peran peradabannya. Mudah-mudahan melalui proyek keluarga kami tahun ini, bisa semakin menambah bonding masing-masing anggota keluarga. Saya pribadi bisa semakin mengenal diri saya sendiri sehingga semakin bahagia selama berproses memandu anak-anak untuk menemukan peran peradabannya kelak.

Di sini saya bukan berlomba untuk (sekedar) lulus, justru sebagai ibu saya sedang berlomba untuk bisa menghadapi tantangan dengan penuh tanggung jawab dan membuat versi terbaik menurut diri saya sendiri. Semoga Allah beri kemudahan setiap langkah agar bisa menjadi ibu, mendidik anak dengan sepenuh hati, cekatan dalam mengelola manajemen domestik, bisa mandiri secara finansial dan tetap menempatkan anak dan keluarga sebagai prioritas paling atas, serta keberadaan diri ini bermanfaat bagi saya pribadi, keluarga, dan masyarakat sekitarnya.

#bundacekatan
#kelastelurtelur
#institutibuprofesional
#aliranrasatahaptelurtelur

Catatan Diskusi Gluten bersama Kak Yella

Berikut ini resume catatan belajar kesehatan saya bersama kak Yella. Malam ini kita membahas gluten, iya gluten. Yang hobi membuat roti atau makan roti atau prata-lah ya yang sangat familiar dimakan sehari hari oleh masyarakat kepulauan Riau pasti sudah familiar dengan makanan bertekstur lengket ini. Kebayang % gimana si-gluten ini jika sudah masuk ke dalam usus ~lengket dan menempel~ mendadak bayangan segala sesuatu makanan berbahan dasar gluten menjadi menyeramkan 😥

Gluten merupakan salah satu jenis protein yang biasanya terkandung di dalam gandum hasil persilangan (Triticale), gandum biasa, dan jelai atau barley. Jika Anda melihat makanan yang memiliki kemasan bertuliskan gluten-free atau bebas gluten berarti makanan tersebut tidak mengandung protein gluten.

“Gluten itu protein,” kata dr. Tirta Purwitasari SpGK dari Gerakan Masyarakat Sadar Gizi. Lebih detailnya, Prof. Dr. Ir. C. Hanny Widjaja, M.Sc. dari Pusat Studi Biofarmaka, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, menjelaskan, “Gluten merupakan protein yang secara alami terkandung dalam hampir semua jenis serealia atau biji-bijian.” Gluten mengandung 90% protein, 8% lemak, dan 2% karbohidrat. Senyawa ini merupakan kompleks dari dua tipe protein, yaitu gliadin dan glutenin. Ketika tepung dibasahi saat persiapan adonan, gluten mengikat sebagian air dan membentuk struktur seperti kisi-kisi. Struktur ini yang dimanfaatkan untuk memerangkap udara guna meningkatkan volume adonan pada pembuatan roti.

Saat kita mencampur tepung dengan air, protein gluten membentuk jaringan lengket yang memiliki tekstur seperti lem. Zat yang menyerupai lem ini membuat adonan elastis, dan memberikan kemampuan untuk roti mengembang saat dipanggang, serta memberikan tekstur kenyal. Jadi kira-kira gluten ada di

☑️Gandum

☑️Spelt

☑️Gandum hitam

☑️Jelai

☑️Roti

☑️Pasta

☑️Cereal

☑️Bir

☑️Kue, cookies dan pastry

Gluten berasal dari kata ‘glue’ bahasa Latin yang artinya adalah sesuatu yang menempel, dan lengket seperti lem. Glue – lem, tein – protein, glutein – gluten.

ini penampakan vili usus. Jadi, sari makanan di serap melalui pembuluh darah

Tein (protein) di dalam lambung bercampur dengan cairan lambung membentuk lem. Lem ini terbawa ke usus halus yang banyak vili (rambut). Vili semacam tabung elastis tempat sari makanan diserap. Gluten menempel pada vili. Akan keluar dari usus setelah 3 hari. Itu jika gluten murni. Gluten yang bercampur bahan kimia sintetis akan lebih dari 3 hari keluar usus. Apa kabar gluten dari tepung pabrikan? Duh, serem juga ya, Mak 😭

kerja vili terganggu karena tertutup gluten

Semua gandum-ganduman ini mengandung protein khas yang sayangnya berbahaya bagi beberapa orang yang sensitif akan protein gluten. Celiac disease, atau penyakit celiac adalah dampak yang didapat ketika seseorang mengonsumsi bahan makanan yang mengandung gluten. Penyakit ini menyebabkan peradangan di usus kecil, diare akut, muntah-muntah, hingga keguguran. Jadi, celiac adalah kondisi terparah dari intoleran terhadap gluten. Usus tidak dapat menerima gluten sama sekali. Bukan sekedar alergi. Gejala jika terkena gluten antara lain mual, muntah, sesak nafas, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Memang gluten paling banyak ditemukan pada biji-bijian, namun tidak semua biji mengandung gluten. Beberapa di antaranya seperti beras, jagung, bayam, mi soba, sorgum, dan gandum yang belum diproses. Makanan free-gluten juga masih sangat baik untuk kesehatan karena juga memiliki nutrisi lengkap.

Jika kita memutuskan untuk hanya mengonsumsi makanan free-gluten, maka kita harus mengimbangi dengan banyak makan buah dan sayur. Kita mungkin tidak akan mendapatkan beberapa gizi dari makanan yang kita hindari, untuk itu dianjurkan makan dari buah dan sayur untuk mendapatkan nutrisi yang tubuh kita butuhkan.

Jadi, jika kita punya masalah dengan gluten atau alergi gluten, maka sebisa mungkin menghindari makanan apa saja yang mengandung gluten dan mengetahui lebih jauh tentang bahan yang perlu kita hindari. Bahkan jika kita tidak memiliki masalah gluten, atau mengalami penyakit Celiac, kita masih mungkin untuk disarankan menghindari gluten. Karena terlalu banyak gluten dalam tubuh juga sangat tidak baik. Orang dengan Celiac sangat mungkin mengalami kembung atau sakit perut jika makan makanan mengandung gluten.

salah satu buku referensi menu makanan sehat

Hm, ketika membahas gluten saya jadi teringat tentang barley yang ternyata termasuk tanaman yang mengandung gluten. Kalau teringat dulu saya terkadang memesan minuman barley karena enak lho. Lalu, apakah aman kalau kita cuman minum air rebusan barley saja? Kata kak Yella, kalau tidak alergi, tidak ada celiac, kita bisa mengkonsumsinya dengan bijak. Dosis yang masuk ke tubuh wajib dikendalikan dan jangan dikonsumsi terus menerus jadi sebaiknya diselingi dengan konsumsi makanan yang lain.

Lalu, kalau gandum utuh apakah aman?Ternyata gandum utuh juga mengandung gluten, Mak. Bubur oat artinya mengandung gluten juga,kurang sehat kalau sering dikonsumsi jadi tetap harus diperhatikan konsumsinya. Salah satu teman diskusi bertanya, lalu apakah penderita diabetes juga harus mengurangi gluten? Kata kak Shella sebaiknya iya. Diabet, ca, autoimun, dan penyakit degeneratif lainnya. Selain gluten, biasanya juga ada karbo atau gulanya.

Konsumsi boleh sesekali jika kita tidak intoleransi gluten, penyakit celiac, sensitivitas gluten non-celiac, irritable bowel syndrome, dan alergi gandum. Nah, sebagai pecinta cemilan berbahan biji-bijian apakah ada biji yang mengandung gluten? Kalau biji bunga matahari, biji labu hijau seharusnya tidak ada gluten kan, pikir saya. Nah, iya memang tidak ada. Biji-bijian tersebut di atas mengandung lutein, salah satu jenis protein yg lain. Namun, tetap ada beberapa orang yang alergi terhadap lutein. Lutein -lectin.

Lutein-lectin memang mengandung zat lengket tetapi bukan gluten. Tetapi mengandung pektin, lebih tepatnya amilopektin. Pektin juga terdapat pada buah-buahan seperti apel tua, pisang, ssmakin tua semakin tinggi pektinnya. Sehingga beberapa buah dapat dibuat selai tanpa tambahan pektin lagi. Amilopektin. Pektin yang terdapat dalam amilum (pati) – dalam hal ini beras ketan sebagai sumber patinya. Pektin dalam ketan jika bercampur air dapat memisahkan molekul patinya sehingga menimbulkan tekstur lengket.

Bagaimana cara kita mengetahui apabila kita terkena penyakit celiac? Karena gejalanya kata kak Yella hampir sama dengan asam lambung yaitu mual dan muntah.

Kak Yella menjelaskan salah satu gejala yang timbul adalah ruam kulit, eksim. Bahkan tingkat yang lebih parah, eksimnya berair dan gatal. Efek parahnya bisa menghancurkan jaringan kulit. Beliau sendiri pun mengalaminya. Hiks 😭 Jadi seperti buah simalakama bagi yang alergi. Di satu sisi bagus. Di sisi lain menjadi penyebab penyakit.

Ada seorang teman yang bertanya tentang lutein apakah bagus untuk kesehatan mata. Termasuk alergi lutein menyebabkan gejala apa saja sebab ia mengkonsumsi lutein setiap hari untuk mata dan ia khawatir terjadi alergi. Menurut kak Yella, bisa ya, bisa tidak. Kita harus tetap pantau terus dengan dokter yang merawat. Jika tidak alergi lutein. Silakan dilanjutkan terapi dengan dokter. Dokter lebih tahu kondisi pasiennya, jangan lupa imbangi dengam konsumsi sayuran segar mentah dan buah.

Kembali ke bahasan mengenai tepung tepung pulut apakah benar tepung tersebut berasal dari beras ketan ? Ya, memang benar, sesuai KBBI (kamus besar bahasa indonesia). Beberapa daerah menggunakan istilah pulut untuk menyebut beras ketan (glutinous rice)

More question, autoimun sebenernya boleh nggak sih konsumsi gluten?
Tidak hanya autoimun, kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya juga. Kenapa?

Hal ini berkaitan dengan kondisi usus yang kotor. Gluten yang menempel pada usus halus, cenderung menarik toksin (racun), jamur, bakteri, dan sisa pencernaan. Usus yg kotor menjadi penyebab aneka penyakit.

Gluten dapat memancing respons imun secara negatif karena molekulnya besar. Meskipun tidak setiap penyandang autoimun bereaksi negatif terhadap gluten.

Contohnya :
Kawan saya 20 tahun autoimun. Saat memakan gluten yg bercampur dengan bahan kimia sintetis. Reaksi autoimunnya sangat cepat. Ketika beliau pergi ke Cina. Tepat di daerah perbatasan dengan gurun. Setiap hari kawan saya makan mie daging sapi selama beberapa hari. Anehnya, sama sekali tidak terjadi reaksi negatif dari gluten. Baik-baik saja.

Mie yang dibuat di sana, dibuat dari gandum yang ditanam alami. Saat membuat mie, tidak ditambahkan bahan kimia sintetis. Bisa jadi, kawan saya alergi gluten yang bercampur dengan bahan kimia sintetis.

Lalu apa alternatif pengganti tepung gandum? Bisa tepung beras, tepung jagung, tepung pulut, sorgum, tepung lainnya yang tidak ada gluten seperti tepung garut, tepung ubi, tepung singkong, tepung mokaf, tepung sagu, tepung pisang, tepung kentang

Kesimpulannya, silahkan konsumsi gluten jika tidak alergi. Ingat tetap batasi dosisnya. Meskipun tidak sakit. Apa salahnya tetap menjaga kebersihan usus kita. Bagi yang alergi, silahkan lakukan diet gluten free dengan dosis yg terkendali. Tetap jaga asupan buah dan sayur mentah. Semangat sehat ❤️

#J4 : Selamat Datang di Peta Perjalanan Telur-Telur

Alhamdulillah, sampai juga perjalanan telur saya di tahap empat. Pada pekan keempat #dongeng4 dibawakan oleh Pak Dodik. Meski singkat namun penjelasan bapak sangat mudah untuk saya pahami. Games mknggu ini seputar membut mind mapping alias peta belajar saya.
Mind map bagi saya yang visual ini menjadikan pikiran saya lebih sederhana dan sistematis.

Apa itu mind map?
Mind map adalah suatu teknis grafis yang memungkinkan kita untuk mengeksplorasi seluruh kemampuan otak kita untuk keperluan berpikir dan belajar. Cara kerja mind map sesuai dengan cara kerja alami otak manusia. Mind map memungkinkan penggunanya melihat gambaran keseluruhan sekaligus detil permasalahan pada saat yang bersamaan. Dan hal ini seperti membaca sebuah peta. Ibarat kata jika kita tersesat saat berada di suaatu daerah yang kita belum pernah berkunjung kesana. Pasti kita akan kebingungan, lalu apa yang biasanya kita lakukan? Pasti kita lebih memilih peta sebagai solusinya. Dengan peta, seketika kita bisa tahu dimana kita berada dan kemana tujuan kita. Begitu pula dengan mind map. Mind map tidak lain adalah peta di otak saat kita sedang berpikir suatu hal. Nah, untuk dapat menemukan kemana tujuan pemikiran kita, kita membutuhkan sebuah peta.,, dan peta itu adalah mind map. Seperti halnya saat melihat sebuah peta perjalanan, kita tidak akan bingung menghubungkan antara rumah kita dengan tujuan perjalanan kita karena semua jalan sudah ‘terhubung’. Begitu pula saat otak kita membaca sebuah mind map.

Hm, saya jadi semakin bersemangat membuat mind map perjalanan telur saya. Mind map ini sifatnya unik sehingga akan lebih mudah diingat dan dievaluasi nantinya. Baiklah, berikut ini peta perjalanan telur saya.

Meskipun terlihat rumit dan panjang tetapi proses membuat peta perjalanan ini lumayan mengurai keruwetan yang ada di dalam pikiran. Dan, satu hal lagi yang membuat saya semakin semangat adalah hilangnya ‘ketakutan’ atas daftar panjang keahlian yang saya butuhkan untuk bisa hidup lebih mandiri dan berdaya dari rumah. Saya memang belum punya semua keahlian tersebut, tetapi saya berusaha keras untuk belajar dan menguasai beberapa keahlian yang menunjang kehidupan. One more skill at a time, secara teus menerus. Semangat 💪

#mindmapping
#perjalanantelur-telur
#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

J#3 : Menemukan Cara Belajar

Alhamdulillah sampai juga di tantangan telur tahap ketiga. Meskipun keskip liburan akhir tahun yang lumayan mengacaukan ritme, akhirnya saya harus kembali menata diri, pikiran dan hati agar tetap fokus on track. #Dongeng3 bersama ibu Septi 2 hari yang lalu belum selesai saya buat resumenya karena kondisi yang masih sering mobile. Btw, kembali ke kelas Bunda Cekatan jadi, di tantangan kali ini saya akan membreak down perjalanan telur saya. Setelah melacak kekuatan diri di telur hijau kemudian menetapkan keterampilan yang ingin saya tekuni di telur merah, maka di tahapan telur orange ini saya ingin membagikan beberapa tujuan belajar dan cara saya belajar atas kebutuhan ilmu yang ingin saya dapatkan.

Baca juga : J#2 : Latih Skillmu, Tingkatkan Keterampilanmu

Sebenarnya pada jurnal#1 dan jurnal#2 saya sedikit banyak sudah menyinggung apa strong why dan tujuan belajar untuk mendukung aktifitas sehari-hari saya. Di jurnal#3 ini saya menentukan beberapa ilmu yang akan saya pelajari dalam waktu dekat antara lain :

1. Nutrition
Sebagai seorang ibu yang merupakan tonggak dari keluarga maka saya merasa perlu untuk belajar ilmu nutrisi. Ibu sebaiknya mengerti tujuan,urutan, pola, bahan makanan sehat. Ibulah yang menyediakan makanan dan minuman di rumah. tulah kenapa seorang ibu wajib melek kesehatan. Tubuh manusia, sebenarnya sudah dirancang oleh Allah dengan amat sempurna. Allah memberikan kita sistem pertahanan berlapis-lapis, sistem kekebalan supaya tidak mudah sakit. Lalu pertanyaannya, kenapa tetap saja ada manusia yang jatuh sakit sedang Allah sudah memberikan pertahanan tubuh sedemikian canggih? Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena adanya akumulasi makanan yang tidak alami dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak alami serta terakumulasi dalam jangka waktu yang lama. Beruntung lho tubuh ini ciptaan Allah, kalau bukan ciptaan Allah mungkin mereka sudah lama mogok, yakan?
Jadi, yang perlu kita tahu. Akar dari banyaknya penyakit yang muncul adalah terkurasnya enzim yang ada di dalam tubuh dan kurangnya asupan enzim sebab makanan dan pola hidup. Hiks
Enzim itu jumlah ribuan, produksinya pun tidak sendiri-sendiri tetapi ada enzim prototipe yang dibuat terlebih dahulu kemudian diubah menjadi enzim spesifik yang dapat difungsikan sesuai kebutuhan. MasyaAllah mempelajari sistem di dalam tubuh ini semakin menambah rasa syukur atas segala nikmat Allah.

Nah, sebelum jauh belajar, saya sendiri memilih food combining sebagai panduan dalam menyediakan olahan pangan di keluarga sejak tahun 2015. Semakin kesini saya terus belajar dan menambah jam terbang agar tetap bisa istiqomah dengan pola hidup sehat dengan mempraktekkan ilmu yang saya dapat melalui beberapa kelas online yang diampu oleh bapak Wied Hary (Nutripreneur), Mr Yeow (Pakar nutrisi lulusan Nasional University of Singapore dan Pusat Studi Nutrisi eCornell dan T Colin Champbel), Back To Basic n Fermentation, dan Kelas Muslimah Melek Sehat yang diampu oleh dr. Herlin.

Sumber ilmu untuk menunjang kemampuan saya antara lain :
1️⃣ Buku Food Combining (kombinasi makanan serasi) by Andang W Gunawan.
2️⃣ Buku 105 Resep Sedap Vegetarian : Food Combining – Makan Enak Untuk Langsing dan Sehat by Wied Harry Apriadi.
3️⃣ Buku Keajaiban Enzim Awet Muda by Hiromi Shinya

2. Homeeducation
Saya mengenal konsep homeeducation dari sebuah seminar fitrah based education yang dipandu oleh ust. Harry Santosa pada tahun 2017. Apa itu FBE? Fitrah based Education adalah model pendidikan untuk mendidik, merawat, menumbuhkan potensi potensi fitrah manusia agar tidak menyimpang dari potensi dasarnya bahkan menguatkan potensi potensi itu menjadi peran peran terbaik dan akhlak mulia. Sepulang daru sanalah saya tergugah untuk menerapkan pada keluarga. Hingga kini anak sulung saya sudah berumur lima tahun dan sebagai fasilitator saya dituntut untuk lebih fokus membuat portofolio perjalanan belajarnya. Meski belum bersekolah, keluarga kami memilih fokus menerapkan konsep parenting Nabawiyah yang digagas oleh Ust. Budi Ashari.

Parenting Nabawiyah adalah konsep pendidikan keluarga berbasis Nubuwah (kenabian).Sumber utama dari Parenting nabawiyah adalah Al-qur,an hadits serta sejarah-sejarah bagaimana ulama-ulama terdahulu mendidik anak sehingga melahirkan generasi yang luar biasa. Tak hanya bersinar di dunia namun juga gemilang hingga akhiratnya. MasyaAllah semoga Allah memudahkan segala prosesnya. Untuk menunjang keterampilan saya mendidik anak maka saya harus terus belajar mengupgrade pengetahuan saya melalui kelas online dari rumah inspirasi dan kuttab al fatih dan menerapkan kepada anak-anak. Sumber ilmu untuk menunjang kemampuan saya antara lain :
1️⃣Buku Prophet Parenting by Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid
2️⃣Buku Fitrah Based Education by Ust. Santosa
3️⃣Buku Inspirasi dari Rumah Cahaya by Ust. Budi Ashari.
4️⃣Modul Orientasi Kelas Kuttab Al Fatih
5️⃣Modul Strategi Pembelajaran by Rumah Inspirasi.

3. Botany
Botani merupakan ilmu yang saya butuhkan untuk menunjang sustainable living skill. Sambil berjalannya waktu saya belajar bertanam dengan metode permakultur maka saya perlu sekali belajar ilmu botani. Kenapa sih kita kudu memiliki banyak keahlian untuk bisa mandiri/sustainable? Karena kita kudu bisa bergantung pada diri sendiri lebih dari kebiasaan orang-orang yang hidup di area perkotaan. Sejak tinggal di Tanjungpinang saya semakin tertantang untuk berproses karena ternyata banyak sekali hal yang memanjakan hidup saya selama ini. Oleh karenanya, setelah membuat list di telur merah tempo hari maka saya memutuskan tahun ini akan fokus belajar ilmu botany dan keterampilan membuat personal care. Semoga di tahun-tahun berikutnya saya semakin bisa hidup mandiri sebagai homesteader. Berikut ini sumber ilmu yang saya jadikan panduan untuk belajar :
1️⃣ Buku Materi Botany n Foraging Course bersama Mas Heri Santosa
2️⃣ Buku Kebun Botani Tanaman Tropis by Rabia Edra Almira
3️⃣ Buku Tanaman obat tradisional jilid I-III by Sopandi

4. Personal Care
Saya tertarik untuk belajar membuat personal care sejak saya menyadari bahwa selama saya hidup sudah terlalu banyak ‘menyampah’. Sudah berapa ton sampah yang saya hasilkan dan mencemari lingkungan. Akhirnya saya berada pada satu titik untuk memilih hidup minimalis. Hidup lebih berkesadaran dan back to nature. Pelan-pelan saya berproses dan memutuskan untuk memakai personal care buatan sendiri. Dengan niat minim sampah dan agar terhindar dari segala bahan kimia yang biasa terkandung dalam produk komersil. Tahun ini saya ingin lebih terampil sehingga lebih berdaya dari rumah dan semakin meminimalkan kiriman sampah ke TPA. Berikut ini sumber ilmu yang saya jadikan panduan untuk belajar seputar diy personal care :
1️⃣ Buku Making Soap from Scratch by Gregory Lee White
2️⃣ Modul berbagai kursus online yang diampu oleh ibu Deasy Greenmommy, Mba Dita Kencana Body Kencana, Mba Aulia dll.
3️⃣ Bebagai video tutorial untuk membuat personal care.

Gaya belajar saya visual dan sedikit audio. Saya lebih senang membaca dan belajar dari berbagai referensi buku. Setelah belajar mandiri, saya senang berdiskusi dengan para maestro kemudian menuliskannya ke dalam jurnal/buku catatan pribadi saya. Setelah itu barulah saya praktekan, learning by doing.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

J#2 : Latih Skillmu, Tingkatkan Keterampilanmu

Malam ini #dongeng2 bersama Mas Pandu, menantu Ibu Septi. Seru sih menyimak penjelasannya yang khas. Apalagi latar belakang pendidikannya IT dan berkecimpung di dunia start up. Nyambung gitu saat beliau menjelaskan karena saya pun sudah familiar dengan bahasan start up dan kecepatan inovasi. MasyaAllah, meski emak-emak ternyata kita memang perlu tahu info terkini. Memilah dan mengambil wawasan apa yang perlu masuk ke dalam pikiran.

Oke, back to topic mas Pandu menjelaskan tentang konsep metakognisi. Sebelumnya saya pernah membaca bab ini saat belajar membuat RPP untuk lesson plan anak di buku Diferensiasi : Memahami Pelajar untuk Belajar Bermakna & Menyenangkan karya Mbak Najelaa Shihab. Nah, di sini saya seperti direfresh kembali pengetahuan tentang itu. Kajian tentang apa itu metakognitif atau biasa disebut metakognisi? Mengapa metakognisi itu penting dan bagaimana mengimplementasikan metode ini dalam proses belajar sangat ingin saya ketahui kala itu. Dimana saya belajar menjadi ‘pendidik’ (baca : gurunya anak-anak).

Ternyata saat belajar di kelas #Bunda Cekatan ini saya mendapat banyak insight bahwa dalam proses belajar kita harus terlebih dahulu memahami bagaimana cara belajar, memahami kemampuan diri, dan paham strategi belajar terbaik agar menghasilkan hasil seefektif mungkin. Jika dibandingkan dengan proses belajar melalui media buku ternyata belajar menggunakan audio seperti live malam ini mengasyikan juga. Banyak ilmu yang didapat namun saya tidak bosan mendengar penjelasan dari Mas Pandu karena diskusinya menarik dan banyak hal baru yang membuat saya manggut-manggut *bener juga ya batin saya.

Jadi, di awal diskusi Mas Pandu menjelaskan tentang bagaimana sih fokus belajar mandiri itu. Apalagi saat ini kan kita hidup di zaman dimana banyaknya arus informasi dari berbagai macam sumber. Ada tujuh hal penting yang harus kita pahami sebagai kunci seorang pembelajar mandiri antara lain

1. Mengambil inisiatif dari diri kita sendiri
2. Dengan atau tanpa bantuan orang lain,
3. Mendiagnosa kebutuhan belajar
4. Formasi tujuan belajar
5. Identifikasi sumber daya kebutuhan belajar kita itu apa saja
6. Memilih dan mengimplementasikan strategi belajar
7. Evaluasi hasil belajar
Evaluasi;
– sudah lengkap belum?
– sudah wajar belum urutannya?
– stuck kah di pembelajaran kita?

Dalam proses belajar tidak mengapa jika kita pernah merasa stuck lalu malas, kalau berada dalam kondisi seperti iti berarti saatnya berhenti. Kita bisa berganti topik. Dan terus lakukan sampai nemu yang klik di hati 💚 Tidak ada kegagalan dalam belajar. Mencoba bukan untuk gagal, tetapi menemukan yang tidak kita suka. Hanya kita yang tahu seberapa banyak hasil belajar membawa kebaikan dan manfaat dalam diri dan tentunya keluarga.

Sampai disini saya mulai memahami diri ini, ilmu itu memang beririsan saling melengkapi satu sama lain. Saat saya merenung, benar juga pernyataan Mas Pandu ini. Ketika tahun kemarin saya mendapat rezeki belajar beberes dengan metode #konmari bersama gemar rapi entah mengapa sepertinya semesta pun mendukung. Tak lama setelah itu, saya pun diterima untuk belajar minim sampah bersama Ibu Dini Kusumawardhani, dan setelah dijalani kedua ilmu ini memang saya butuhkan bahkan saling melengkapi. MasyaAllah, pencerahan malam ini membuat saya semakin yakin melangkah menjalankan kegiatan apa saja yang meningkatkan indeks kebahagiaan diri ini..

Sampai disini saya mulai memahami diri saya, ilmu itu memang beririsan saling melengkapi satu sama lain. MasyaAllah, pencerahan malam ini membuat saya semakin semangat untuk melengkapi peta belajar yang ada dalam otak ini. Hm, sepertinya 2020 akan menjadi langkah baru saya untuk lebih tertib dalam menukis jurnal. Kegiatan menulis jurnal dan sedikit menggambar ternyata bisa menjadi salah satu terapi setelah menghadapi rutinitas yang menjemukan selama seharian berjibaku dengan urusan domestik.

Setelah disimak dan didengarkan berulang-ulang, tingkat percaya dengan diri sendiri pun semakin meningkat. Melihat peta belajar orang lain boleh saja tetapi fungsinya hanya sebagai referensi kebutuhan belajar. Alhamdulillah, saya tahu yang terbaik untuk diri saya. So, saya akan melakukan sesuatu dengan enjoy dan happy.

Teknik interliving juga dapat kita lakukan dalam proses implementasi strategi belajar. Teknik interliving adalah proses mengaplikasikan ilmu dalam konteks lain dalam berbagai hal. Fungsinya yaitu untuk menuntut diri kita lebih berfikir kembali, sehingga menemukan Aha Aha yang baru 😍 MasyaAllah, betapa menyenangkannya proses belajar itu.

Setelah melacak kekuatan diri dalam permainan telur hijau pekan kemarin maka pekan ini saya akan mengisi telur merah dengan keterampilan apa saja yang ingin saya pelajari sebagai amunisi transformasi diri. Berikut ini rincian keterampilan apa daja yang ingin saya pelajari dan saya tambah jam terbangnya antara lain sebagai berikut :

1. PAHAM KURIKULUM IKUTTAB
Terkait dengan pilihan travel schooling sebagai proses belajar keluarga kami maka saya mau tidak mau harus terampil mendampingi kegiatan pendidikan anak-anak meski tantangannya harus belajar dimana dan bersama siapa saja. Ikuttab kami pilih karena valuenya sesuai dengan visi misi keluarga kami. Kegiatan belajarnya pun simple dan tentunya tidak memberatkan karena disesuaikan dengan kemampuan anak. Anak sulung saya kebetulan baru berusia lima tahun. Kami ingin sekali memasukkan ia ke dalam Kuttab (semoga Allah mengijabah do’a kami, aamiin ya rabbal alamin). Ikhtiar yang ingin saya lakukan saat ini adalah meningkatkan keterampilan memahami ilmu iman dan Qur’an sesuai dengan modul Kuttab Al Fatih melalui kelas orientasi di ikuttab awal. Alhamdulillah Allah bukakan jalan melalui kelas online di tahap awal ini saya belajar perlahan demi peradaban yang gemilang.

2. Retreat Nutrition
Keterampilan retreat nutritiom saya peukan dalam aktivitas healthy cooking. Retreat nutrition merupakan titik awal yang baik bagi kami yang masih terus berusaha pelan-pelan meninggalkan daging dan makanan yang dimasak. Pelan-pelan sambil belajar saya mencoba untuk menghadirkan makanan bernutrisi utuh untuk keluarga. Saya tidak sedang bercerita tentang metode dan aliran diet yang macam-macam. Bab memperbaiki kebiasaan makan, sesungguhnya jika kita mau kembali kepada petunjuk hidup sesungguhnya Allah sudah merinci semuanya di dalam surat Abasa. Allah tidak suka dengan hamba-Nya yang makan dengan berlebih-lebihan (Al A’raf 7:31). Disini maksudnya, kita harus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh lewat makanan pokok dan mengurangi camilan. Makan produk Allah, ditumbuhkan oleh Allahq dan kembali lagi ke tanah.
Jadi, untuk menguasai keterampilan ini maka saya wajib memperhatikan komposisi bahan makanan yang seharusnya ada di piring anggota keluarga.
📍Nasi
Berdasarkan Abasa-27, dimana kita diperintahkan untuk mengkonsumsi biji-bijian, dalam hal ini padi-padian.
📍Protein Nabati
Berdasarkan ayat yang sama, yaitu Abasa-27. Dalam hal ini biji-bijian dalam bentuk kacang-kacangan seperti tahu atau tempe
📍Sayuran (Abasa 28)
📍Protein Hewani (Yasin 72)
📍Air yang cukup (Abasa 25)

Kemudian kita juga harus mengkonsumsi buah-buahan di luar makanan pokok, hal ini sesuai dengan Abasa 28. Ayat ini menjelaskan sebagian besar nabati dan sebagian kecil hewani. Dan semua ini diciptakan untuk kesenangan manusia. Masyaa Allah, maka tidakkah kita memahami ayat ini, betapa baiknya Allah kepada kita ♥️

3. Sustainable Living Skill
Jika dibuat list akan banyak sekali keterampilan untuk bisa hidup mandiri sebagi homesteader. Sebagai perantau yang sebelumnya pernah tinggal di Batam dengan segala kemudahannya saya mendadak dipaksa untuk insyaf dan berpikir segera move on. Ditambah setahun terakhir tinggal di Tanjungpinang membuat saya membuka mata, pikiran dan hati. Ternyata hidup sederhana dan menikmati apa yang ada justru lebih membahagiakan. Membuat saya lebih mandiri dan sadar penuh sustainable living itu kebutuhan bukan sekedar gaya hidup atau trend. Nah, beberapa keterampilan yang dalam waktu dekat ingin saya pelajari dengan penuh kesungguhan antara lain berkebun (permaculture), memasak & baking, membuat sabun dan personal care, membuat produk pembersih rumah, membuat lilin, keahlian kondisi kegawat daruratan, pengobatan herbal, memanen air hujan, pengawetan makanan&preserving,dll. Dan ternyata banyak sekali keterampilan yang harus dipelajari. Nah, melihat serentetan list keterampilan yang harus dipelajari maka saya harus memilah mana-mana keahlian penting yang harus saya miliki agar kehidupan yang lebih mudah untuk dijalani dan mana-mana yang harus saya miliki demi persiapan memulai berhomestead nantinya. Bismillah perlahan semoga bisa tertunaikan semuanya. Aamiin ya rabbal alamin

4. FORAGING
Foraging merupakan salah satu keterampilan yang mesti saya pelajari dan gali lebih dalam lagi. Saya belum menemukan istilah ‘foraging’ dalam bahasa Indonesia yang tepat. Tetapi kalau istilah (term) dalam bahasa Jawa adalah ‘ngramban’. Meramban kalau dalam bahasa Jawa maknanya mencari tanaman atau buah yang bisa diolah atau dimakan langsung (edible). Penting memiliki keterampilan ini apalagi buat keluarga kami yang berencana (jangka panjang) menjadi homesteader. Keseruan kegiatan foraging juga ingin saya tularkan kepada anak-anak. Entah mengapa sejak jaman sekolah saya itu demen banget kalau jalan ke semak-semak, baik itu kebun atau masuk hutan lalu nemuin sesuatu yang bisa dimakan. Mengamati berbagai makhluk ciptaan Allah yang tinggal di sisi lain dari kehidupan kita sehari-hari. Banyak wawasan yang masih melekat dalam ingatan jika ditelusuri lagi. Foraging memang seru, namun tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Butuh bekal literasi ilmiah, pengalaman empiris dan langkah-langkah eksperimental. Hm, emak kudu rajin baca n belajar terus. Semangat belajar dan berpraktek 💪

5. DIY
Tugas saya sebagai fasilitator pendidikan anak usia dini dan usia TK adalah membantu mereka mencapai perkembangan semua aspek secara maksimal. Keterampilan DIY sangat saya butuhkan dalam aktifitas menemani anak belajar. Saya sadar betul keterampilan ini akan bermanfaat dalam menciptakan berbagai media yang sesuai dalam kegiatan pembelajaran. Meningkatkan inovasi saya sehingga menyajikan pembelajaran yang lebih menarik. Mempermudah saya juga dalam melatih kreativitas anak. Bismillaahirrahmaniirahim, semoga kemampuan DIY saya semakin berkembang seiring bertambahnya jam terbang bebikinan bersama anak.

Setelah merinci keterampilan apa saja yang ingin saya kuasai sebagai upaya mendukung aktifitas saya sehari-hari maka semakin jelas pula langkah apa saja yang akan saya ambil setelah ini. Dalam sebuah rencana kehidupan, adanya goal akan membuat hidup kita lebih terarah. Saat menetapkan tujuan, kita akan lebih fokus pada hal-hal yang kita inginkan dan tidak terganggu dengan persoalan yang terjadi. Semoga Allah memudahkan proses metamorfosa diri ini. Bismillaahirrahmaniirahim 💕

#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

J#1 : Lacak Kekuatanmu, Lebarkan Sayapmu

Alhamdulillah.. Alhamdulillah… Alhamdulillahilladzi tatimmush sholihat, tiada henti saya panjatkan rasa syukur tiada terkira bisa terangkut dan masuk ke dalam kelas belajar baru di Ibu Profesional. Saya sangat tidak menyangka akan secepat ini menempuh tahapan belajar di kelas Bunda Cekatan. Apalagi kesempatan belajar kali ini diampu langsung oleh Ibu Septi, masyaAllah kesempatan langka sekali

Lalu, apa sih kelas Bunda Cekatan itu? Senang sekali mendengar kisah Ibu dimana saat usia pernikahan delapan tahunnya Ibu Septi baru menyadari apa yang menjadi kegalauannya sehingga kurang bahagia. Kelas Bunda Cekatan ini ada agar supaya para perempuan, istri dan ibu memahami ketrampilan dalam mengembangkan materi, teknologi, metode, peralatan, dan pelatihan untuk mengembangkan potensi diri mereka sebagai individu, ibu, dan istri.

Kelas Bunda Cekatan ini terdiri dari empat tahapan yang harus dilalui antara lain :

1. Tahap I
Kelas Telur Telur merupakan tahap awal kami, peserta kelas belajar untuk mengenal diri sendiri (Who Am I) dan mengidentifikasi kekuatan diri sehingga kami paham dan akan cekatan di bidang apa.

2. Tahap II
Kelas Ulat merupakan kelanjutan dari tahapan mengenal diri dan paham akan cekatan di bidang apa. Setelah paham maka kita akan belajar mencari ilmu dan sumber ilmu dari mana saja sesuai dengan kebutuhan kita.

3. Tahap III
Kelas Kepompong merupakan momentum dimana kita menerapkan ilmu yang sudah didapatkan dan dipelajari.

4. Tahap IV
Kelas Kupu-Kupu merupakan tahapan akhir. Kita diharapkan mulai praktek, berbagi pengalaman kepada orang lain.

Setelah menyimak penjelasan ibunda pada live #dongeng1, saya sangat terkesan dengan sebuah kalimat yang ibu sampaikan bahwa “seorang ibu berhak untuk bahagia”. Dari situ ingatan saya menerawang kembali pada film Joker yang sempat viral beberapa bulan yang lalu. Film Joker mengupas tentang masalah kejiwaan dan kepribadian.

Secara tidak langsung hal ini mengingatkan saya betapa pentingnya mengenal diri untuk menjadi diri sendiri dan bahagia sesuai versi saya sendiri. Ya! Di pekan pertama ini saya akan belajar tentang bagaimana memilih prioritas aktivitas. Hampir mirip dengan apa yang sudah saya lalui di kelas matrikulasi, namun bedanya saat ini saya akan memilih aktivitas apa saja yang selanjutnya menjadi kekuatan saya dan akan terus saya asah demi meninggikan gunung. Aktivitas yang saya suka dan bisa. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah membuat diri saya bahagia dan keluarga pun demikian.

Nah, tugas pertama pada pekan ini adalah MELACAK KEKUATAN DIRI. Sesungguhnya, Allah telah menciptakan manusia sebaik-baiknya makhluk. Manusia itu unik, tiada ada duanya di dunia ini. Mengapa begitu? Karena jika kita hitung berapa jumlah manusia yang telah Allah ciptakan di dunia ini tak ada satu pun yang sama walau kembar sekalioun. MasyaAllah. Saking uniknya diri kita ini very limited edition😍

So, jangan pernah bilang diri ini hanya remahan rengginang atau kerupuk. Mau sampai kapan kayak gitu terus? Kita perlu mengenali diri sendiri lebih baik lagi. Jangan terjebak dengan rutinitas karena terkadang kita merasa terlalu overload,jenuh dan stress. Seketika merasa banyak yang ingin dikerjakan tetapi tidak ada satu pun yang selesai. Hiks..

Senang sekali dalam kelas ini kami disuguhi permainan mengisi telur-telur hijau. Setiap orang memiliki hal yang disukai, disukai tapi tidak bisa, bisa tetapi tidak suka atau bahkan tidak bisa dan tidak suka. Demi melacak kekuatan diri dan ingin menambah jam terbang di bidang itu, maka berikut ini lima kekuatan yang ingin saya dalami lagi beberapa tahun ke depan.

1. Healthy Cooking

salah satu cookies berbagai kacang kesukaan anak-anak

Saya sangat senang dengan kegiatan memasak dan membuat kudapan untuk keluarga. Di rumah saya sudah mulai membuat tahu dan tempe sendiri, cemilan untuk anak-anak yang rendah gula dan garam, serta menu harian keluarga. Motivasi tertinggi saat melakukan aktifitas ini adalah karena ingin melayani kebutuhan keluarga dengan baik. Oleh karena itulah saya sangat berbinar saat mencoba menyajikan makanan kepada keluarga saya melalui tangan saya sendiri.

Jika ditanya mengapa harus healthy? Jawabannya, karena kesehatan merupakan salah satu unsur penunjang utama dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dan bekerja serta aktivitas lainnya. Imam asy-syatibhi dalam Kitabnya Fi Ushul Al-Ahkam, mengatakan bahwa tujuan kehadiran agama Islam dalam rangka menjaga agama, jiwa, akal, jasmani, harta dan keturunan. Oleh karena itu dalam melaksanakan tujuan kehadiran agama Islam tersebut, maka kesehatan memegang peranan yang sangat penting. Tanpa adanya kondisi kesehatan seseorang , maka dengan sendirinya berbagai upaya untuk memenuhi kewajiban pokok akan sulit dilaksanakan. Kesehatan merupakan modal pokok dalam mencapai tujuan kehadiran agama. Itulah kenapa sebuah keluarga muslim wajib melek kesehatan. Tubuh manusia, sebenarnya sudah dirancang oleh Allah dengan amat sempurna. Allah memberikan kita sistem pertahanan berlapis-lapis, sistem kekebalan supaya tidak mudah sakit.

Namun, faktanya saat ini kenapa tetap saja ada manusia yang jatuh sakit sedang Allah sudah memberikan pertahanan tubuh sedemikian canggih? Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena adanya akumulasi makanan yang tidak alami dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak alami serta terakumulasi dalam jangka waktu yang lama. Kesempatan mempelajari sistem di dalam tubuh ini semakin menambah rasa syukur atas segala nikmat Allah. Betapa sayangnya Allah kepada manusia sehingga ditumbuhkanNya beragam tumbuhan beraneka warna dengan manfaat yang saling melengkapi yang tidak lain dan tidak bukan untuk kita makan. Ternyata makan yang halal saja itu tidaklah cukup, Mak. Makanlah yang tayyib, yang dibutuhkan oleh tubuh bukan makan sekedar memuaskan rasa lapar dan lezat sebagai goals. Bismillah semoga kami sekeluarga bisa terus menjalankan prinsip makan berkesadaran demi menjaga amanah tubuh dari Allah.

Baca juga : Menata Raga : Kembali Hidup Sederhana dan Selaras dengan Alam demi Kesehatan yang Lebih Baik

2. Writing
Pada dasarnya saya suka mempelajari hal yang baru dan menghubungkan informasi dengan keadaan nyatanya. Latar belakang pendidikan saya di bidang hukum menyebabkan saya senang bertemu dengan berbagai macam karakter orang dan berbagi apapun bersama mereka. Selain terus mengupdate informasi terkini di bidang hukum, saya concern dengan informasi yang berkaitan dengan parenting, psikologi dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan agama islam karena sudah menjadi kebutuhan sehari-hari saya saat ini. Untuk bidang pekerjaan, meski lulusan Magister Kenotariatan, entah mengapa hingga saat saya belum rela membagi waktu dan fokus bekerja di bidang ini. Saya merasa enjoy membersamai anak-anak karena banyak hal di rumah yang justru semakin menambah cakrawala wawasan dan pengetahuan saya. Berbagai macam pertanyaan ajaib dari anak-anak menurut saya justru lebih menarik untuk dicari jawabannya dan dijadikan bahan diskusi bersama. Ternyata dunia anak-anak mengubah saya yang dulunya sangat tidak suka jika ada anak yang bermain ke rumah justru kini saya sangat menikmati bermain dan belajar bersama mereka. Entahlah, sejak punya anak dan belajar parenting, saya malah lebih tertarik pada pendidikan anak-anak dan ingin terus belajar agar bisa menfasilitasi mereka. Menulis buku cerita anak, kisah inspiratif dan jurnalistik kebudayaan menjadi salah satu aktifitas menyenangkan yang merupakan salah satu me-time bagi saya.

di dalam buku seri ensiklopedia ini ada tulisan saya sebagai bentuk kecintaan saya terhadap cagar budaya Indonesia

3. TravelSchooling
Hingga saat ini, keluarga kami adalah pelaku homeeducation dan senang melakukan travelling. Kegiatan travelschooling ini kami jadikan sebagai proyek keluarga. Saat travelling kami jadikan sebagai momen keluarga untuk belajar mengambil insight kala mengunjungi tempat-tempat tertentu. Kegiatan travelling yang biasa kami lakukan bukan hanya sekedar jalan-jalan dan berfoto saja tetapi kami berkunjung ke berbagai tempat yang bermuatan edukasi untuk mengenal budaya seperti museum, cagar budaya,belajar kearifan lokal di eco village, belajar ketahanan pangan di perkebunan, peternakan dan banyak lainnya.

peternakan sapi ini merupakan salah satu tempat belajar kami untuk sustainable living, bagaimana mengolah kotoran hewan menjadi biogass

Travelschooling ala keluarga kami adalah berpergian ke mana saja. Bisa ke rumah teman atau saudara, ke pasar, ke taman, masuk hutan, main di sungai, keliling pulau atau bahkan sekedar berkunjung ke tempat-tempat baru yang belum kami kunjungi. Target besarnya memang travelling yang agak jauh, untuk mengenalkan budaya, sejarah, kearifan lokal dan tempat baru.

Kegiatan mengenal dan belajar berbagai hal di tempat yang baru sungguh membuat saya bersemangat. Proses belajar yang keluarga saya jalani bukan hanya saat kami tiba di destinasi perjalanan akan tetapi justru banyak pelajaran saat menempuh perjalanan. Keluarga kami memang sering berpindah-pindah domisili (karena pekerjaan suami) sehingga kami sekeluarga memang sangat menyukai perjalanan jauh maupun dekat. Dalam sebuah perjalanan, banyak sekali skill yang bisa kami latih kepada anak-anak seperti bab kesabaran dan kehati-hatian. Selama perjalanan kami pun membuka ruang diskusi, belajar adab, mengenal banyak hal unik di luar rumah, berinteraksi dengan orang baru dan beradaptasi dengan tempat baru. MasyaAllah..

4. Photography

ini adalah salah satu foto jepretan saya saat berkunjung ke eco green park Trenggalek

Saya sangat antusias terhadap pemandangan indah di bumi ciptaan Allah dan mengabadikan dalam sebuah foto. Kalau ditanya apa obyek foto saya? Mulai dari keanekaragaman tanaman, hewan, bukit, gunung, jalan, air terjun, langit, laut bahkan rumah gedung pun semua saya sukai. Landscape Photography itulah kecenderungan genre foto saya. Hasil jepretan tersebut menunjukan ruang dalam dunia yaitu pemandangan alam, kadang-kadang luas tak berujung, namun terkadang mikroskopis. Foto landscape biasanya menangkap kehadiran alam tetapi juga dapat fokus pada buatan manusia. Alhamdulillah, bersyukur sekali memiliki suami dan anak-anak yang mendukung kesukaan saya ini. Kami biasanya mengunjungi beberapa tempat baru untuk memaknai perjalanan dan menambah kesyukuran.

5.Gardening

belajar bertanam di rumah

Gardening adalah hobi baru saya setelah memiliki anak. Dahulu sekali, saya tidak pernah tertarik dengan aktifitas berkebun. Bahkan ingin tahu seluk beluk mengenai tanaman pun tidak ada gairah. Namun, setelah memiliki anak yang senang bermain tanah, menanam pohon dan mengamati tanaman justru membuat saya ikut jatuh cinta dengan aktifitas ini. Kegiatan berkebun bagi setiap keluarga menurut saya adalah sebuah kebutuhan. Melalui kegiatan berkebun, kami sekeluarga dapat mengetahui dan menjamin kesegaran makanan yang kami konsumsi. Dengan kegiatan berkebun ini pelan-pelan saya jadi lebih aware saat mengkonsumsi bahan makanan. Saya selalu ingin memastikan makanan yang kami asup sehari-hari jelas asalnya dari mana dan juga cara perawatan serta perlakuan terhadap tanaman tersebut. Saya pun percaya pada mimpi keluarga kami untuk dapat membangun ketahanan pangan dari rumah. Semoga apa yang menjadi impian keluarga kami segera terwujud aamiin ya rabbal alamin.

Di dalam kuadaran tidak bisa tetapi suka saya memasukkan aktifitas art&craft dan keterampilan foraging meski tidak bisa tetapi saya punya kemauan kuat untuk mempelajarinya karena merupakan kebutuhan yang menunjang aktifitas saya di ranah suka dan bisa yaitu kegiatan travelschooling dan healthy cooking.

Dari hasil pemetaan potensi diri ini saya jadi semakin yakin bahwa aktifitas apapun yang kita bisa dan suka jangan dianggap sekedar hobi. Hobi itu membahagiakan ketika dikerjakan dan saat diseriusi pun bisa menghasilkan. Jadi, yuk kita cari tahu dimana kekuatan kita apa dan bersiap melebarkan potensi diri kita. Bismillah mengawal langkah perubahan di tahun depan semoga Allah memudahkan segala prosesnya.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Perempuan Harus Melek Hukum

Masih ingat dengan kisah ‘Layangan Putus’ yang viral di media sosial beberapa waktu yang lalu. Di balik kisah tersebut ternyata banyak hikmah yang dapat kita ambil sebagai seorang perempuan. Bagi yang belum tahu apa itu layangan putus, secara garis besar kisah tersebut menceritakan sebuah keluarga harmonis dengan empat anaknya.

Awalnya kehidupan rumah tangga mereka berjalan wajar dan bahagia. Namun, suatu ketika, secara tiba-tiba sang suami menghilang tanpa ada kabar selama 12 hari. Berbagai upaya dilakukan sang istri untuk mencari suaminya, namun tidak kunjung ada kabar. Hanya sebuah pesan yang masuk melalui gawai yang menyatakan agar istrinya tetap tenang di rumah. Setelah 12 hari berlalu, akhirnya sang suami kembali ke rumah dan terbukalah tabir misteri terkait keberadaan suami perempuan tersebut. Ternyata kepergian suami selama 12 hari adalah untuk berbulan madu dengan istri keduanya ke luar negeri. Bak disambar petir istri pertama tersebut sangat kaget mendengarnya, apalagi sebelumnya tidak pernah merasa memberi persetujuan pada suami terkait masalah menikah lagi.

Dilihat secara garis besar dari kisah tersebut, dapat disimpulkan bahwa sang suami telah melakukan poligami. Namun, jika ditilik dari peraturan hukum yang berlaku di Indonesia, perkawinan di Indonesia menganut prinsip monogami. Artinya, seorang pria hanya diperkenankan memiliki satu orang istri atau sebaliknya. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 3 ayat (1) UU Perkawinan yang menyebutkan “pada asasnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami.”

Namun ada kondisi tertentu dimana, dalam Pasal 4 UU Perkawinan, pengadilan dapat memberi izin atau mengabulkan permohonan seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan dengan kondisi tertentu. Pertama, istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri. Kedua, istri memiliki cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Ketiga, istri tidak dapat melahirkan keturunan.

Jika seorang wanita atau pria ingin melakukan poligami maka tetap ada syaratnya, lho. Di dalam Pasal 5 ayat 1 UU Perkawinan, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi suami untuk mengajukan permohonan beristri lebih dari satu orang atau sebaliknya. Apa saja itu?

Pertama, adanya persetujuan dari istri/ istri-istri;

Kedua, adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin berbagai keperluan hidup bagi istri-istri dan anak-anak mereka;

Ketiga, adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dan anak-anak mereka.

Dalam hal ini terdapat syarat khusus, yaitu persetujuan istri/ istri-istrinya tidak diperlukan jika mereka tidak mungkin dimintai persetujuannya dan tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian, atau apabila tidak ada kabar dari istrinya selama sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun, atau karena sebab-sebab lainnya yang perlu mendapat penilaian dari Hakim Pengadilan (Pasal 5 ayat 2 UU Perkawinan).

Perempuan wajib mengerti dan memahami dasar hukum perkawinan di Indonesia adalah UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam bagi mereka yang beragama Islam. Menurut KHI, apabila suami hendak beristri lebih dari satu orang, ia harus mendapat izin dari pengadilan agama. Jika perkawinan tersebut dilakukan tanpa izin dari Pengadilan Agama, perkawinan tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum (Pasal 56 KHI).

Ketentuan dalam pasal 5 ayat 1 UU Perkawinan berlaku sama dengan Pasal 57 KHI. Selain alasan untuk menikah lagi harus jelas, Kompilasi Hukum Islam juga memberikan syarat lain untuk memperoleh izin Pengadilan Agama. Syarat-syarat tersebut antara lain batasan seorang laki-laki hanya boleh memiliki istri lebih dari satu orang pada waktu yang bersamaan terbatas hanya sampai empat istri dan suami harus mampu berlaku adil terhadap istri-istri dan anaknya tersebut. (Pasal 58 KHI).

Persetujuan istri/istri-istri dapat diberikan secara tertulis atau dengan lisan. Namun, meskipun telah ada persetujuan tertulis, persetujuan ini dipertegas dengan persetujuan lisan oleh istri pada sidang Pengadilan Agama.Jika istri tidak mau memberikan persetujuan, Pengadilan Agama dapat menetapkan tentang pemberian izin setelah memeriksa dan mendengar istri yang bersangkutan di persidangan Pengadilan Agama. Terhadap penetapan ini, istri atau suami dapat mengajukan banding atau kasasi (Pasal 59 KHI).

Izin berpoligami oleh Pengadilan Agama dapat diberikan apabila alasan suami telah memenuhi alasan-alasan alternatif sesuai ketentuan Pasal 4 ayat (2) UU Perkawinan dan syarat-syarat kumulatif yang tercantum dalam Pasal 5 ayat (1) UU Perkawinan seperti yang dijelaskan di atas. Kedudukan izin untuk berpoligami menurut ketentuan normatif adalah wajib, sehingga apabila dilakukan tanpa lebih dahulu mendapat izin, maka perkawinan itu tidak mempunyai kekuatan hukum. Poin pentingnya, dengan demikian perkawinan itu juga tidak sah karena dianggap tidak pernah telah terjadi.

Dalam kisah layangan putus di atas, tidak dijelaskan dalam cerita mengenai pelaksanaan perkawinan suami dengan istri kedua melalui pernikahan yang sah atau nikah siri. Namun bisa dipastikan, bila sesuai dengan hukum yang berlaku dapat dianggap tidak sah dan berlaku perkawinannya karena suami tidak meminta izin pada istri pertama terkait hal ini. Suami tidak mengkomunikasikan sebelumnya dengan pihak istri terkait keinginannya. Sehingga istri merasa dirugikan dengan keputusan suami dan tidak mengetahui apa alasan suami ketika memutuskan untuk menikah lagi. Oleh karena itu, para perempuan sebaiknya mengetahui dan memahami hukum yang berlaku di Indonesia. Faktanya, kaum perempuan selama ini sering kali bersinggungan dengan hukum, baik sebagai korban ataupun sebaliknya. Semoga melalui kisah tersebut dapat menyadarkan betapa pentingnya perempuan untuk tahu tentang hak-haknya yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan agar tidak dibodohi, dibohongi, atau bahkan ditakut-takuti atas nama hukum oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Salam Ibu Profesional kebanggaan keluarga, tangguh dan berdaya 😊

Referensi :

1. UU Nomor 1 Tahun 1975 tentang Perkawinan

2. Peraturan Pemerintah No.9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU Nomor 1 Tahun 1975

3. Kompilasi Hukum Islam

4. Buku Ajar Hukum Perkawinan dan Keluarga