Belajar Menata Keuangan

Momen mendapat materi tentang menata keuangan kali ini bertepatan dengan selesainya satu tanggung jawab yang beberapa tahun terakhir menjadi porsi terbesar pengeluaran keluarga saya setiap bulannya. Nah, mumpung masih tengah bulan tidak ada salahnya saya mencoba mengevaluasi bagaimana saya mengelola uang yang saya terima dari suami. Sudahkah seluruh pengeluarannya saya atur dengan sebaik mungkin?

Sejak menikah mekanisme keuangan keluarga kami yang menghandle adalah suami. Dulu ketika saya masih bekerja, penghasilan bulanan saya masuk ke rekening tabungan saya sendiri. Biaya operasional rumah tangga kami menggunakan penghasilan suami dan beliau yang memegang arus keluar masuknya. Nah, sekarang semenjak saya menjadi stay at home mom tetap suami yang memegang kendali mekanisne keuangan keluarga. Saya hanya diberikan tugas untuk mengelola uang dalam pos kebutuhan rumah tangga saja. Memeriksa kesehatan keuangan keluarga biasanya secara rutin kami lakukan minimal satu tahun sekali atau momen ketika terjadi perubahan besar dalam kehidupan. Misalnya ketika kita mutasi ke kota baru atau setelah kelahiran anak, orang tua sakit atau saat terjadinya kenaikan/penurunan penghasilan dalam rumah tangga.

Nah, supaya mudah dalam melakukan tahap pemeriksaan keuangan maka biasanya saya melakukan hal-hal sebagai berikut ini:

1️⃣Membuat Catatan Harta dan Hutang
Catatan harta dan hutang ini saya tulis ke dalam buku akan memberikan gambaran tentang kondisi keuangan saat ini dan membantu mengukur perkembangan keuangan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai di masa depan.

2️⃣Membuat Catatan Pengeluaran dan Pemasukan Bulanan
Setahun terakhir ini saya belajar mencatat lebih terperinci berapa penghasilan keluarga dan berapa pengeluaran keluarga setiap bulan. Berapa uang yang dipakai untuk belanja harian, bayar listrik setiap bulan, tagihan internet, keamanan, membeli susu, kebutuhan dapur, bahkan budget untuk buah juga dicatat secara terperinci. Nah, di sisi lain suami yang kurang disiplin mencatat pos pengeluarannya setiap bulan. Jadi solusinya saya hanya membuat pos pengeluaran suami beserta nominalnya secara umum selama satu bulan.

3️⃣Menghitung Kapasitas Keluarga
Pada bagian ini saya mulai menghitung dan mencari tahu bagaimana kemampuan keuangan keluarga saya dalam menopang kebutuhan-kebutuhan yang ada. Terdapat 3 kondisi yang dihitung, yaitu :

▶️Perbandingan uang tunai dengan pengeluaran rutin
Setiap awal bulan (kalau nggak lupa) suami biasanya langsung tarik tunai sebanyak minimal 2 kali jumlah pengeluaran rutin. Sehingga, jika ada kebutuhan mendadak misalnya, tiba-tiba anggota keluarga ada yang sakit atau kendaraan mogok, maka tagihan-tagihan wajib yang harus dibayar masih bisa dilunasi. Kalau kata suami (beliau lebih ahli urusan keuangan daripada saya 😜), ukuran uang tunai ini adalah (jumlah uang tunai ditambah tabungan yang dimiliki) dibagi dengan (total pengeluaran dikurangi uang yang ditabung setiap bulannya). Angka ukuran uang tunai menggambarkan kapasitas keuangan sebuah keluarga untuk membiayai pengeluaran bulanan. Misalnya, angka ukuran tunai sebesar 2 berarti uang tunai yang dimiliki mampu membiayai 2 bulan pengeluaran. Ukuran uang tunai sehat adalah 4. Jika nilai ukuran uang tunai dibawah 4, maka dapat dikatakan tidak sehat. Alhamdulillah akhir bulan kemarin nilai ukuran uang tunai keluarga kami masih aman 😂

⏩Perbandingan Jumlah Cicilan Hutang dengan Penghasilan
Persentase maksimal yang bisa digunakan untuk membayar hutang adalah 30 % atau 1/3 dari penghasilan. Jika kita menggunakan lebih dari itu, maka kondisi keuangan keluarga bisa dikatakan buruk. Alhamdulillah keluarga kami terbebas dari hutang jadi tidak perlu pusing memikirkan jeratannya, alhamdulillah Allah cukupkan segala kebutuhan kami dan Allah berikan nikmat kesehatan.

⏭️Membandingkan Jumlah Uang yang Ditabung dengan Penghasilan
Menabung masih menjadi pilihan keluarga kami dalam berinvestasi atau sekedar dana cadangan di masa depan. Cara menghitung persentase menabung adalah dari jumlah uang yang ditabung per bulan dibagi penghasilan rutin per bulan. Dari angka ukuran menabung ini dapat diketahui berapa persen penghasilan yang digunakan untuk menabung. Angka ukuran menabung keluarga kami bulan kemarin sebesar 8%. Sedangkan angka ukuran menabung yang sehat minimal 10%, jadi kami masih di bawah target. Semoga bulan depan, kami bisa menabung sebesar 10% dari penghasilan rutin per bulan😇

EVALUASI KESEHATAN KELUARGA 👨‍👩‍👦‍👦

Setelah mengetahui angka-angka yang menggambarkan kemampuan keuangan keluarga, maka tahap selanjutnya adalah melakukan evaluasi. Menurut suami, kondisi kesehatan keuangan keluarga kami masih dalam level aman. Masalah klasik yang kami hadapi setiap bulan adalah kurangnya atau tidak adanya uang tunai siap pakai (suami biasanya lupa mengambil uang tunai untuk beberapa minggu di awal bulan) dan tidak otomatis menyisihkan penghasilan untuk ditabung. Karena saya hanya sebagai pencatat dan tidak punya kuasa lebih dalam mengatur arus keluar masuk jadilah kebiasaan menabung dilakukan setiap akhir bulan menunggu selisih dari penghasilan dan pengeluaran bulanan 🙄 (semoga selanjutnya bisa lebih mengencangkan ikat pinggang). Lalu apa solusinya?
Penyebab utama tidak tersedianya uang tunai adalah karena suami tidak memiliki kebiasaan menyisihkan pendapatan yang diterima dan baru ambil uang cash jika membutuhkan. Seharusnya, tabungan untuk dana cadangan harus selalu dialokasikan dalam anggaran keuangan keluarga bulanan tiap keluarga. Mulai awal bulan depan, kami harus segera membangun kebiasaan untuk mengalokasikan dana cadangan dalam bentuk uang tunai. Menyimpan dana cadangan dalam rekening terpisah, tanpa ATM supaya tidak selalu diambil sewaktu-waktu!

🌸Perencanaan Keuangan Keluarga
Tahapan penting dalam perencanaan keuangan keluarga adalah penyusunan anggaran rumah tangga. Anggaran keuangan keluarga harus disusun sehat dan masuk akal. Ada dua bagian besar dalam anggaran keuangan versi keluarga kami, yaitu pemasukan dan pengeluaran.
contohnya :

Pemasukan Rutin
1.Gaji
2.Tabungan
3. Uang Makan
4. Pendapatan usaha online

Pemasukan Tidak Rutin
1. THR
2. Bonus
3. Bonus Perjalanan Dinas

Pengeluaran Rutin
1. Biaya hidup bulanan
2. Abonemen listrik dan internet berlangganan
3. Iuran keamanan
4. Sedekah dan infaq
5. Belanja ATK

Perencanaan keuangan keluarga yang kami susun mengambil alokasi dana yang ideal pada masing-masing pos. Anggaran keuangan keluarga harus disusun tepat guna dan memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting. Untuk menyusun anggaran keuangan keluarga yang tepat guna itu kami menggunakan formula 50/20/30 budget.

Pelaksanaannya kurang lebih seperti berikut ini:

1️⃣ 50% pemasukan dialokasikan untuk pengeluaran yang tidak bisa ditunda misalnya biaya listrik, keamanan, internet berlangganan dan lain-lain juga termasuk pos yang masuk kategori ini. Kebutuhan pokok keluarga seperti makan dan minum juga masuk di sini. Intinya 50% penghasilan dialokasikan untuk pos kebutuhan pokok sehari-hari.

2️⃣ 20% dialokasikan untuk tabungan dan investasi.

3️⃣ 30% untuk pemenuhan kebutuhan lain misalnya rekreasi, biaya pulsa, dan lain-lain. Keluarga kami juga menganggarkan 10% sebagai pos dana darurat di kategori ini.

Keinginan keluarga kami dalam waktu dekat adalah umroh backpacker sekeluarga. Keluarga kami terdiri dari lima orang dan dibutuhkan biaya kurang lebih 20 juta untuk orang dewasa dan 18 juta untuk anak-anak. Jadi dana yang dibutuhkan kurang lebih 100 juta dengan target keberangkatan maksimal 3 tahun yang akan datang.

Kalau rumah atau mobil saja dapat dicicil, kenapa umroh tidak? Kami membuat istilah seperti ini supaya tertib menyisihkan uang untuk membayar ‘cicilannya’ per bulan. Saat ini sudah terkumpul setengah dari target. Untuk memenuhi kekurangannya kami berikhtiar dengan menyisihkan Rp. 200.000,- per bulan. Ya, biaya umroh bisa mulai dikumpulkan dengan uang kecil sekalipun. Asal diniatkan, direncanakan, dan diimplementasikan dari sekarang! Mudah-mudahan cita-cita kami terwujud 😇

Semoga kami bisa menjalankan perencanaan keuangan keluarga yang sudah kami susun dan semakin semangat meraih target yang ingin kami wujudkan. Berbekal komunikasi yang jujur dan terbuka, anggaran keuangan keluarga yang rapi, dan disiplin serta komitmen untuk menjalankannya. 📑

source : pinterest

#Task6GM
#gemarimadya
#angkatan1
#kelasI
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#menatajiwa
#berbenahalaindonesia
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemaritu

Iklan

Belajar Menjelajah Tanpa Prasangka

Setelah mereview materi belajar semua anak adalah bintang akhirnya saya menyimpulkan bahwa ternyata tidak hanya orang dewasa saja yang butuh merasa diterima. Anak-anak pun perlu memiliki konsep diri yang positif. Apa sih konsep diri positif itu? Secara sederhana, konsep diri yang positif ini adalah kemampuan anak untuk menilai diri mereka secara baik. Hal ini berpengaruh pada apa yang mereka tampilkan dan menjadi modal utama bagi anak untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Sayangnya, tidak semua anak memiliki konsep diri yang positif.

Anak yang memiliki konsep diri positif, dapat memandang, menilai dan memiliki persepsi yang positif mengenai dirinya. Kondisi ini dapat dilihat dari perasaan nyaman terhadap diri sendiri, rasa diterima oleh lingkungan sekitar, anak merasa berharga dan rasa mampu melakukan sesuatu hal dengan baik.

Mereka juga mampu menjadi dirinya sendiri, mampu memenuhi harapan-harapannya sendiri lebih daripada harapan orang lain terhadap dirinya. Anak dengan konsep diri positif juga lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman baru❤️ Saya merasa konsep diri positif, ini penting dan wajib dimiliki oleh setiap anak karena mempengaruhi cara anak bertindak. Dengan konsep diri yang positif, anak memandang dirinya secara positif, sehingga ia lebih percaya diri dalam bertindak. Ia lebih berani dalam #berusaha menghadapi masalah dan memiliki toleransi yang baik sehingga mudah #bangkit ketika memperoleh kegagalan.

Manfaat dari konsep diri yang positif salah satunya dapat memberi kesempatan yang lebih besar kepada anak untuk mengembangkan potensinya secara optimal. InsyaAllah mereka juga dapat berprestasi lebih baik di sekolah. dapat menetapkan tujuan dan membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Keinginannya untuk mencoba hal dan aktivitas baru juga lebih besar.

Lalu apakabar dengan anak yang memiliki konsep diri negatif? Sebaliknya, anak yang memiliki konsep diri negatif akan menunjukkan karakteristik sikap dan tingkah laku rendah diri😥 Hal ini dapat mengganggu proses anak beradaptasi di lingkungan sosialnya. Biasanya anak dengan konsep diri negatif akan menarik diri, sulit berbaur dengan lingkungan sosial, tidak mandiri, bahkan dapat menimbulkan perasaan terasing. Misalnya, ketika seorang teman mengajak bermain, tetapi si anak sedang tidak mau. Maka anak yang memiliki konsep diri yang positif akan berpikir, “Tidak mengapa, mungkin ia sedang ingin sendiri. Kan masih banyak teman yang lain, jadi aku bisa bermain dengan yang lain saja.” Sementara anak yang mempunyai konsep diri negatif akan mudah #terbakar emosi dan berpikir sebaliknya, “Dia tidak suka bermain bersamaku.”

Konsep diri negatif ini kabarnya juga dapat mempengaruhi pencapaian prestasi anak. Contoh nyata yang sering terjadi ketika seorang anak mendapat prestasi buruk maka akan berbeda responnya. Anak-anak yang memiliki konsep diri positif tak akan #patah arang dan terpacu untuk belajar lebih keras agar mendapat prestasi lebih baik sesuai minatnya. Berbeda dengan anak yang memiliki konsep diri negatif, ia akan mudah putus asa bahkan kemudian menganggap dirinya bodoh atau tak punya kemampuan untuk memperbaiki diri.

Orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembentukan konsep diri positif pada anak. Orang tua yang memiliki konsep diri positif akan menampilkan tingkah laku yang menunjukkan rasa percaya diri dan memiliki pandangan yang optimis. Konsep dan sikap tersebut pun “ditularkan” kepada anaknya, baik melalui proses meniru ataupun melalui momen evaluasi yang diberikan orangtua terhadap perilaku anak.

Kebanyakan anak kecil biasanya memiliki barang kesayangan, baik dalam bentuk boneka, bantal, #guling, selimut, baju, atau bahkan sapu tangan yang sudah dipakainya sejak masih bayi. Anak seringkali menjadikan barang kesayangannya tersebut sebagai teman bermain dan berinteraksi. Bahkan, barang kesayangan yang dapat membuat anak mengatasi rasa takut atau sedih yang sedang dirasakannya. Comfort object inilah yang akan memberi rasa nyaman pada anak ketika mereka belajar mengenal dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru dikenal dan ditemuinya. Seringkali orang tua gagal karena merasa tak tega merebut benda kesayangan anak. Bahkan kebanyakan terkesan membiarkan anak tetap bersama benda kesenangannya daripada harus mendengar anak merengek, menangis, atau marah.

Lalu sebagai orang tua yang bijak apa yang sebaiknya kita lakukan? Bagaimana seharusnya kita memperlakukan anak dan ucapan seperti apa yang bisa kita perdengarkan agar mampu membangun konsep diri positif? Orangtua dengan konsep diri positif akan menunjukkan ekspresi rasa sayang dengan sering memeluk atau memberikan pujian terhadap setiap usaha dan keberhasilan anak. Hal ini akan membuat anak merasa dirinya berharga dan menumbuhkan keyakinan pada diri anak akan kemampuan yang ia miliki. Jadi, mulai sekarang biarkan anak-anak mengetahui bahwa mereka memiliki kemampuan atau sesuatu yang dapat dibanggakan. 📑

#challenge5kata
#RumbelMenulis
#rumbelmenulisipbatam
#ipbatam
#aliranrasa
#Tantangan10hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#SemuaAnakItuBintang
#MultipleIntelligences
#ArtKids
#ProjectBasedLearning
#DailyJournal
#NatureArt
#Pandu45
#BakatBukanTakdir
#GurunyaKehidupan

Explore Kepri : Berkunjung ke Museum Bahari Bintan dan Jelajah Laut di Pantai Trikora III

Alhamdulillah Ahad, 14 April 2019, rumbel area Bintan berkunjung ke Museum Bahari Bintan. Museum ini terletak di Jalan Pantai Trikora Kilometer 36, Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Sekitar 15 anak beserta ayah bunda turut serta dalam kegiatan ini. Acara dimulai dengan tur keliling museum. Sayang tidak ada tour guide yang mendampingi kami menjelajah ke setiap sudut ruangannya. Jadilah kami mengeksplorasi dengan membaca informasi yang terletak di sudut kotak display koleksi museum ini. Museum dengan bentuk unik ini ternyata menyimpan sejumlah arca dan piring pecah belah dari pengangkatan harta karun bawah laut Kabupaten Bintan, peninggalan sejarah dari Dinasti Ming kerajaan China di masa lalu.

Selain itu, di lantai 1 gedung ini juga memajang beberapa koleksi alat tangkap laut yang digunakan oleh masyarakat asli Kepulauan Riau zaman dulu. Apakah itu? Ada miniatur alat tangkap ikan bubu, jaring, pukat dan bento, perahu-perahu serta berbagai jenis binatang laut hasil tangkapan yang telah diawetkan.

Museum dengan arsitektur bangunan menyerupai kapal laut besar ini merupakan museum pertama dan satu-satunya di Bintan. Tak ayal museum ini yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan sejumlah benda purba hasil pengangkatan harta karun bawah laut di Kabupaten Bintan tersebut. Museum dua lantai ini juga menyimpan 42 miniatur perahu-perahu yang memiliki nilai sejarah dan estetika yang sangat menarik. Museum ini dapat dijadikan sebagai tempat edukasi bagi anak-anak dalam mempelajari sejarah laut di Kepulauan Riau, mengenal kehidupan suku laut atau orang laut. Orang laut merupakan suku nomaden yang dulunya hidup di perahu (di atas laut) namun sekarang sudah menetap sebagai komunitas-komunitas kecil di kepulauan Riau seperti Mantang, Tambus, Mapor atau yang terdekat di desa Berakit, Bintan Utara. Di lantai dua kita bisa mempelajari sejarah orang laut secara lengkap dan melihat sebuah sampan kajang asli milik warga suku laut.

Sayangnya, museum edukatif ini justru sepi pengunjung lokal dan lebih sering dikunjungi wisatawan luar seperti wisatawan dari Singapura, Cina atau bahkan dari Perancis 🙄 Faktor lokasi mungkin menjadi salah satu penyebabnya karena letak museum ini kurang strategis dan minim publikasi. Padahal jika punya kesempatan untuk berkunjung kesini banyak wawasan yang dapat kita peroleh secara cuma-cuma. Setelah puas melihat koleksi museum, anak-anak bersemangat untuk main ke bagian belakang gedung museum yang berbatasan langsung dengan bibir pantai. Di sana terdapat bekas mobil pemadam kebaran yang sudah tua namun masih bisa diamati oleh mereka. Namanya anak-anak apapun bisa dijadikan bahan untuk bermain dan belajar 😊

Jadi, buat teman-teman yang ingin mengetahui kekayaan laut dan kehidupan masyarakat zaman dulu beserta sejumlah benda sejarah, binatang bawah laut, jom datang dan berkunjung ke Museum Bahari Bintan. Museum ini bisa menjadi salah satu tempat edukasi mengenai betapa indahnya seni dan kayanya laut negeri kita.

Meskipun cuaca tak menentu, sempat hujan dan reda tetapi tak menyurutkan anak-anak untuk melanjutkan perjalanan menuju pantai trikora III. Mereka sudah tidak sabar untuk menjelajah dan menyisir pantai. Sebelum memulai penjelajahan, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari dua anak dan tiga anak. Setelah berbaris dan saling mengenal anggota kelompoknya, anak-anak dipersilahkan untuk menjelajah dan menemukan sesuatu sesuai clue yang diberikan. Misalnya mencari tiga kerang dengan bentuk yang berbeda atau sesuatu yang terbuat dari kayu. Anak-anak sangat excited dengan hasil buruan yang mereka dapat. Hampir satu jam berlalu dan mereka enggan untuk beranjak dari tepi laut. Dengan kegiatan ini anak-anak bisa saling berinteraksi, belajar bersama, saling berbagi dan mengisi. Para ayah yang biasanya tidak bisa full mendampingi anak-anaknya hari ini dengan sukacita dapat menemani mereka berkegiatan. Kira-kira para ayah menemukan hal baru apa ya tentang anak-anak mereka hari ini? InsyaAllah akan bertambah pula bonding antar anggota keluarga ❤️Ada bonusnya lagi dong, selesai playdate anak-anak bisa free play di sekitar pantai yang airnya jernih ini. Ada yang kejar-kejaran, lempar tangkap, bebikinan dari pasir sampai berenang dan memanjat batu-batuan. Seru kan!

Apa kabar emaknya? We time, minum es kelapa dan ngemil sambil ngobrol-ngobrol seputar anak plus bincang santai tentang program rumbel selanjutnya. Alhamdulillah, anak girang emak pun kenyang. So mommies.. keep in touch ya untuk program rumbel berikutnya 😘

Menuangkan Ruang Imaji Dalam Sebuah Gambar

Si nomor dua sekarang mulai senang mencoret-coret, membuat gambar atau prakarya apa saja di rumah. Kalau kata orang tangannya suka ngoprek. Jadi harus senang atau waspada ya?

Meski coretan Irbadh belum jelas bentuknya tetapi saya cukup excited menantikan kemampuan motorik ini. Kejutan bagi saya kalau ternyata dia lumayan kreatif juga dalam menuangkan ide yang ia punya. Dengan bahan apa saja bisa ia sulap menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Sebelumnya saya sudah gundah gulana kenapa si nomer dua ini tak kunjung hafal warna. Belakangan saya lupa diri karena membandingkan kemampuannya dengan Faris. Karena Faris yang sangat visual di umur 2 tahun sudah fasih menghafal warna dan berbagai bentuk. Mencitra logo atau merk diecast hanya sekali pindai 😂 Apa kabar adiknya? Hallo, Mak bangun.. bangun.. teriak saya dalam hati. Masing-masing anak itu berbeda dan nggak bisa disamakan. Bandingkan ia dulu dengan sekarang. Jangan panik dengan kemampuan anak lain! Ada anak yang sudah bisa menggambar dan mewarnai sementara anak kita baru bisa mencoret-coret saja. Itu lumrah!

Tenang, mak! Perkembangan kemampuan menggambar dan mewarnai anak memang merupakan proses bertahap. Tidak mungkin terjadi tiba-tiba atau anak langsung canggih dalam semalam. Hasil coretan atau gambar yang dibuat, umumnya mencerminkan usia anak. Menurut panduan tumbuh kembang, setelah mencapai usia 1 tahun, biasanya kemampuan anak untuk menggunakan tangannya, atau keterampilan motorik halusnya, akan meningkat dengan mantap. Ini berarti dia akan bersiap-siap untuk mengambil dan menggunakan krayon.

Ketika berusia sekitar 15 bulan, anak-anak mungkin bisa membuat coretan-coretan tak beraturan. Namun ada juga anak yang butuh waktu lebih lama. Ini wajar saja 😁

Sekitar usia 18 bulan, Irbadh lebih suka menggambar dengan krayon atau melukis dengan kuas dan cat. Dia memegang krayon atau kuas dengan seluruh tangannya, lalu mencoret-coret dan melukis dengan gerakan-gerakan besar.

Saya merasa tidak perlu memperbaiki caranya memegang pensil atau krayon demi mengkondisikan jari-jarinya karena ia anak yang keras pendiriannya. Asal ia nyaman saya pun memberikan ia ruang belajar. Karena ternyata sampai juga masanya yaitu di usia antara dua dan tiga tahun ia belajar sendiri bagaimana cara memegang krayon atau kuas menggunakan ibu jari dan dua jari pertamanya👌

Bahkan di usianya yang belum memasuki tiga tahun, ia mulai mampu menggambar bentuk sederhana seperti lingkaran, kotak dan segitiga. Ini salah satu hasil gambar yang ia buat sore tadi. Betapa berbinar ia menyampaikan apa konsep gambar yang ia buat. Saya pun mengapresiasi dengan pelukan, saya puji untuk terus membuat banyak karya dalam media apapun.

Dalam guratan coretan atau gambar, ia nampak menggambar bebas namun setelah jadi kemudian memberi tahu kepada saya bahwa itu adalah bentuk boneka dengan rambut panjang dengan posisi tangan hendak memeluk. Ia ternyata membuat gambar boneka untuk adiknya yang masih bayi. MasyaAllah tabarakallah 🤗 Ini menunjukkan bahwa anak tahu ia dapat menyampaikan makna melalui gambar-gambarnya❤️ Saya yakin seiring dengan pertumbuhannya, anak akan merencanakan apa yang akan ia gambar sebelum ia memulai.

Dari sini saya belajar, sebagai fasilitator saya tidak perlu mencoba menerka-nerka gambarnya! Hindari mengatakan, “Oh, ini gambar garasi dan mobil, ya?” sebelum anak mengatakan sendiri apa yang digambarnya.

Apalagi berkomentar, “Kok, kucing seperti ini?” atau “Masa, gunung warnanya ungu?”. Bila anak mewarnai dan warnanya menabrak atau keluar garis, jangan mengatakan usahanya itu salah atau jelek! Big NO! Komentar itu hanya akan mematahkan semangat, mematikan imajinasi dan membuat anak tak percaya diri. So, terus tinggikan gunung, luaskan imaji, bentangkan angan insyaAllah engkau akan mekar pada saat yang tepat 🌹

#Day17
#Tantangan10hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#SemuaAnakItuBintang
#MultipleIntelligences
#ArtKids
#ProjectBasedLearning
#DailyJournal
#NatureArt
#Pandu45
#BakatBukanTakdir
#GurunyaKehidupan

Pillow Talk Kakak Beradik, Kaya Gimana Tuh?

Ngomongin pillow talk biasanya aktivitas ini dilakukan oleh orang dewasa alias pasangan suami dan iatri. Tak pernah terbayang oleh saya kalau pillow talk rupanya bisa dilakukan oleh anak kecil sekalipun. Dialog di atas bantal kalau diterjemahkan secara umum adalah aktivitas pasangan suami istri di tempat tidur dan membicarakan apapun sesaat sebelum terlelap. Fungsi dari pillow talk adalah mengisi otak dan hati dengan hal-hal positif sebelum masing-masing beranjak tidur. Hal ini dipercaya dapat menumbuhkan optimisme dalam berkomunikasi dan menjalani kehidupan berpasangan. Pillow talk bisa memberi sensasi relaks. Lalu apa jadinya kalau yang melakukan pillow talk itu anak-anak?

Itulah yang terjadi sesaat sebelum anak-anak tidur malam ini. Setelah saya membacakan buku pengantar tidur biasanya saya ijin keluar kamar untuk menyelesaikan pekerjaan domestik yang tertunda. Nah, di saat inilah Faris dan Irbadh biasanya mengobrol banyak hal sebelum mereka ketiduran. Malam ini pun sama dengan malam-malam sebelumnya, hanya topik apa yang mereka perbincangkan menurut saya lucu dan random. Betapa obrolan santai bab akidah jadi debat yang tak berujung.

Sudah dua hari ini Faris batuknya kumat. Penyebabnya adalah mie bihun goreng yang ia pesan di kedai tarempa terlalu berminyak. Ya! Dia alergi terhadap makanan berminyak, manis dan angin. Weekend kemarin sepulang dari kedai makan ia mulai batuk-batuk dan tidak diperbolehkan tidur menggunakan kipas atau ac padahal cuaca sedang aduhai panasnya. Faris sempat mengeluh dengan alerginya yang mengharuskan ia benar-benar menjaga makanan yang diasup.

“Ma, kenapa sih kalau Irbadh makan krupuk atau yang gurih-gurih nggak papa, nggak batuk? Tapi kalo mas langsung batuk sih. Janganlah kayak gitu.” membela diri

Lalu saya menjawab, “Ya, kan Allah nyiptain makhluknya beda-beda, Fa. Faris, Allah nyiptain Faris kaya gitu karena Allah sayang sama Faris biar Faris ga makan yang aneh-aneh, yang nggak bagus buat tubuh Faris. Nah, gimana udah tau kan?” jelas saya panjang lebar.

“Iya tapi Faris mau sembuh,” katanya penuh harap.

“Yaudah, Faris berdo’a ya supaya Allah cepet nyembuhin batuknya, ” kata saya mengakhiri percakapan sebelum tidur.

Setelah keluar dari kamar, saya segera beranjak ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaan domeatik yang tertunda seharian.

Tak berapa lama papa Faris ternyata menguping pembicaraan dua kakak beradik tadi. Mulai dari ngomongin kegiatan main hari ini, cita-cita apa yang akan dipilih di masa depan nanti hingga siapa yang nyembuhin kalau kita sakit.

“Bad, sembuhin mas Faris lah. Kan Ibad yang bisa nyembuhin.” ujar Faris kepada adiknya.

Kemudian Irbadh menjawab, “Kok minta sembuhin Irbadh. Ya nggaklah, kan Allah yang nyembuhin. Berdo’alah sama Allah mas.”

Berulang-ulang mereka berdua saling menjawab hingga berujung teriakan. Saya dan suami yang tadinya nguping dari balik pintu kamar akhirnya masuk menjadi wasit.

“Ma.. ma.. masa mas nyuruh Ibad nyembuhin. Ya nggak lah Ma. Kan yang nyembuhin Allah.” dengan terbata-bata Irbadh menjelaskan kepada saya.

“Udah udah Faris Irbadh, bobolah sama-sama. Yang nyembuhin Faris ya cuma Allah yang bisa, mintanya sama Allah bukan ke Irbadh. Berdo’a dulu semoga diberikan perlindungan dan kesehatan sama Allah.” kata saya mengakhiri.

Dalam kegiatan pillowtalk ini anak-anak banyak belajar mendengar dan berbicara. Berlatih mendengarkan deskripsi kemudian menyampaikan kembali. Tak lupa dengan saling mencurahkan apa yang di dalam pikiran masing-masing juga melatih kepekaan empati mereka terhadap kondisi atau perasaan orang lain.

Punya anak yang jaraknya berdekatan itu menyenangkan juga kok. Mereka bisa jadi teman bermain yang menyenangkan buat masing-masing. Meski kesannya repot, tapi sebenarnya jika dijalani asyik-asyik aja. Apalagi seperti sekarang kalau sudah agak besar, mereka bakal terlihat seperti seumuran. ❤️

Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat

#Day16
#Tantangan10hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#SemuaAnakItuBintang
#MultipleIntelligences
#ProjectBasedLearning
#Pandu45
#BakatBukanTakdir
#GurunyaKehidupan

Cerita Tentang Bunga Kamboja

“Ini bunga apa Ma?” Pertama kali yang ditanyakan Faris ketika kita menemukan banyak bunga kamboja yang gugur di halaman rumah tetangga kami. “Kenapa kok namanya bunga Kamboja?”
Ini edisi pertanyaan bersambung dari pertanyaan tempo hari. ” Emang bunga kamboja asalnya dari Kamboja, Ma? ”

Nama bunga ini memang sama dengan nama sebuah negara tetangga, yaitu negara kamboja. Namun, ternyata bunga cantik ini bukan berasal kamboja.

Pohon kamboja ditemukan oleh seorang botanis berkebangsaan Prancis yang bernama Charles Plumier, oleh karena itulah bunga kamboja mempunyai nama Latin Plumeria. Nama ini diambil dari nama belakang penemunya, yaitu Plumeria. Bunga ini tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan negara Kamboja sebab bunga ini ternyata berasal dari Amerika Tengah yang meliputi Equador, Colombia, Cuba, Venezuela, dan Mexico.

Kok bisa sampai ke Indonesia?

Bunga kamboja diperkirakan dibawa ke Indonesia oleh bangsa Portugis dan Belanda. Diperkirakan kamboja asli Indonesia adalah bunga kamboja yang berwarna putih dengan bagian dalam berwarna kuning di mana kuntumnya tidak terbuka penuh serta berukuran kecil. Keunggulan tanaman ini adalah bisa tumbuh subur di semua tempat dan mudah ditanam, yaitu dengan stek.

Jenis-Jenis Bunga Kamboja

Bunga kamboja mempunyai beberapa jenis, yaitu Plumeria Bali-Whirl, Plumeria Kok Putih, Plumeria Acuminata, Plumeria Cendana, dan Plumeria Acutifolia. Setiap jenis ini memiliki bentuk dan aroma yang berbeda. Ada juga Adenium Obesum, biasanya orang-orang menyebutnya dengan bunga kamboja Jepang. Bunga ini bukan berasal dari negeri sakura melainkan dari Benua Afrika.
“Bunga Kamboja”

Bunga kamboja (Plumeria rubra L.cv. Acutifolia.) merupakan tanaman yang berasal dari daerah Amerika tropik dan Afrika. Kamboja termasuk tanaman hias yang ditanam di pekarangan rumah maupun di dalam pot. Kamboja memiliki beberapa jenis, ada yang kerdil ada juga yang besar yang bisa mencapai tinggi beberapa meter. Kamboja yang besar biasa ditanam di tempat pemakaman.

‌Selain ukuran pohonnya, jenis pohon kamboja juga bisa dibedakan dari daunnya. Ada pohon kamboja yang daunnya lebar dengan ujung lancip, ada kamboja yang daunnya kecil dan lonjong dengan ujung tumpul. Kembang bunga kamboja memiliki aneka warna, dari mulai putih, kuning, merah dan merah muda atau kombinasi dari warna-warna tersebut.

Pohon Kamboja Bisa untuk Apa Saja?

Sekarang pohon kamboja ditemukan di mana-mana, yaitu di halaman rumah sebagai tanaman hias, di makam sebagai penanda, juga di pura-pura di Bali. Sama seperti tanaman hias lainnya, misalkan bunga melati dan bunga kenanga, bunga pohon kamboja juga menyebarkan wangi yang khas sehingga bisa digunakan juga diambil minyaknya dan dijadikan sebagai aromatherapy. Selain bermanfaat sebagai tanaman hias, bunga kamboja juga sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi beberapa penyakit. Diantaranya bisul, kencing nanah (Gonorrhea), bengkak, kutil, kapalan, menghaluskan kulit dan frambusia.

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah akar, daun, getah, serta kulit pohonnya. Getah Pohon Kamboja (Plumeria acuminata) mengandung senyawa sejenis karet, triterpenoid amyrin, lupeol, kautscuk dan damar. Kandungan minyak mrnguapnya terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol dan fenetilalkohol.

Berikut ini beberapa pengobatan menggunakan bunga kamboja.

1. Mengobati Bisul
Untuk mengobati bisul dengan bunga kamboja, bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama menggunakan daun kamboja dan minyak kelapa. Daun kamboja dilemaskan dan diolesi dengan minyak kelapa, kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang ditumbuhi bisul. Setelah kering ganti dengan daun yang lain.

Cara kedua, menggunakan getah pohon kamboja. Ambil getah kamboja langsung dari pohonnya dan dioleskan pada bagian tubuh yang ditumbuhi bisul.

2. Mengatasi Bengkak
Cara mengobati bagian tubuh yang bengkak adalah dengan kulit pohon kamboja. Caranya, ambil 1 sirap kulit pohon kamboja kemudian ditumbuk hingga halus. Rebus dengan setengah cerek air hingga mendidih. Air tersebut digunakan untuk merendam bagian tubuh yang bengkak jika memungkinkan. Jika tidak, gunakan untuk mengompres.

3. Kencing Nanah (Gonorrhea)
Cuci bersih 1 potong akar pohon kamboja, kemduian direbus dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Air ramuan tersebut diminum satu kali sehari sebanyak 1 cangkir.

4. Mengobati Sakit Gigi Berlubang
Untuk mengobati sait gigi akibat gigi berlubang, caranya mudah. Ambil getah pohon kamboja menggunakan kapas, kemudian kapas tersebut dipakai untuk mencocok gigi yang berlubang.

5. Menghilangkan Tahi Lalat
Tahi lalat bisa menambah kecantikan wajah seseorang, namun juga bisa mengganggu. Jika anda memiliki tahi lalat yang mengganggu, bisa dihilangkan dengan menggunakan getah pohon kamboja. Caranya, ambil getah kamboja menggunakan kapas, kemudian tempelkan pada tahi lalat. Lakukan secara rutin sampai tahi lalat hilang dengan sendirinya.

6. Menghilangkan kutil
Caranya sama dengan menghilangkan tahi lalat, yaitu menggunakan getah kamboja. Namun harus waspada karena getah kamboja sifatnya tajam, jadi jangan sampai terkena bagian tubuh yang yang lain.

Bunga kamboja memang kaya akan kandungan emolien dan vitamin E. Selain untuk pengobatan, bunga kamboja juga bermanfaat untuk kecantikan, terutama perawatan kecantikan kulit. Bunga eksotis ini memberikan sensasi melembabkan, melembutkan, serta menambah nutrisi dan menjaga elastisitas kulit.

Referensi :
[1]http://bobo.grid.id/read/08675015/bunga-kamboja-ternyata-tidak-berasal-dari-kamboja
[2]http:/manfaatbuahdaun.blogspot.com/2014/01/manfaat-bunga-kamboja-untuk-kesehatan.html

#Day15
#Tantangan10hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#SemuaAnakItuBintang
#MultipleIntelligences
#AnakNaturalist
#ProjectBasedLearning
#NatureJournal
#NatureWalk
#Pandu45
#BakatBukanTakdir
#GurunyaKehidupan

Mengenal Mata Angin Dalam Perjalanan Menuju Pemancingan Poyotomo, Bintan

Berkunjung ke suatu tempat baru biasanya akan menimbulkan suatu kebingungan bagi kita dalam menentukan arah mata angin. Arah kok rasanya berubah dan tiba-tiba kita bingung dan tidak tahu mana utara, selatan, timur dan barat. Sama juga yang dialami oleh Faris, dia kebingungan ketika sampai di Bintan. “Ke arah mana sih, Ma mobilnya ini? Kalau mataharinya di sebelah kanan mobil berarti kita ke arah mana ya?” tanyanya.

“Ma, kalau di rumah arah timurnya kesana kok sekarang di Bintan arah timurnya jadi berbeda ya?”

“Itu hanya perasaan Faris saja karena arah timur tetap di timur dan tidak pernah pindah ke tempat lain. Ini mungkin terjadi karena kita terbiasa dengan arah di tempat kita sehari-hari.” Saya memberikan penjelasan kepadanya.

Jadilah kami belajar tematik mengenal arah mata angin. Karena masih balita kita bahas dengan cara sederhana saja ya anak-anak hihhi. Siapakah yang tahu apa yang dimaksud dengan arah mata angin?

Mata angin adalah panduan yang dipakai untuk mengetahui dan menentukan suatu arah. Biasanya kita bisa melihat pada peta, navigasi, dan alat untuk menentukan arah yang bernama kompas.

Mata angin sangat membantu kita dalam menentukan kemana kita harus melangkah untuk sampai tujuan yang dituju. Tentunya sangat membantu supaya tidak tersesat ketika menuju suatu tempat.

Mata angin memiliki arah pokok sebanyak empat, mata angin pokok inilah yang digunakan dalam standar pembuatan alat bantu penunjuk arah. Seperti peta, kompas, dan alat bantu lainnya. Empat nama arah mata angin pokok tersebut yaitu:

Utara
Timur
Selatan
Barat

Ke-4 arah mata angin tersebut merupakan mata angin pokok yang sudah ditentukan dan dipakai di semua negara di dunia ini. Selain mata angin pokok, ada juga mata angin tengah dan mata angin tambahan. Ayo sama-sama kita cari tahu arah mata angin lainnya. Kita belajar sambil bernyanyi ya, berikut liriknya :

-Timur -Tenggara -Selatan -Barat daya -Barat -Barat laut -Utara -Timur laut

Mengasah Bakat Visual Spasial

Saya pun sangat sering mengalami hal seperti ini, bingung arah dan membutuhkan waktu yang lumayan juga untuk mereset otak mengenai arah di tempat yang baru. Ini mungkin karena faktor Mama yang lemah dalam kemampuan visual spasial kali ya, itulah mengapa rata-rata perempuan sulit membaca peta haha. Jika mengalami hal seperti itu, kata Papa Faris janganlah bingung, ada beberapa trik yang bisa kita terapkan agar tidak bingung arah jika berkunjung ke daerah yang baru.

Trik 1
Kompas adalah alat untuk menunjukan atau menentukan mata angin. Pada alat ini arah utara sebagai patokan atau arah utama. Makanya sering kita jumpai pada kompas huruf “U” lebih menonjol dalam kompas. Dijaman sekarang pun tersapat aplikasi kompas di smartphone, namun jika kita berada di tempat yang jauh dari sinyal atau listrik akan sulit diterapkan

Trik 2
Patokan kita menentukan arah dengan menggunakan matahari. Jika kita kebetulan tiba di pagi hari, maka matahari bisa dipastikan masih berada di timur. Kalau kita terpaksa berada di hutan atau kebun yang jauh dari matahari, maka kita bisa melihat daun atau tunas dari tumbuhan sebab mereka selalu mencari sinar matahari jadi otomatis tumbuhan cenderung menghadap ke arah timur. Lalu bagaimana cara menentukan posisi arah mata angin yang lainnya?

∼Memposisikan Badan Menghadap Matahari
Kita menghadapkan badan kita ke arah matahari dengan merentangkan tangan. Tangan kanan kita sekarang akan menunjukkan arah selatan dan tangan kiri akan menunjukkan arah utara.

Kalau posisinya sore hari pun bisa diterapkan, artinya sekarang kita menghadap ke barat karena matahari akan tenggelam ke arah barat.

∼Memposisikan Badan Menghadap Matahari
Rentangkan tangan dan tangan kanan kita akan menunjukkan arah utara dan tangan kiri menunjukkan arah selatan kanan kita akan menunjukkan arah utara dan tangan kiri menunjukkan arah selatan. Mudah juga kan?

Trik 3

Membuat bayangan suatu benda merupakan cara yang sederhana yang biasa dipakai oleh orang zaman dulu sebelum adanya alat untuk menentukan arah. Caranya cukup mudah, yaitu:

Pertama, tancapkan suatu benda secara tegak lurus, dengan panjang benda minimal 30 cm supaya lebih jelas. Setelah tertancap tegak lurus, berikan suatu tanda pada ujung bayangan yang dihasilkan dari benda tersebut. Boleh tanda apa saja, yang penting bisa untuk menandai, bisa semacam tanda silang atau lainnya pada ujung bayangan.Biarkan minimal selama 15 menit, atau sampai ada tanda pergeseran bayangan yang jelas. Jika sudah ada pergeseran bayangan secara jelas, langsung kasih tanda kedua pada bayangan yang sudah mengalami pergeseran.Arah utara akan di dapat dari garis yang tegak lurus dari garis yang sudah diperoleh dari dua titik bayangan yang sudah dibuat tadi.

Trik 4

Mencari arah melalui kelebatan sebuah pohon, metode ini berhubungan dengan efek cahaya matahari di pagi hari. Pada umumnya yang mengarah ke arah timur tumbuh lebih lebat, di banding dengan pohon yang mengarah ke arah barat. Hal ini dikarenakan pohon yang mengarah ke arah timur mendapatkan sinar matahari yang bagus untuk proses fotosintesis.

Trik 5

Mentukan arah melalui tumbuhan lumut, trik ini sangat cocok bagi orang yang kebingungan menentukan arah di tengah lebatnya hutan. Dengan melihat tumbuhan lumut yang tumbuh di batang pohon. Jenis tumbuhan lumut Ploytrichum sp dan Parmelia sp merupakan lumut yang cenderung tumbuh lebih subur di daerah yang kualitas rendah sinar matahari. Daerah yang kualitas sinar mataharinya rendah yaitu arah utara dan selatan. Jadi, jika ingin menggunakan metode ini lihat batang pohon yang ditumbuhi lumut jenis yang sudah disebutkan tadi, lalu perhatikan bagian yang paling banyak ditumbuhi lumut tersebut. Daerah yang paling banyak ditumbuhi lumut tersebut menandakan arah utara dan selatan. Cara ini sebenarnya termasuk cukup kecil kemungkinan kebenarannya. Tapi, jika keadaan darurat bisa manfaatkan metode ini. Dilihat secara materi metode ini cukup masuk akal.

Trik 6

Menentukan arah dengan melihat rasi bintang. Cara ini dilakukan berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan sama Himpunan Astronomi Internasional. Di belahan bumi bagian utara (hemisfer) biasanya melihat rasi bintang berdasarkan pedoman tradisi Yunani. Cara ini tentunya bisa digunakan ketika malam hari yang penuh bintang. Karena untuk mempermudah melihat rasi bintang. Kelemahannya tidak cocok untuk orang yang buta ilmu astronomi. Banyak banget ilmu yang Mama dan anak-anak dapat dari kegiatan outing kali ini, tunggu cerita Faris yang lainnya ya. Salam

#Day14
#Tantangan10hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#SemuaAnakItuBintang
#MultipleIntelligences
#AnakNaturalist
#ProjectBasedLearning
#NatureJournal
#NatureWalk
#Pandu45
#BakatBukanTakdir
#GurunyaKehidupan