Prinsip-prinsip Permakultur

simpan dulu untuk dicatat poin pentingnya

Bumi Langit Institute

David Holmgren (salah satu pondasi Permakultur) dalam bukunya Permaculture: Principles and Pathways Beyond Sustainability membahas mendalam mengenai 12 prinsip permakultur yaitu:

1. Pengamatan dan Interaksi

“Beauty is in the eye of the beholder”

Pengamatan adalah pintu permakultur. Mengembangkan kemampuan pengamatan adalah esensial jika kita menginginkan sebuah desain permakultur yang benar-benar berfungsi dengan baik.

Dengan mengamati pola alam dan sosial, kita dapat menggunakannya dalam karya desain – berkaitan dengan falsafah Fukuoka ‘bekerja dengan alam, bukan melawan alam’. Kita perlu tahu bagaimana alam ini bekerja jika ingin bekerja bersama alam.

Seringkali kita bekerja dengan sistem yang kompleks – meskipun hanya sebuah kebun kecil tapi sebetulnya dapat sangat beragam dengan pelbagai interaksi – prinsip ini menyarankan agar kita melakukan pengamatan dengan seksama dan terus menerus, dan terus mengamati hasil intervensi kita. Dengan demikian kita dapat mengubah, berhenti, melanjutkan, tergantung pada hasil, tanpa harus mengakibatkan banyak masalah.

Faktanya, “kegagalan”, merupakan sarana terbaik untuk belajar!…

Lihat pos aslinya 2.241 kata lagi

Iklan

Catatan Belajar di Level 10 Kelas Bunda Sayang

Ketika memasuki awal pembelajaran level 10 di kelas bunda sayang saya sempat ragu dan ingin berhenti saja. Membentuk karakter adalah tujuan utama dari pembelajaran kali ini. Lalu kenapa harus dengan dongeng? Itu yang mengganjal pikiran saya. Bukan… bukan karena sulit membuat cerita reka-reka, tetapi lebih kepada kesadaran saya yang memang ingin hijrah dari cerita dongeng sejak dua tahun yang lalu. Pertanyaan beruntun dalam benak saya kenapa harus dongeng? Sedangkan berkisah adalah metode pengajaran Allah Subhanahu Wata’ala dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Sepertiga Al Qur’an berisi kisah. Firman Allah Subhanahu wata’ala dalam Al Qur’an lewat wahyu yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.Menurut Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu, di dalam surat Yusuf ayat 3 diturunkan berkenaan dengan para sahabat yang suatu ketika berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan sebuah kisah kepada kami.”(HR. Ibnu Jarir)

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui. (Q.S. Yusuf : 3). Masya Allah.. Allah pun berkisah.. Nabi Muhammad berkisah jua.. bagaimana dengan saya? Setelah mencoba membuat dongeng dalam perjalanan belajar di level ini saya memilih untuk tetap berkisah saja. Bismillah..

Nasehat seperti apa yang lembut dan mudah dikenang?

Nasehat seperti apa yang tidak menyakiti hati?

Nasehat seperti apa yang enak didengar?

Nasehat seperti apa yang orang-orang siap duduk berlama-lama ?

Nasehat seperti apa yang bisa menjadikan motivator dan mudah dihadirkan kapan saja?

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas ternyata saya hanya menemukan satu jawaban saja. Jawabannya adalah berkisah. Sehingga berkisah sangat dahsyat pengaruhnya, sangat mudah disajikan tanpa menyakiti orang yang dinasehati,memotivator pendengar, mereka siap berlama-lama duduk di depan kisah bahkan tidak hanya anak kecil, kita pun demikian bukan?

Apa yang terjadi hari ini nampaknya konsep berkisah sudah dipandang sebelah mata oleh guru atau orangtua apalagi di sekolah umum. Coba kita berkeliling mencari anak-anak di sekitar kita, lalu kita bertanya pada anak tersebut tentang kisah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam atau Nabi-Nabi terdahulu atau kisah-kisah sahabat dan orang shaleh. Ternyata hanya berapa persen anak yang menguasai dan mengetahui tentang kisah di atas??

Maka dari itu, saya bertekad untuk memandu anak-anak sambil terus belajar untuk memahami dan bertutur kisah orang-orang terdahulu agar dapat membentuk karakter terbaik anak-anak. Waktu saya tidak banyak semoga Allah ridho. Bismillah hi rahmanirrahim.

#Level10
#AliranRasa
#kuliahbunsayiip
#BelajarBertutur
#BelajarBerkisah
#ChangesmakerFamily
#Homeeducation
#StudyJournal
#BelajarApaSaja
#GfamJourney
#AdventureKids
#NaturalistKids

Kisah si Belang, Si Buta dan si Botak

Hari ini saya punya kisah yang ingin saya bagikan kepada anak-anak karena sebelum tidur terjadi konflik antara Faris dan Irbadh. Ketika saya bertanya siapakah yang ingin memimpin berdo’a Irbadh bersemangat ingin memimpin. Eh, Faris justru kebalikannya. Ia tidak ingin berdo’a dan bilang kalau nggak berdo’a pun tetap dilindungi sama Allah. Subhanallah, saya kaget bukan main tapi tetap kalem. Saya tahu ini caranya mencari perhatian. Maka dari itu saya ingin menyentilnya melalui kisah sebagai berikut

Suatu hari Nabi saw. mengisahkan tiga orang dari kaum Bani Israil. Ketiga orang tersebut adalah si belang kulitnya, si botak rambutnya dan si buta matanya. Mereka masing-masing memiliki kekurangan dalam dirinya. Oleh karena itu, Allah swt. pun ingin menguji seberapa bersyukurnya mereka atas nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. Dan seberapa batas kesabarannya atas kecatatan tubuh yang menimpa dirinya.

Kisah si Belang, Si Buta dan si Botak

Allah pun mengutus malaikat untuk mendatangi mereka. Orang yang pertama didatangi malaikat adalah si belang kulitnya. “Apa yang kau sukai dan inginkan di dalam hidupmu?.” Tanya malaikat itu. Si belang itu pun menjawab dengan tegasnya, “Warna kulit yang indah, serta aku ingin penyakit kulit yang menyebabkan orang-orang merendahkanku ini sirna dan hilang dari tubuhku.”

Lalu malaikat itu mengusap kulitnya. Seketika penyakit belang yang mendera dirinya pun hilang. Kulitnya kini bersih dan memiliki warna yang indah. Tidak hanya itu, malaikat itu juga menanyakan sesuatu, “Harta apa yang kau inginkan?” “Unta.” Jawab si belang. Malaikat itu pun memberikan sepuluh unta betina yang sedang hamil, sehingga ia cepat mengembakbiakkan unta tersebut. “Semoga Allah memberkatimu dengan semua ini.” Doa malaikat untuknya.

Setelah itu, malaikat mendatangi si botak dan bertanya kepadanya, “Apa yang kau inginkan?” “Aku menginginkan rambut yang indah agar orang-orang tak mencelaku lagi.” Jawab si botak. Lalu malaikat itu pun membelai kepalanya, dan seketika ia memiliki rambut yang sangat indah. Seperti si belang, malaikat itu juga menawarkan harta yang paling diinginkan si botak. “Sapi.” Jawab si botak yang sekarang memiliki rambut yang indah itu. Malaikat itu pun memberikannya sapi betina yang sedang mengandung dan berdoa, “Semoga Allah memberkati dengan semua ini.”

lanjutnya, malaikat menemui orang terakhir yakni si buta. Sama seperti kedua temannya malaikat itu juga menanyakan apa yang ia dambakan selama ini. “Aku berharap Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat orang-orang di sekelilingku.” Jawab si buta. Malaikat pun mengusap matanya dan sirnalah kebutaan yang menimpanya selama ini. Lalu malaikat menanyakan pula harta apa yang ia inginkan. “Kambing” jawab si buta dengan semangat.

Sempurnalah hidup ketiga orang tersebut, selain penyakit yang mengidap tubuhnya hilang, mereka pun kini menjadi kaya raya. Unta, sapi dan kambing yang mereka miliki berkembang biak dengan pesatnya.

Suatu hari si belang yang kini memiliki kulit indah itu didatangi seorang laki-laki yang memiliki kulit belang seperti dirinya dulu. Ia kehabisan bekal di tengah safarnya. Ia meminta satu untanya saja di antara untanya yang banyak. “Aku punya urusan banyak.” Jawab si belang itu dengan sombongnya.

Geram mendengar jawaban si belang, laki-laki yang sebenarnya malaikat yang diutus oleh Allah swt. itu pun berkata, “Sepertinya aku mengenalmu, bukankah engkau yang dulu memiliki penyakit belang yang menjadikanmu dicela orang-orang? Kamu juga dulunya faqir, sehingga Allah memberikanmu harta yang melimpah seperti sekarang ini.” “Tidak, harta yang kumiliki semua ini adalah warisan turun menurun.” Sanggah si belang. “Jika kamu bohong, semoga Allah mengembalikanmu seperti semula, belang dan tak memiliki harta apa-apa.” Ancam laki-laki itu.

Kemudian, malaikat juga menyamar sebagai seorang laki-laki yang botak dan miskin untuk menguji orang yang kedua. Namun, si botak juga berperilaku sama persis seperti si belang. Ia sombong dan tak mau membagi hartanya sedikitpun. Ia pun juga mendapatkan doa ancaman dari malaikat, “Jika engkau berdusta, semoga Allah mengembalikanmu seperti semula, botak dan miskin.”

 

Giliran orang ketiga, yakni si buta yang kini dapat melihat orang-orang sekelilingnya serta memiliki kambing yang banyak sekali. Malaikat itu juga menyamar sebagai laki-laki yang buta dan miskin serta meminta satu kambing yang ia miliki. Dan si buta pun menjawab, “Aku dulu juga buta, lalu Allah swt. mengembalikan penglihatanku, maka ambillah semaumu kambing-kambing itu, demi Allah aku tidak ada apa-apanya hari ini tanpa pertolongan Allah.” Mendengar jawaban mantan si buta tersebut yang tidak sombong dan sangat dermawan, malaikat pun berkata, “Kamu berhak atas hartamu. Sungguh aku hanya menguji kalian. Dan sungguh Allah telah meridhaimu, dan membenci kedua sahabatmu si belang dan si botak yang sombong itu.”

Demikianlah kisah si belang, botak dan buta di masa Bani Israil. Kisah tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. dari Nabi Muhammad saw. langsung. Kisah ini terdapat dalam kitab Shahih Muslim dengan judul Babu qissatil abras, wal aqra’ wal a’ma (bab kisah si belang, botak dan buta).

Berdasarkan kisah tersebut, Nabi saw. ingin mengajarkan kepada umatnya untuk tidak sombong. Karena semuanya adalah milik Allah, dan Allah berhak mengambil semuanya kapan saja. Oleh karena itu, jika ada orang yang tidak mampu, maka kita wajib membantunya dengan harta kita. Jangan sampai watak si belang dan si botak yang sombong dan tak ingat asal usulnya itu kita warisi. Tapi semoga kita bisa mewarisi watak si buta yang tidak sombong, dermawan serta ingat bahwa semuanya adalah milik Allah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Cerita Tentang Virus

Hari ini, Irbadh anak saya yang nomor dua sudah mulai membaik kondisi tubuhnya. Setelah minggu lalu ia terkena flu singapore dan membuta sekujur tubuhnya bentol-bentol layaknya cacar air. Dia sibuk bertanya sebenarnya apa penyebab sakitnya. “Apa iya karena kuman ma?” tanyanya penasaran.

Saya ingin menjelaskan padanya bahwa penyebab flu singapore itu adalah virus. “Virus itu hewan?” tanyanya lagi.

“Bukan, virus itu makhluk parasit. Dia sukanya nempel ke tubuh orang yang nggak menjaga kebersihan. Orang-orang yang sedang tidak baik kekuatan tubuhnya.” jelas saya.

“Jadi, kaya Irbadh kemarin kalau tubuh Irbadh terinfeksi virus maka sel-sel akan rusak karena virus. Orang yang sakit flu singapore akan terlihat kulitnya bentol berisi cairan. Itu artinya virus sedang merusak sel darah kita. Ih, seram ya?” saya memulai cerita.

” Kalau sudah tahu begitu, kita harus berhati-hati dengan virus dan mencegah penyebaran virus serta menjaga kesehatan dan pola hidup sehat.” tambah saya.

#Day14
#Tantangan10hari
#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Jangan Mengolok Saudaramu

Kedua anak saya memiliki selisih usia dua tahun, terkadang mereka berdua akur dan senang bermain bersama. Namun, terkadang ada saja yang diperebutkan. Entah mainan atau apa saja bisa jadi obyek rebutan, nah kalau sudah berebut pasti akan berlanjut saling mengolok. Saya ingin memberikan kepada mereka cerita agar tidak terbiasa saling mengolok saudaranya apapun kondisinya.

Jangan Saling Mengolok

“Kamu kan jelek, dasar anak kasar!” teriak Dani kepada Rama dengan ketus.

“Aku bukan anak yang jelek, aku nggak kasar.” jawab Rama sambil berteriak.

Olok-olokan dan saling mengejek antara Dani dan Rama terus berlangsung. Semakin lama semakin panas, entah siapa yang memulai namun mereka berdua bersahut-sahutan terus. Ejek-mengejek tersebut berubah menjadi perkelahian bahkan mereka berdua jadi saling memukul.

“Sudah.. Sudah.. Hentikan! Kalian sudah keterlaluan.” kata Bu Mirna.

“Dia yang keterlaluan, bu.” kata Rama sambil menunjuk Dani.

“Dia anak yang jelek bu, sikapnya kasar sekali.” balas Dani.

“Sudah.. sudah hentikan! Kalian berdua anak muslim, anak muslim tidak boleh saling mengejek!” seru bu guru.

Dani dan Rama pun saling berpandangan. Tampak Rama sangat kesal kepada Dani dan sebaliknya.

“Dani, kenapa kamu selalu mengolok olok Rama?” tanya bu Mirna perlahan.

“Rama yang mulai, bu. Ia selalu bersikap kasar dan tidak punya adab.” kata Dani ketus.

“Jangan asal menuduh!” Rama mulai menyahut keras sambil menatap Dani.

“Sudah, kalian berdua saling meminta maaf.” bu Mirna akhirnya menengahi agar segera selesai pertikaian tersebut.

Mereka berdua terdiam sambil membuang muka. Akhirnya Dani dan Rama pun saling berjabat tangan.

“Maaf,” kata Dani singkat.

“Maaf,” balas Rama angkuh.

“Kalian harus tahu, saling mengolok itu dilarang oleh islam. Orang yang suka mengolok belum tentu lebih baik.” nasehat bu Mirna.

“Ya, bu.” jawab mereka berdua singkat.

Refleksi :

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah Ta’ala melarang dari perbuatan sikhriyyah terhadap manusia, yaitu sikap merendahkan orang lain dan menghina mereka. Hal ini sebagaimana terdapat pula dalam hadits Nabi tatkala beliau bersabda, ‘Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain’, maksudnya adalah menghina dan menganggap orang lain lebih rendah, dan ini adalah perbuatan haram. Boleh jadi orang yang dihina lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah dan lebih Allah cintai. Oleh karena itu Allah berfirman, ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzim).

Perbuatan ini termasuk dosa besar, wajib seorang muslim untuk menjauhinya dan mengingatkan orang lain dari dosa ini. Dan sifat ini merupakan di antara sifat orang munafik dan orang kafir. (Lihat Al Manhiyaat fii Suurati Al Hujuraat)

Referensi bacaan :

[1] https://muslim.or.id/22332-jangan-kau-cela-saudaramu.html

[2] ebook asmaul husna, http://www.ebookanak.com/panduan-2/asmaul-husna-for-kids/kisah-asmaul-husna-al-muntaqim/

#Day13
#Tantangan10hari
#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Merasakan Nikmat Allah

Hari ini saya punya cerita untuk anak-anak terutama untuk si sulung yang bertanya, “kenapa ya meski terkadang kita lupa berdo’a tetapi Allah tetap menyayangi kita, melindungi dan menjaga diri kita?

MasyaAllah, saya jadi teringat ulama Al Ghozali pernah menerangkan salah satu asmaul husna yaitu Lathif yang bermakna memiliki pengetahuan tentang sesuatu lalu melakukan untuk mencukupinya dengan cara yang amat lembut tak terasa. Jadi bergabungnya antara dua hal, yaitu pengetahuan yang sangat cermat, teliti, dan kemampuan untuk memenuhinya dengan cara yang amat lembut, halus, tak terasa, tak terduga. Inilah makna Lathif.

Dan, hanya Alloh yang memiliki kuasa untuk melakukan hal seperti demikian, sehingga salah satu asma Alloh adalah Al Lathif. Karena hanya Alloh yang memiliki pengetahuan tentang segalanya secara sempurna. Alloh mengetahui segala hal tentang diri kita dan mengetahui segala kebutuhan diri kita sampai kebutuhan sel demi sel yang terkecil sekalipun dari diri kita, sungguh Alloh mengetahuinya sedangkan kita tidak tahu. Alloh memenuhi kebutuhan lahir batin kita dengan cara yang amat sempurna dengan cara yang tidak terasa.

Alla Yang Maha Lembut

Didi cepat-cepat membuka pintu gerbang. Seorang lelaki berkali-kali mengetok pagar depan rumahnya. “Pak Agus ada?” tanya laki-laki ittu singkat.
“Beliau sedang dinas keluar kota. Hm, maaf bapak siapa ya?” tanya Didi bingung.

“Saya Pak Ahmet, saya teman lama pak Agus. Kebetulan saya pekerjaan di dekat sini, jadi saya singgah.” ucapnya.

“Coba bapak telepon saja ke handphonenya saja langsung.” ucap Didi.

“Hm, kamu siapa?” tanya Pak Ahmet.

“Saya Didi, saya di rumah Pak Agus bertugas mencuci mobil dan mengurus kebun.” jelas Didi.

“Kamu udah sekolah?” tanya pak Ahmet lagi.

“Iya pak, saya kelas 4 SD.” jawab Didi singkat.

Lalu Pak Ahmet mengeluarkan kartu namanya kemudian diserahkan kepada Didi. “Ini kartu nama saya, kalau kamu membutuhkan sesuatu hubungi saya.”

“Terima kasih, Pak Ahmed. Apakah ada pesan untuk Pak Agus? Nanti akan saya sampaikan.” tanya Didi kembali.

“Hm, biar nanti saya menelepon pak Agus sendiri.” jawab pak Ahmet singkat.

“Baik, pak.” jawab Didi singkat. Tak berapa lama pak Ahmet segera pergi menaiki mobilnya. Didi pun menutup pintu pagar sesaat setelah mobil pak Ahmet menghilang dari penglihatan.

Seminggu kemudian sang tuan rumah kembali dari tugas di luar kota. Ia memanggil Didi dan ingin menyampaikan suatu hal kepada Didi.

“Didi, pak Ahmet ingin mengadopsimu. Beliau ingin merawat dan menyekolahkanmu. Pak Ahmet sangat tertarik dengan akhlakmu. Katanya, dia senang dengan anak yang rajin.

” Sungguh, pak?” tanya Didi kaget.

” Iya, beliau mau merawat dan menyekolahkan kamu seterusnya. Tetapi kamu harus tinggal bersama beliau di rumahnya. Termasuk membantu beliau di rumah. Apakah kamu mau?”

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih pak.”

“Sekarang kemasi barang-barangmu jangan sampai ada yang tertinggal. Nanti sore beliau dan keluarganya akan menjemputmu. Baik-baik ya, Didi.”

Refleksi :

Dari rangkaian proses kehidupan kita, sesungguhnya kita bisa menemukan betapa lembutnya kasih sayang Alloh kepada kita. Alloh Swt. berfirman, “Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Asy Syura [42] : 19)

Alloh Swt. juga berfirman, “Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Alloh menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Alloh Maha Halus lagi Maha mengetahui.” (QS. Al Hajj [22] : 63)

#Day12
#Tantangan10hari
#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hariv

^

Jangan Mengikuti Sesuatu Yang Tidak Kita Ketahui

Berikut ini kisah pengantar sebelum anak-anak tidur. Saya ingin menanamkan sebuah prinsip kepada anak-anak supaya mereka tidak mudah terbawa arus. Janganlah mengikuti hal yang tidak kita ketahui pesan saya kepada mereka. Itulah mengapa kita harus terus belajar. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan diminta pertanggung jawaban 😊

Kisah dua Keledai

Dahulu kala, ada seorang pedagang yang mempunyai dua ekor keledai. Keledai yang satu membawa garam dan yang kedua membawa karang. Ketika pedagang itu berjalan melewati sungai, turunlah keledai yang membawa garam untuk menghilangkan rasa hausnya akibat bawaannya yang berat. Setelah keluar, bawaannya menjadi ringan karena rupanya garam yang dibawa tadi larut di dalam air.
Setelah keledai menyadari bawaannya menjadi ringan karena garam yang dibawanya larut di dalam air,keledai berkata “Wahai teman, apa yang membuat engkau terlihat bahagia?” Bukankah tadi engkau terlihat sangat sedih? ”

Temannya pun berkata,” Ketika aku turun untuk minum, garam yang kau bawa tadi nampak larut dengan air sungai. Aku menunggu sampai semuanya mencair baru aku keluar.”

Keledai yang membawa karang menjadi heran. Ia pun bertekad untuk mengikuti apa yang telah dilakukan temannya. Setelah melanjutkan perjalanan keledai yang membawa karang heran. Ia bertekad untuk mengikuti apa yang telah dilakukan oleh temannya.

Setelah melanjutkan perjalanan, keledai yang membawa karang itu turun di sebuah sungai besar. Ia minum dan melarutkan bawaannya yang berat tersebut. Namun, karang yang ia bawa itu malah terisi dengan air dan menjadi lebih berat dari sebelumnya. Keledai pun akhirnya keluar dari sungai sambil meringis keberatan.

Saudagar melihat kejadian itu lalu berkata kepada keledai, “Kasihan sekali dirimu, mengapa kamu mengikuti apa yang dilakukan temanmu?Ketahuilah, bahwa sesuatu yang baik bagi seseorang belum tentu baik bagi orang lain. Sesungguhnya mengikuti tanpa petunjuk itu suatu kesesatan dan kebodohan.

#Day11
#Tantangan10hari
#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari