Pindah Rumah

Iklan

Liburan Murah Meriah ke Sea World Ancol

Alhamdulillah akhirnya Faris bisa berkunjung ke Seaworld Ancol, tentunya dengan kepala yang penuh pertanyaan dan penasaran seperti apa yah Sea World itu.

Ini sedikit percakapan kami saat menikmati perjalanan menuju Ancol.
Faris : “Ma, Sea World jauh nggak sih? Faris mau lihat ikan, ada apalagi yah?
Mama :” Sabar yah, insyaAllah bisnya on time. Mudah-mudahan nggak macet dan banyak orang yah jadi Faris bisa nyamain hewan-hewan uang ada disini.

Buat yang penasaran ingin berkunjung ke Ancol tetapi bukan warga Jakarta tidak perlu khawatir karena moda transportasi ke Ancol banyak ragamnya. Bisa naik kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Bila membawa mobil, biaya masuknya Rp25.000,- sedangkan motor Rp15.000,-. Akan tetapi saya dan anak-anak memilih naik bus TransJakarta, salah satunya jurusan Kampung Melayu–Ancol, dengan tarif Rp3500,-/orang. Bus TransJ memang menjadi favorit karena biayanya murah dan bisa keliling Jakarta (asalkan tidak keluar halte). Kami turun di halte terakhir yaitu Ancol. Letaknya di dalam Taman Impian Jaya Ancol.

Keluar dari halte TransJ, kami naik ke tempat pembelian tiket masuk Ancol. Harga tiketnya Rp25000,-/orang. Buat anak usia 2 tahun ke atas harus membeli tiket. Dari sini kami langsung masuk ke Ancol.

Buat yang belum pernah ke Ancol, saya informasikan Ancol itu luas sekali. Nggak salah lagi kalau slogannya, “Taman Impian“. Di dalam ancol ada Dufan wahana sejenis roller coaster dan sebangsanya,Atlantis wahana berenang dan ciprat-cipratan; Mall yang dalamnya senyap,Ecopark tempat main sepeda dan paintball, Gelanggang Samudra tempat melihat lumba-lumba~, Pantai dan Taman tempat lesehan ibu-ibu bapak-bapak anak dan anak muda, Outboundholic wahana main panjat-panjatan seru, dan juga ada Seaworld tempat melihat aquarium.

Jika ingin berkeliling Ancol dari satu spot ke spot yang lain, tersedia Bus Wara-Wiri. Fasilitas bus ini gratis. Di dekat loket masuk Ancol ada shelternya. Di sini tersedia peta rute bus. Rute terbagi 2 yaitu biru (selatan) dan merah (utara). Rinciannya yaitu:

Peta Rute Bus Wara Wiri di Ancol

Rute Utara:

Marina ~ Pantai Indah ~ Monumen Gerbang Timur Ancol ~ Lagoon 1 Ancol ~ Lagoon 2 Carnaval

Rute Selatan:

Gerbang Barat Busway/halte transjakarta ~ Dufan ~ Ecopark ~ Ecovention ~ Pasar Seni ~ Monumen Samudra/Atlantis

Dari halte busway saya berjalan kaki sampai dengan shelter bis kemudian menunggu bis yang menuju tujuan saya yaitu ke Seaworld. Saat menunggu bus wara-wiri datang, kami ditawari untuk naik taxi saja dengan ongkos Rp. 25.000, –  diantar sampai dengan gerbang. Tetapi kami memilih menunggu bis wara-wiri saja karena kebetulan kemarin bukan musim libur jadi tidak terlalu banyak yang berkunjung. Sengguhnya lewat kunjungan ini saya bisa mengajarkan banyak hal kepada anak-anak tentang kesabaran dan membiasakan mengantri.

Bentuk luar bus wara-wiri seperti bus pariwisata biasa atau sebesar bus TransJ. Tidak semua bus bertuliskan “Wara-Wiri”. Selain itu tanda rute biru atau merah juga kurang sehingga kami ragu mau naik. Takut salah bus. Kalau ada satpam sih enak bisa nanya. Atau langsung nanya ke sopir apa lewat rute yang kita inginkan.

Mungkin karena masih pagi, penumpang bus terlihat lengang. Katanya sih kalau weekend bisa padat dan antri naik. Alhamdulillah bisa ngadem sebentar di bus sambil melihat Ancol😁

Bus Wara-Wiri tidak berhenti di setiap halte. Pak sopir akan bertanya siapa yang mau turun di halte tujuan selanjutnya. Kalau ada yang jawab, ya berhenti. Kalau tidak ada yang mau turun dan tidak ada penumpang yang akan naik, bus lanjut. Jadi siap-siap turun di halte tujuan supaya tidak kelewatan.

Karena rutenya dibagi 2, ada halte untuk transit yaitu halte monumen. Cirinya ada monumen di tengah danau (atau kolam besar). Nah, Pak Sopir menyebut, “Pantai, siapa yang mau ke pantai turun sini.”. Tapi saya heran nampaknya tidak terlihat ada pantai kok dibilang pantai. Ternyata maksudnya ini tempat transit kalau mau ke pantai. Di area Monumen terdapat alat olahraga/fitness outdoor seperti sepeda, double swing, dan banyak lagi. Kalau menyusuri area ini, di sepanjang jalan ada banyak permainan anak seperti ayunan, jaring laba-laba, dsb. Kami turun di halte selanjutnya yang terdekat dengan pintu masuk Seaworld. Setelah turun di halte, kami jalan kaki kurang lebih 200 meter kemudian menyeberang. Seaworld ada di bagian kanan jalan.

Singkat cerita sampailah di Sea World, loket depan masih tutup, jadilah kami antre di loket dalam. Terdapat sekitar 4 line antrean loket di sana dan antrenya sudah panjang. Padahal masih sekitar jam 10-an. Karena hari sabtu, terlihat banyak sekali keluarga yang mengajak anak-anaknya untuk berlibur kesana. Kebetulan juga bersamaan dengan gathering komunitas tertentu dan perusahaan serta event yang diadakan oleh mahasiswa biologi UI. Sea World sendiri buka mulai jam 9 pagi hingga jam 18 petang. Harga tiket Sea World World Rp 110.000,- per orang, untuk tiket bundling Rp 138.000,- dengan tiket Ocean Dream Samudra. Tiket untuk anak-anak bisa dibeli mulai umur 2 tahun atau jika tingginya sudah lebih dari 80cm. Yang masih di bawah itu free 😀

Denah Wahana 1

Denah Wahana 2
Jadwal Pertunjukan dan Feeding Show

harga tiket promo

Karena hari ini weekend maka tiket masuk Sea World harus membeli yang bundling, tiket single trip Sea World dapat dibeli mulai pukul 15.00 saja. Ini noted sekali agar pengunjung yang belum pernah berkunjung kesana tahu jadwal-jadwalnya.

Fyi, sebelum masuk ke dalam tas dan bawaan pengunjung akan diperiksa terlebih dahulu di pintu masuk karena melihat sederet botol minuman dan air mineral yang tidak diperbolehkan masuk oleh petugas. Tetapi apabila kita membawa botol minum sendiri boleh kok dibawa masuk.

Setelah masuk dan mengantri tiket akhirnya kami masuk Sea World. Saat masuk ke dalam, tangan akan distempel sebagai tanda masuk. Arena ini sangat cocok untuk belajar dan menghibur anak-anak.  Kebanyakan ikan yang kami lihat di sana belum pernah kami lihat di tempat lain kecuali di Channel Nat Geo Wild. Koleksi terbaru di Sea World adalah ubur-ubur. Faris sangat girang mendapat obyek menarik untuk dilihat dan meminta saya untuk memfotokan. Tapi sayangnya area ini lumayan gelap dan jika difoto dengan si ikan di akuarium agak backlight..

pegang kura-kura

Selain lihat ikan di akuarium, ada beberapa kolam khusus yang memang didesain agar pengunjung bisa celup-celup di situ, seperti memegang bintang laut, ikan hiu, atau kura-kura. Sesaat setelah kami masuk, ada jadwal memberi makan ikan pari. Atraksi memberi makan ikan yang dilakukan oleh Om Penyelam, lokasinya berada di depan akuarium utama. Dibuka oleh sesi pertanyaan dan bagi-bagi stiker kepada anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan dari MCnya. Banyak pengetahuan mengenai binatang bawah laut yang disampaikan oleh MCnya, anak-anak pun interaktif sehingga bisa menambah wawasan anak-anak dan mamanya juga.

atraksi memberi makan ikan

Nah, bagian favorit kita sekeluarga tentu saja adalah underwater tunnel alias terowongan bawah akuarium utama. Berasa ikut menyelam di bawah laut. Meskipun sesak oleh orang alhamdulillah tidak sampai berjubel. Kami masih sempat berfoto juga disini. Memang sih, ada AC-nya yang mengalir dari bawah, selain itu juga ada conveyor seperti untuk mengangkut koper di bandara, bedanya kali ini yang diangkut adalah orang. Saya dan suami memilih berdiri di conveyor saja agar lebih cepat keluar. Tetapi tidak dengan anak-anak, bahkan Irbad minta masuk terowongan lagi sambil duduk di conveyor.

underwater tunnel

Tepat saat adzan Dzuhur kami selesai berkeliling, pintu keluar SeaWorld langsung menuju ke bagian penjualan souvenir. Banyak boneka ikan dan hewan laut yang sebelumnya kami lihat di dalam akuarium. Selain toko souvenir, di sana terdapat juga kantin. Bagi pengunjung yang tidak sempat membawa bekal dari rumah, bisa langsung makan di sana atau di luar gedung juga banyak yang menjual berbagai macam makanan.

mushola di luar gedung

Jika selepas makan dan sholat masih ingin lihat ikan lagi, kita masih bisa masuk bahkan sampai Sea World tutup jam 18 petang. Cukup dengan menunjukkan stempel yang sebelumnya diberikan petugas pada tangan kita saat pertama kali masuk tadi.

Karena kami membeli tiket bundling, kami melanjutkan jalan-jalan ke Ocean Dream Samudra.

Ocean Dream Samudra

Ocean Dream Samudra ini berisi wahana wahana pertunjukan hewan laut yang sudah dilatih dan sangat jinak. Pada saat membeli tiket, kita akan mendapatkan diinformasikan mengenai jadwal pertunjukannya. Ini penting banget, karena semua pertunjukan akan berjalan sesuai jadwal. Kemarin kita salah strategi, harusnya kita datang pagi dan langsung masuk ke pertunjukan pertama. Sisanya tinggal mengikuti jadwal yang ada. Jadi setelah makan siang, semua pertunjukan sudah selesai kita tonton. Baru kemudian anak-anak bisa santai menikmati balon terbang, bom-bom car. Masuk ke Sea World terakhir saja. Karena rencana awal kita hanya berkunjung ke Sea World dan belum mencari informasi mengenai wahana Ocean Dream jadilah tidak semua pertunjukan dan permainan bisa kita nikmati karena anak-anak sudah ngantuk dan capek.

penunjuk jalan masuk di ocean dream
Bird Park

pengamatan circle life kupu-kupu

lihat kepompong
jadwal pertunjukkan

Pertunjukan yang ada di Ocean Dream ini adalah pentas aneka satwa, pentas singa laut, pentas lumba-lumba, sinema 4 dimensi, pentas scorpion pirates (stuntman show), dan pentas underwater theater. Dimulai pada jam 09.45 WIB kita bisa mulai dari pentas aneka satwa dan bisa langsung seterusnya masuk ke pertunjukan lain setelah ada jeda. Dalam sehari ada tiga pertunjukan di jam yang berbeda.

Pentas Aneka Satwa
Kami tidak menonton karena pada jam pertunjukan kami masih berada di arena Sea World.

Pentas Singa Laut
Saya dan suami belum pernah melihat singa laut sebelumnya. Jadi saat mereka melakukan pertunjukkan sama hebohnya dengan anak-anak. Tiga singa laut yang pinter dan terlatih ini memberikan pertunjukan yang sangat menghibur. Mulai dari bermain bola, joget dangdut, action saat diajak berfoto sampai melakukan salto. Tidak lupa pembawa acara memberikan narasi yang kocak dan komunikatif sekali kepada penonton. Seru dan jangan sampai dilewatkan deh.

Pentas Lumba-lumba
Lumba-lumba yang pintar dan lucu ini memberikan pertunjukan yang memukau banget.
Ada empat lumba-lumba yang beraksi untuk menghitung, main bola, sampai salto juga. Anak-anak terkesima menonton pertunjukan ini. Kabarnya lumba-lumba juga bisa untuk terapi anak ADHD.

Sebenarnya masih banyak jadwal pertunjukan yang lainnya seperti Sinema 4 Dimensi, Pentas Scorpion Pirates, Pentas Underwater Theater tetapi kali ini kami skip. Semoga next akan ada kunjungan-kunjungan selanjutnya.

Sedikit tips jika berencana membawa anak-anak liburan ke Ocean Dream Samudra. Yang pertama mencari informasi sebanyak mungkin mengenai tempat tujuan wisatanya. Kedua, hunting tiket semurah mungkin, beli di aplikasi atau mencari promo jika beruntung. Ketiga, jangan lupa bawa snack dan bekal makanan sendiri terutama untuk anak-anak tidak boleh tidak. Ini memudahkan kita agar tetap nyaman selama berjalan-jalan, bahkan jika terdapat pertunjukan yang show di waktu jam makan. Karena selain mahal, agak repot kalau cari makan di jam makan karena sudah dapat dipastikan penuh. Keempat, gunakan kaos dan alas kaki yang nyaman. Karena udara yang panas dan setiap pertunjukkan dapat dipastikan penuh sesak tanpa AC sehingga menyebabkan banyak berkeringat apalagi anak-anak yang sedang aktif-aktifnya. Jangan lupa bawa ganti juga untuk anak-anak. Kelima, lebih baik datang pagi karena jalanan juga masih belum macet. Pertunjukan dimulai pukul 9.45 WIB jadi setelah makan siang sudah selesai menikmati semua pertunjukan. Sisa waktu sebelum pulang bisa digunakan untuk bermain di permainan anak-anak. Mari memanfaatkan kesempatan liburan murah dengan segudang pengetahuan yang didapat untuk anak anak 💕

Berkisah adalah metode pengajaran Allah Subhanahu Wata’ala dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Sepertiga Al Qur’an berisi kisah. Firman Allah Subhanahu wata’ala dalam Al Qur’an lewat wahyu yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Menurut Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu, surat Yusuf ayat 3 diturunkan berkenaan dengan para sahabat yang suatu ketika berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan sebuah kisah kepada kami.” (HR. Ibnu Jarir)

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui. (Q.S. Yusuf : 3)

Masya Allah.. Allah Subhanahu Wata’ala berkisah pada Al Qur’an.. maka nabi Muhammad berkisah menyampaikan kisah dari Allah kepada para sahabat.. bagaimana dengan mama?

Hari ini saya melanjutkan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW kepada sulung saya. Setelah sebelumnya dikisahkan ada beberapa peristiwa penting sebelum kelahiran Nabi SAW. Saya pun senang mengulang anak dengan lagu pilihan sesuai tema. Misalnya saat ini kami sedang mempelajari kisah Nabi Muhammad SAW maka lagu yang sering kita nyanyikan kurang lebih liriknya sebagai berikut

“anak-anak Nabi ada tujuh orang, tiga laki-kaki, empat perempuan
Yang pertama Qasim, abdullah, ibrahin, zainab, rukayah, ummu kalsum, fatimah
Ibunya bernama siti aminah, bapaknya bernama Abdullah, kakeknya bernama Abdul Munthalib, pamannya bernama Abu Thalib.
Mari kita mengenali keluarga Nabi, keluarga yang terpuji, keluarga suci. ”

Baiklah, bismillahirahmanirrahim.
Rasulullah, Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wa sallam dilahirkan di Mekah. Ibunya bernama Aminah binti Wahb. Tanda-tanda keistimewaan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam telah nampak ketika masih dalam kandungan. Ibn Hisyam menceritakan dalam sirahnya, mengutip dari Ibn Ishaq bahwa ketika Aminah mengandung Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ia bermimpi didatangi oleh seseorang dan berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau mengandung pemimpin umat ini. ”

Keistimewaan yang lain adalah ketika Aminah mengandung Rasulullah, ia melihat seberkas cahaya keluar dari perutnya dan dengan sinar tersebut ia bisa melihat istana-istana Busra di Syam.[1] Ini merupakan mukjizat sebelum kelahiran Nabi Muhammad, sebagaimana tertulis dalam kitab-kitab sirah.

Tahun kelahiran Rasulullah dinamakan Tahun Gajah.
Kisah berhenti sejenak karena ada interupsi pertanyaan,  Faris bertanya, “Ma, kenapa sih kok tahun kelahiran Nabi Muhammad disebut tahun gajah?”
Mama mencoba menjelaskan, “Orang-orang Arab pada masa itu belum mengenal adanya tahun dalam angka-angka sebagaimana yang ada saat sekarang ini. Mereka biasa mengaitkan kelahiran seseorang dengan kejadian tertentu.
Tidak lama sebelum Nabi Muhammad lahir, terjadi suatu peristiwa besar. Raja Yaman bernama Abrahah bergerak menuju Mekah dengan niat menghancurkan Rumah Allah, Ka’bah. Hal ini dikarenakan, Ka’bah telah menjadi tempat suci bagi orang-orang Arab yang sering diziarahi setiap saat sehingga Mekah menjadi ramai. Oleh karema itu maka tahun kelahiran Nabi muhammad disebut dengan tahun gajah.”
Lanjut..
Saat itu, Abrahah ingin menyaingi Ka’bah di Mekah dengan membangun bangunan yang lebih indah dari Ka’bah dengan niat untuk mengalihkan perhatian orang-orang Arab ke Yaman, bukan ke Mekah. Ia membangun bangunan dengan arsitektur indah yang disebut Qullais di Sana’a. Bukannya menarik minat orang-orang untuk mengunjunginya, ia malah dihina. Bahkan, ada seorang yang datang ke tempat tersebut dan buang air di sana.[2] Ini tentu saja adalah penghinaan bagi Abrahah.

Abrahah kemudian mengumpulkan bala tentaranya dengan menunggangi gajah menuju Mekah untuk menghancurkan Ka’bah. Ketika mendekati Kota Mekah, Abrahah meminta kepada seorang utusan untuk mendatangi pemuka masyarakat Mekah bahwa kedatangannya ke Mekah bukan untuk berperang, tetapi untuk menghancurkan Ka’bah. Utusan Abrahah menemui Tokoh Mekah, yang tidak lain adalah Abdul Mutthalib, kakek Nabi Muhammad. Ia menyampaikan pesan dari Abrahah.

“….Sesungguhnya ini adalah rumah Allah yang suci dan rumah kekasih-Nya Ibrahim alaihissalam. Jika Allah melindunginya maka itu adalah kehendak-Nya karna ini adalah rumah-Nya dan tanah-Nya yang suci dan jika Ia menghalangi Abarah maka itu adalah kekuasaan-Nya. Demi Allah kita tidak punya kekuasaan apapun.”[3]

Kata ini diucapkan tokoh Quraisy tersebut dengan sangat tenang. Dia yakin bahwa Allah akan melindungi mereka. Abdul Mutthalib adalah tokoh yang disegani, bahkan disebutkan bahwa ketika Abrahah melihatnya, ia merasa segan dan kagum hingga turun dari gajahnya untuk duduk bersama Abdul Mutthalib untuk menyampaikan keinginannya menghancurkan Ka’bah.

Ketika Abrahah hendak memasuki kota Mekah setelah mendengar pernyataan dari Abdul Mutthalib, gajah yang ditungganginya tersungkur tidak dapat berjalan memasuki kota Mekah. Gajah itu terus mengaung. Anehnya ketika dihadapkan ke arah selain kota Mekah, gajah itu mampu berdiri dan berjalan. Akan tetapi ketika kembali di arahkan ke Mekah, ia kembali tersungkur. Beberapa orang telah menyarankan Abrahah dan pasukannya agar kembali ke Yaman dan membatalkan niatnya untuk menghancurkan rumah Allah itu.

Di saat-saat itulah Allah mengirimkan sekawanan burung yang masing-masing membawa tiga buah batu: dua batu di kedua kaki, dan satu di paruh. Batu-batu berukuran kecil tersebut mereka lemparkan ke arah Abrahah dan pasukannya yang mengakibatkan tubuh pasukan gajah tersebut terpotong-potong sedikit demi sedikit, hati keluar dan dada mereka terbelah.

Ini adalah salah satu peristiwa nyata yang senantiasa tercatat dalam sejarah, menunjukkan kekuasaan Allah. Kisah ini juga tercatat dalam al-Qur’an, surat Al Fiil yang menguatkan kebenarannya.

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”[4]

Pada tahun peristiwa penyerangan gajah inilah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallamlahirlahirlahir di hari senin tanggal 12 Rabi’ al-Awwal. Ada yang mengatakan tanggal 9. Sebagian penulis menetapkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad adalah bulan April tahun 571 Masehi.[5] 

Sudahkah berkisah dari Al Qur’an untuk anak hari ini? Mari berkisah shiroh Nabi kepada anak-anak kita 💕

[. 1] Lihat Ibn Hisyam, Al-Sirah al-Nabawiyah li Ibn Hisyam. Lihat juga Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Al-Rahiq al-Makhtum.

[2] Lihat Ibn al-Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh I, Lebanon: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1407 H/1987 M) h. 342.

[3] Ibn al-Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh, h. 433.

[4] QS. Al-Fiil: 1-5

[5] Tim Riset dan Studi Islam Mesir, Al-Mausuah al-Muyassarah fi al-Tarikh al-Islamy, terj.Ensiklopedi Sejarah Islam (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2013), h. 7

5 TIPS MENGHADAPI BALITA YANG SUKA BERTANYA

Setiap orang tua pasti pernah merasakan masa-masa ketika anaknya senang bertanya. Bertanya tentang hal apa saja, yang anaknya ingin tanyakan. Bila jawaban yang diperoleh dirasa belum puas, maka anak akan terus bertanya sampai ia benar-benar merasa puas. Adakalanya kita sebagai orang tua merasa kesal, tidak sabar bahkan bisa memarahi anak kalau anaknya bolak-balik bertanya. Atau ada juga yang bilang kalau anaknya itu cerewet atau bawel.

Saat memiliki anak balita, orang tua memang dituntut untuk lebih bersabar. Selain karena aktivitas anak yang cukup aktif, mereka juga harus siap menjawab berbagai pertanyaan yang kerap dilontarkan anak secara tiba-tiba. Tidak hanya pertanyaan sederhana, seorang anak bahkan juga bisa menanyakan hal-hal aneh yang jauh dari pengetahuan orang tua. Untuk menghadapi anak yang suka bertanya, sebagian orang tua memilih untuk menjawab sekenanya atau bahkan dengan tegas melarang anak bertanya terlalu banyak. Padahal, hal itu justru bisa menghambat perkembangan anak.

Proses bertanya merupakan fitrah bagi kehidupan seorang anak. Hal ini dikarenakan pada masa pertumbuhannya, sel-sel neuron otak anak tidak begitu saja menelan setiap informasi. Dia selalu mempertanyakan sebelum disimpan lekat dalam file memorinya.

Anak yang banyak bertanya sebetulnya karena ia memiliki segudang rasa keingintahuan tinggi akan berbagai hal. Pada masa ini perkembangan otaknya sangat pesat. Anak merasakan haus akan informasi dan pengetahuan. Maka dari itu tidaklah mengherankan bila anak sering bertanya ini dan itu. Bersyukurlah kita ketika anaknya melewati masa bertanya. Masa ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Bahkan menurut para ahli, jika anak kita kurang suka bertanya, maka orang tua harus memancing supaya anak banyak bertanya.

Di usia 2—4 tahun, kemampuan kognitif anak berkembang cukup pesat. Dalam rentang waktu tersebut, mereka menyerap banyak informasi dan pengetahuan dari dunia yang baru dikenalnya. Akhirnya, mereka pun kerap bertanya pada orang tua untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

Bertanya Membangun Kemampuan Berkomunikasi dan Berpikir Kritis

Ada yang bilang masa-masa bertanya akan menentukan kepandaian anak kelak. Semakin sering orang tua mengajak anak berdialog, akan membuat buah hati semakin kritis. Jiwa yang kritis akan menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi cerdas dan pemberani. Oleh karenanya, bila kita tidak memberikan respon positif terhadap pertanyaan anak, sama artinya kita telah menumpulkan sikap kritis dan kreativitasnya secara perlahan. Padahal dengan bertanya, rasa ingin tahu anak akan tersalurkan. Kondisi ini merupakan stimulan untuk mengembangkan proses berpikirnya. Saat-saat inilah merupakan saat terbaik untuk mengembangkan pengetahuan pada anak,karena dalam kondisi ini otak anak sedang terbuka. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Agar potensi anak juga terarah dengan baik maka kita sebagai orang tua harus bijak mengarahkannya. Berbagai pertanyaan dari anak sebaiknya dijawab sesuai dengan kemampuan berpikirnya.

Anak yang suka bertanya namun hanya mengulang pertanyaan tanpa bertanya lebih mendalam, bukanlah termasuk anak yang kritis. Karena anak yang kritis tidak sekedar bertanya, tetapi juga membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Kemampuannya dalam menganalisa menyebabkan tidak menerima begitu saja apa yang dikatakan oleh orang tua, dewasa dan orang yang lebih tua darinya. Namun ia akan berani untuk bertanya lebih detail lagi.

Saat terbaik untuk memberi pengetahuan pada anak adalah disaat mereka bertanya. Proses berpikir otak pada kondisi ini sangat pesat. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Oleh karena itu sebaiknya kita berhati-hati bila menghadapi berbagai pertanyaan anak. Berikut 5 tips menghadapi anak yang suka bertanya:

1.HARGAI SETIAP PERTANYAAN YANG DIAJUKAN ANAK

Sebagai orang tua, kita harus bersabar menghadapi anak yang suka bertanya. Meskipun anak kerap mengulang pertanyaan yang sama, kita harus tetap menghadapinya dengan penuh kesabaran. Terkadang, anak bertanya berulang kali karena memang lupa atau hanya sekadar ingin memastikan bahwa yang Anda katakan itu benar.

Orang tua yang penuh perhatian terhadap setiap pertanyaan anak dan semangat mencari tahu jawabannya, akan membuat anak semakin termotivasi untuk mencari tahu berbagai hal lainnya.

2. JANGAN BERBOHONG ATAU MENGADA-ADA JAWABAN YANG BELUM KITA KETAHUI

Bukanlah hal tabu jika orang tua mengatakan “tidak tahu” pada anak terhadap pertanyaan yang mereka ajukan. Lebih baik jujur dan mencari solusi terbaik untuk mencari jawaban bersama-sama apa pertanyaan anaknya. Informasi tersebut bisa kita peroleh lewat membaca buku bersama-sama, browsing di internet, bertanya kepada orang lain yang lebih tahu jawabannya atau mengunjungi tempat tertentu berkaitan dengan pertanyaan anak. Misalnya kalau anak bertanya tentang pesawat terbang, kita bisa mengajak mereka ke museum. Sambil rekreasi, anak juga bisa belajar sambil bermain.

3. SAMPAIKAN DENGAN SEDERHANA

Saat menghadapi anak yang suka bertanya, pastikan kita menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak. Sampaikan ke dalam beberapa kalimat sederhana tanpa menggunakan istilah ilmiah yang belum pernah didengar oleh anak. Sehingga anak bisa memahami penjelasan jawaban kita dengan baik.

4. AJAK ANAK MENCARI JAWABANNYA BERSAMA-SAMA

Terkadang, ada kalanya banyak pertanyaan dari anak yang jawabannya tidak diketahui orang tua. Untuk itu orang tua harus jujur jika belum mengetahui jawabannya. Hal ini lebih baik daripada mengatakan jawaban yang tidak benar atau mengada-ada. Selanjutnya kita bisa mengajak anak untuk mencari jawaban bersama-sama melalui buku, internet, atau tayangan audio visual.

5. AJUKAN PERTANYAAN UMPAN JIKA ANAK MASIH TERUS BERTANYA

Berdasarkan pengalaman, anak biasanya menanyakan pertanyaan yang sama secara berulang-ulang setiap harinya. Meskipun orang tua sudah berusaha menjawab dan menjelaskan tetapi tidak jarang anak masih saja mengulangi pertanyaan yang sama.Terkadang, anak bertanya berulang kali karena memang lupa atau hanya sekadar ingin memastikan bahwa yang orang tua katakan itu benar. Jika anak masih terus bertanya dengan pertanyaan yang sama, kita sebagai orang tua bisa mengajukan pertanyaan umpan untuk dijawab anak. Pertanyaannya bisa sama dengan yang anak ajukan kepada orang tua atau yang ada hubungannya dengan pembahasan pertanyaan anak. Selain untuk evaluasi pemahaman anak akan penjelasan orang tua, anak pun akan belajar berbicara dengan baik saat menceritakan kembali penjelasan dari orang tuanya. 

Sudahkah siap menjadi pendengar dan menghargai pertanyaan anak-anak? 💕

DIY Jellyfish Sensory Bottle

Setelah field trip singkat ke Sea World Ancol,  Faris sangat terkesan sekali dengan ubur-ubur alias jellyfish. MasyaAllah, memang tampak lucu dan menggemaskan sekali makhluk ciptaan Allah yang satu ini. Jadilah setiap hari Faris minta kelas bebikinan dan mama pending sampai hari ini karena banyak sekali kendala. Mulai dari printer yang ngadat, ada beberapa bahan yang stoknya habis di rumah sampai dengan mama yang masih rempong mengatur ulang ritme pekerjaan domestik pasca holiday 😁.

Baiklah akhirnya buat mencairkan suasana hati anak-anak akhirnya kami membuat sensory botol saja. Bahannya mudah ditemukan di rumah dan adiknya pun bisa dilibatkan dalam kegiatan ini (meski dalam prosesnya tidak sempat didokumentasikan).

Teman-teman pernah kepikiran nggak bikin mainan atau hiasan ubur-ubur di dalam botol? Cara membuatnya cukup mudah dan cocok sekali dimainkan oleh balita. Cara mainnya pun sederhana cukup dibolak-balik saja, maka si ubur-ubur ini akan bergerak-gerak di dalam air.

Alat dan bahannya :

1. Plastik transparan
2. Botol air plastik.
3. Benang
4. Pewarna Makanan
5. Gunting

Cara membuat :

1. Ratakan plastik dan potong pegangan dan bagian bawahnya.

2. Potong sepanjang kedua sisi untuk dipecah menjadi 2 lembar plastik ( kita hanya menggunakan salah satunya saja )

3. Dari bagian tengah lembaran plastik, lipat seperti balon kecil untuk membuat bagian kepala dan mengikatnya dengan benang. Tidak terlalu rapat.

4. Kita harus menyisakan lubang kecil untuk menuangkan air di bagian kepala .Masukkan air ke bagian kepala agar mudah tenggelam. Tinggalkan udara di dalamnya agar bisa mengambang. 

5. Sekarang kita akan mendapatkan bagian kepala dan sisanya akan menjadi tentakelnya. Potong dari ujung ke bagian kepala. Kita akan mendapatkan sekitar 8-10 tentakel.
6. Untuk masing-masing, potong lagi menjadi 3-4 bagian kecil dan potong bagian yang tersisa.
7. Gunting lagi untuk membuat tentakel panjang dan pendek acak.

9. Isi botol air.
10. Masukkan ubur-ubur ke dalam botol dengan beberapa tetes pewarna makanan biru. Tutup botolnya. Ubur-ubur mainan pun berenang di dalam air.

Cara Main :
Anak dapat bermain bebas dengan botol tersebut dengan menggoyangkan naik turun dan meletakannya di hadapan anak setelah botol dikocok sehigga anak dapat memperhatikan benda di dalam akan turun secara perlahan.

Manfaat :
🐾Melatih motorik kasar (gross motor skill)
🐾Melatih keseimbangan tangan dan mata (hand eye coordination)
🐾Pengenalan warna (color recognition)

 

 

 

 

Terimakasih Ananda

Salah satu kebahagiaan dalam hidup saya adalah saat menatap berlama-lama wajah kedua anak laki-laki saya yang sudah tertidur pulas di malam hari. Mengenang detik demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun yang telah kami lalui bersama. Anak-anak yang mengajarkan banyak hal kepada orangtuanya, baik dalam tangisnya maupun dalam tawanya. Anak-anak yang menjadi penyejuk hati dan mata kedua orang tuanya. 

Ketika masih bayi, belajar merangkak, melangkah tertatih-tatih hingga mulai belajar membereskan tempat tidurnya dan terjatuh saat belajar naik skuter, anak-anak seperti mengingatkan saya untuk tidak terlalu bergegas, tergesa-gesa dan terburu-buru menjalani kehidupan ini. 

”Tanganku masih kecil, kakiku masih belum kuat melangkah, genggam erat tanganku, jangan berjalan terlalu cepat. Kelak, aku juga dapat berjalan beriring bersamamu, mama dan papa.”

Tatapan matanya begitu bening, begitu polos. Ya,  anak-anak kecil belum melihat banyak hal di luar rumah. Tapi tatapannya seperti mengingatkan saya, ”Aku belum banyak melihat, dan kelak beri aku kesempatan menatap dan mengarungi dunia dengan aman. Jangan batasi aku dengan sedikit-sedikit melarang untuk tidak melakukan ini-itu. Laranglah, bila itu memang sangat perlu untuk dilarang.”

Anak-anak jaman sekarang, sekali kita ”meleng” sudah berubah menjadi besar. Menjadi bukan anak-anak lagi. Ia tak mau lagi dipeluk, apalagi di depan teman-temannya. Ia tak mau lagi diajak jalan-jalan bersama, karena ia sudah punya teman bermain sendiri, dan sudah punya jadwal sendiri. Tak peduli sejenak kepadanya, seperti ada garis waktu yang hilang, di mana saat itu anak-anak sebenarnya berharap mendapat penjelasan tentang dunia yang akan dihadapinya kelak.

Tak jarang, anak-anak membangkitkan rasa kesal. Rasa amarah, meski kemudian saya sesali sendiri, kenapa saya mesti marah? Tatapan matanya, dan linangan air matanya, seperti menyadarkan saya, bahwa ia masih anak-anak. Perasaannya lembut. Ia sedang belajar mengenali dirinya, meminta diperlakukan, sebagaimana saya ingin diperlakukan oleh orang lain. Tidak harus dihadapi dengan bentakan.

Anak-anak kita tentu membutuhkan dukungan dan dorongan untuk tumbuh dengan baik. Untuk menghadapi masa depan, yang berbeda sama sekali dengan masa-masa yang pernah dihadapi orangtuanya. Mereka tak menutup pintu untuk menghadapi konsekuensi atas perbuatannya yang salah. Tetapi ia membutuhkan penjelasan, mengapa perbuatan itu salah. Jika tidak, hukuman yang kita berikan, apalagi diselip perasaan benci, akan tertanam di batinnya, dan kelak bisa berbuah dendam.

Tak jarang pula, kita memaksakan kehendak. Dari mulai urusan berpakaian, makanan, bahkan pilihan sekolah. Padahal, baik menurut kita, belum tentu baik menurut mereka. Pantas menurut kita, belum tentu pantas menurut mereka. Mari jujur bertanya ke diri sendiri, apakah pilihan kita itu untuk menyenangkan mereka, atau hanya untuk memenangkan gengsi kita di hadapan orang-orang?

”Papa, Mama, beri aku kesempatan belajar mengambil keputusan untuk diriku sendiri. Beri aku kesempatan untuk mengalami kegagalan atau berbuat kesalahan sehingga aku dapat belajar dari hal itu. Bantu aku untuk mengatasi kegagalan dan memperbaiki kesalahan sehingga kelak di masa depan aku sudah siap mengambil keputusan yang tepat untuk hidupku.” 

Mungkin itu sebagian ungkapan hati mereka yang belum bisa tersampaikan kepada kami orang tuanya. 

Anak-anak juga tak suka untuk dibanding-bandingkan dengan adik atau kakaknya, dengan saudara-saudara lain dan juga dengan orang-orang lain. Mama tahu itu karena Mama pun pernah mengalami masa dibanding-bandingkan dengan orang lain oleh orang tua Mama. Namun, entah kenapa, masih saja kerap kali keluar kalimat, ”Contoh dong mas, anak baik, selalu nurut, makanya dia jadi anak pintar.” Pertanyaannya, predikat ”pintar” dalam kalimat itu adalah untuk kebahagiaan anak atau untuk kebanggaan dan kebahagiaan kita sebagai orangtua? ”Siapa dulu dong, mamanya?”

Setiap ada postingan yang mengingatkan Mama untuk memberi lebih banyak waktu untuk bermain dengan buah hatinya, selalu menimbulkan tetes mata yang menyeruak dari ujung mata Mama. Yang kurang lebih mengatakan;  Mama, hari ini anakmu tidak seperti kemarin. Hari ini ia lebih tua satu hari dari kemarin. Ia lebih besar satu hari dari kemarin, dan waktu kemarin yang berlalu itu, tidak akan pernah terulang kembali. Mama sempatkan lah bermain dengan anakmu. Karena setiap hari baru, Mama akan kehilangan satu kesempatan untuk bermain diusianya di hari itu. Dan waktu itu, tidak akan pernah kembali lagi 😭

bermain tembakan air, mewarnai, membuat parkiran mobil, petak umpet, potong dan tempel, mengaduk adonan, mencuci beras… Semua itu hal kecil, tapi akan senantiasa terpatri di hati dan akal anak-anak kita. 

Pada akhirnya, jika ruh sudah dikeluarkan dari jiwa, bukan mainan mahal yang akan dikenang oleh mereka. Bukan pula buku sampul tebal berwarna warni yang tertumpuk apik di ruang baca. Bukan mobil mewah dan rumah besar, liburan keluar negeri yang akan terngiang-ngiang di telinga dan akal mereka. Tetapi hal kecil, cerita kecil sebelum tidur malam, kecupan serta pelukan. Lelucon yang membuat tertawa sampai sakit perut. Bermain dengan tepung sampai wajahnya berubah putih. Bercanda, gelitikan, main bisik-bisikkan, main bayangan. Itu yang akan diingat. Itu yang akan dikenang, itu…

Kasih sayang tidaklah mahal. 

Waktu adalah benda termurah yang paling berarti, yang bisa Mama beri pada orang yang sangat Mama cinta. 

Sebelum, terlampau letih

Sebelum naik intonasi karena berantakannya rumah hari ini. 

Sungguh, anak-anak tidak perduli akan semua itu. Lepaskan penat dengan bercanda bersama mereka, membacakan buku yang sejak tadi diminta untuk dibacakan kepada mereka. 

‘Mengasuh itu, adalah membuat kenangan’

Jadi,

Kelak ingin seperti apakah engkau dikenang?

Kehadiran anak-anak adalah karunia, lebih dari segalanya, anak adalah hadiah terindah dari Allah. Sudahkah kita memperlakukan mereka sesuai kehendakNya?

Hari ini, saya bisa menjawab: belum!

Maafkan mamamu, Nak….

Terimakasih atas segala kesabarannya, pengertiannya dan kelapangan hati menghadapi mama yang jauh dari kesempurnaan.

Tulisan ini, curahan hati saya dari seorang mama yang belum rela membagi waktu mengasuh anak dengan profesi. Mama yang harus terus belajar untuk sabar dan menahan amarah. Terimakasih mba Juli sudah memilih tema “curahan hati untuk buah hati” sehingga menjadi pengingat pada diri yang masih lemah iman ini agar selalu mengingat bahwa anak-anak adalah titipan harta yang sangat berharga dari Allah. 😘

Belajar Menggunakan Fasilitas Publik : Pengalaman Pertama Naik Kereta Api Komuter /Commuter Line

Meskipun keadaan alat transportasi umum di negara kita masih belum ramah anak, namun tidak ada salahnya kita mulai memperkenalkan dan membiasakan si kecil menggunakannya.

Minggu lalu, saat kami berada di Jakarta kami selalu menggunakan alat transportasi umum ketika akan pergi kemana-mana.
Dalam kesempatan langka ini, tidak ada salahnya kita sebagai orang tua mengajak dan memperkenalkan si kecil menggunakan transportasi umum, seperti Commuter Line, TransJakarta maupun alat transportasi lain. Berikut cerita perjalanan Faris saat pertama kali mencoba naik KRL di Jakarta. Point yang harus dicatat kita sebagai orang tua adalah selalu dampingi anak ketika pertama kali menggunakan transportasi umum. Saat ini Jaringan KRL tidak hanya terdapat di Jakarta namun juga sampai ke kota-kota satelit dari Jakarta, seperti Depok, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, dan bahkan Rangkas Bitung. Untuk mengetahui di stasiun mana saja KRL beroperasi, bisa dilihat di peta jaringan KRL ini. Kalau menggunakan Google Map, bisa juga melihat peta elektronik ini untuk menentukan posisi stasiun KRL terdekat.
Dari semua stasiun tersebut, jangan pernah mencoba naik KRL di stasiun Gambir. Karena KRL tidak berhenti di stasiun Gambir. Contohnya kami, kemarin kami pergi ke Monas dari Stasiun Tebet mengambil rute turun di Stasiun Juanda (stasiun terdekat, selain stasiun Gambir) karena KRL tidak berhenti di stasiun Gambir. Dari stasiun harus naik bajaj dengan waktu tempuh 15 menit untuk sampai tujuan.

 

Jika ingin mencoba naik KRL ini, kita bisa beli tiket sekali jalan yang lebih terkenal dengan nama Tiket Harian Berjaminan (THB) dengan uang jaminan Rp. 10.000 yang  bisa diambil kembali kalau kita mengembalikan THBnya dalam jangka waktu satu minggu setelah membeli. Alternatif lain, coba pakai tiket terusan yang lebih terkenal dengan nama Kartu Multi Trip (KMT). Harganya cuma Rp. 50.000 dengan saldo Rp. 30.000.
Kedua jenis kartu ini bisa dibeli di loket stasiun- stasiun KRL. Atau bisa juga beli melalui vending machine. Untuk KMT bisa isi ulang di loket dan vending machine.
Tapi kalau kita punya kartu bank sejenis flazz, e money, tap cash, brizzi bisa juga dipakai, asal jangan lupa di aktivasi terlebih dahulu di stasiun. Untuk tempat aktivasinya bisa langsung bertanya ke petugas stasiun.
Selama perjalanan, kami memberi contoh cara membeli tiket dan bagaimana cara menscan kartu sampai dengan dia bisa masuk ke dalam stasiun. Seru sekali! Tidak ketinggalan Faris bertanya, kenapa ya Ma kalau kita naik kendaraan umum harus mengisi kartu dulu? Untuk apa Ma?
Saya berusaha menjelaskan kalau saat ini sistem perkeretaapian di Indonesia sudah lebih baik sehingga memudahkan kita untuk menikmati fasilitas transportasi umum. Kita tidak perlu antri lagi untu membeli tiket di loket jika sudah memiliki Tiket Harian meskipun kita bukan warga Jakarta.
Saat ini di setiap stasiun sudah tersedia peta jalur-jalur Commuter line maupun TransJakarta, sempatkan waktu untuk mendiskusikan jalur-jalur tujuan dengan mempelajari peta tersebut. Melalui kegiatan ini, kami bisa mengajarkan anak untuk bersikap kritis, bertanya pada petugas maupun security untuk mengetahui arah atau tempat tujuan. Mengajarkan kepada anak untuk selalu waspada, seperti tidak bicara pada orang asing, terutama yang menanyakan hal-hal pribadi seperti alamat rumah. Anak-anak kami ingatkan untuk selalu memperhatikan sekeliling untuk meningkatkan kewaspadaan, juga untuk mengetahui berbagai petunjuk maupun rambu-rambu.
Melihat banyaknya penumpang yang memegang smartphone, Faris bertanya kenapa semua orang pada main handphone ma? Kami mencontohkan dan menjelaskan kepada anak-anak untuk tidak tertidur atau bermain telepon genggam maupun gawai di angkutan umum, untuk menghindari tindak kejahatan seperti pencopetan atau perampokan/perampasan. Tidak lupa kami mengingatkan anak-anak untuk bersikap tertib, tidak berebut atau saling dorong ketika akan masuk ke dalam angkutan umum. Berdiri ataupun duduk di tempat yang sudah ditentukan, bukan di pinggir atau di depan pintu yang dapat menyulitkan orang yang akan naik maupun turun. Kami mengajarkan kepada anak-anak untuk selektif memilih tempat duduk, dan mempercayai intuisinya. Jika kita merasa tidak nyaman berada di dalam kendaraan, lebih baik untuk segera turun dan pindah ke kendaraan umum berikutnya. Yang terpenting dan sudah hilang dari peradaban anak jaman sekarang, jami berusaha mengajarkan anak untuk bersikap sopan. Tidak menaikkan kaki ke tempat duduk, tidak bicara dengan suara keras, maupun tertawa keras, memberikan tempat pada orang-orang yang membutuhkan seperti ibu hamil, orang tua, orang cacat, maupun ibu atau bapak yang menggendong balita. Mengingat tingkat empati masyarakat jaman sekarang sangat-sangat rendah, maka kami berusaha belajar memberikan contoh kepada anak-anak. Tak lupa menjaga kebersihan transportasi umum serta jalan raya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Apa yang perlu kita perhatikan saat naik KRL?
🐣Biaya naik KRL cukup murah. Untuk 25 km hanya Rp. 3000 dan untuk setiap 10 km tambahannya hanya menambah Rp. 1000/10 km. Kita tidak perlu pusing dengan kalkulasi biayanya. Kalau kamu pakai THB cukup sebutkan stasiun tujuan kamu dan nanti petugas loket atau tekan stasiun tujuan di vending machine.  Kalau pakai KMT, asal saldo kita tidak kurang dari Rp. 13.000 kita bisa langsung menggunakan KRL. Dijamin murah deh jalan-jalan menggunakan KRL.
🐣Karena saat ini KRL sudah pakai tiket berjenis cashless, maka untuk masuk ke stasiun kamu harus melewati pintu elektronik. Silahkan tap tiketnya ke mesin pembacanya di pintu elektronik. Yang jangan dilupakan kalau tap in gunakan tangan kiri dan kalau sudah sampai silahkan tap out menggunakan tangan kanan.
🐣 Ini terjadi karena pintu elektroniknya menggunakan model tripod. Sehingga kalau masuk, posisi mesin pembaca kartu ada di sebelah kiri. Sementara kalau keluar, posisi mesin pembaca kartu ada di sebelah kanan.
🐣Di dalam stasiun, perhatikan informasi peron buat paham dimana kita harus menunggu untuk naik KRL. Kalau masih bingung, kita bisa tanya ke petugas stasiun. Atau perhatikan pengumuman dan papan digital di stasiun. Sebagai informasi, tidak semua rangkaian Commuter Line dilengkapi sarana informasi audio untuk mengingatkan dimana kamu saat ini berada. Informasi visual umumnya tersedia dalam bentuk gambar peta rute Commuter Line yang terletak di atas pintu-pintu gerbong Commuter Line. Peta rute Commuter Line ini dapat kamu gunakan untuk menghitung berapa stasiun Commuter Line yang akan dilewati dalam perjalanan menuju ke stasiun Commuter Line tujuan.
🐣Saat berada di dalam kereta sebaiknya kita memperhatikan dengan baik informasi-informasi atau pengumuman yang disampaikan oleh petugas di setiap stasiun dimana kereta akan berhenti untuk mengangkut penumpang.
🐣Hindari berjalan-jalan naik Commuter Line pada jam sibuk, terutama pada pukul 6 – 9 (dari luar Jakarta menuju Jakarta) dan pukul 16 – 19 (dari Jakarta menuju luar Jakarta). Pada waktu-waktu tersebut,  cukup sulit untuk dapat masuk dan keluar dari gerbong Commuter Line.
🐣Sebelum melakukan perjalanan kita harus memahami dulu peta jaringan KRL agar tidak bingung. Peta jaringan KRL di Jakarta terbagi menjadi 6 line atau 6 jalur.
Pertama Jalur Hijau yang rutenya adalah Rangkas Bitung/Maja/Parungpanjang/Serpong sampai ke Tanah Abang pp.
Kedua Jalur Coklat yang rutenya adalah Tangerang – Duri pp.
Ketiga adalah Jalur Kuning yang rutenya ada dua yaitu Bogor/Depok – Manggarai – Tanah Abang – Duri – Kampung Bandan – Jatinegara pp kemudian ada rute Nambo – Citayam – Manggarai – Tanah Abang – Duri – Kampung Bandan – Jatinegara pp
Keempat adalah Jalur Merah yang rutenya Bogor/Depok – Manggarai – Jakarta Kota
Kelima adalah Jalur Biru yang rutenya adalah Bekasi – Manggarai – Jakarta Kota. Tapi ada juga kereta di jalur ini yang rutenya Bekasi – Jatinegara – Pasar Senen – Kampung Bandan – Jakarta Kota.
Keenam adalah Jalur Pink yang rutenya adalah Jakarta Kota – Kampung Bandan – Ancol – Tanjung Priok pp.
Nah dari semua jalur tersebut ada beberapa stasiun Transit yang penting diingat yaitu Manggarai yang saat ini adalah stasiun transit terbesar, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Jatinegara, dan Jakarta Kota.
Masih ragu untuk mengajak anak naik alat tranaportasi umum?
Memang mengajarkan anak untuk terbiasa menggunakan kendaraan umum bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan kesabaran dan ketelatenan, hal tersebut tidaklah mustahil. Selamat mencoba, yuk kita budayakan naik kendaraan umum😘