belajardarialam, Home Education, Ibu Profesional, Jurnal Harian, PORTOFOLIO FARIS

Learning Day 14 : Membuat Kreasi Seni dari Sisa Konsumsi Rumah Tangga (Compos Art)

Buah-buahan dan sayur-sayuran ternyata tak hanya dimanfaatkan untuk dikonsumsi sebagai hidangan dapur maupun aneka jus saja, loh. Karya seni yang unik juga bisa tercipta dengan memakai sisa konsumsi buah dan sayur yang biasa kita temui di pasar atau supermarket bahkan daun kering yang ada di halaman rumah kita. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak hari ini, mereka dengan tekun menyusun aneka potongan daun dan sayur menjadi sebuah bentuk yang unik dan lucu.

Mungkin banyak yang tidak terbayang membuat bentuk-bentuk unik dan lucu dari sisa dapur. Bahkan awalnya saya berpikir bahwa anak-anak ini menciptakan seni absurd dan lucu. Kegiatan bermain hari ini mengingatkan saya, darimana makanan yang kita konsumsi berasal dan membantu untuk meningkatkan kesadaran tentang hidup yang berkelanjutan.

Kegiatan bermain ini biasanya disebut dengan compost art, Faris senang menemani saya di dapur sambil membuat berbagai macam bentuk sesuai dengan imajinasinya. Hasil dari compos art ini memang sama tidak diawetkan. Karya-karya seni yang anak-anak buat kebanyakan saya ambil fotonya dan disimpan dalam bentuk digital di dalam portofolio kegiatan harian mereka. Inti dari kegiatan ini adalah memancing, mematik dan mengulik kreatifitas anak anak.Konsepnya memang ‘hanya’ mengolah limbah organik (awalnya yang dihasilkan oleh rumah tangga sisa memasak) menjadi material seni untuk kemudian dikembalikan ke alam atau tempat pengolahan kompos yang kami miliki di rumah. Dan membebaskan karya ini dari keterlibatan lem, pewarna dan semacamnya 😅 Jadi yang bisa disimpan memang hanya fotonya saja.

#hari14 #gamelevel4 #tantangan10hari #kelasbundasayang #mengamatigayabelajaranak #ibuprofesional #cerita2al #portofolioanak.com

Iklan
belajardarialam, Home Education, Ibu Profesional, Jurnal Harian, PORTOFOLIO FARIS

Learning Day 13 : Bermain Congklak Sebagai Media Belajar

Pagi ini saya dan anak-anak bermain congkak/congklak atau dakon (Jawa) atau daku (Banten). Teman-teman adakah yang familiar dengan permainan ini? Atau bahkan salah satu permainan favorit teman-teman. Congkak atau congklak adalah permainan memasukkan biji-bijian ke dalam sederetan lubang. Permainan congkak dimainkan oleh dua orang pemain perempuan maupun laki-laki.

Buat yang belum tahu permainan ini, bermain congklak menggunakan papan congkak yang biasanya dibuat dari kayu atau plastik dengan ukuran panjang 60 sampai dengan 80 cm dan lebarnya kurang lebih 15 sampai dengan 18 cm serta tinggi 10 cm. Papan permainan congklak terdiri atas 10 sampai 14 lubang di sisi kiri dan kanan yang disebut “kampung”. Terdapat satu lubang besar di setiap hujung papan congkak. Lubang ini disebut “rumah.”

Ketika akan bermain, kita dapat menggunakan biji congkak yang biasanya menggunakan biji-bijianl atau kerikil. Permainan congklak itu memerlukan 98 buah biji, batu kerikil, kerang atau kelereng. Tujuh buah lubang tersebut nantinya diisi 7 buah biji untuk masing-masing lubangnya. Jadi, masing-masing pemain memiliki 49 buah biji kecil yang siap dijalankan.

Cara bermain congklak, kedua pemain duduk berhadapan di depan papan congkak. Pemain masing – masing mengisi lubang congkak dengan biji congkak. Pada putaran pertama, kedua pemain melakukan permainan secara bersamaan memasukan biji ke dalam setiap lubang sendiri kemudian mengelilingi lubang lawan. Setiap satu
putaran, pemain memasukan biji ke dalam lubang rumah. Apabila biji terakhir jatuh pada lubang yang ada biji permainannya
dilanjutkan. Apabila biji terakhir jatuh pada lubang lawan yang kosong maka mati
dan menunggu teman yang sedang bermain. Apabila biji terakhir mati pada lubang sendiri dan di depan lubang lawan berisi biji maka biji lawan bisa diambil.

Akhir dari permainan ini siapa yang masih tersisa bijinya dialah yang menang. Putaran kedua, kedua pemain mengisikan biji lagi ke dalam kampung lubang. Jika didapati lawan kita kekurangan biji maka kampung yang kurang itu dianggap “terbakar”.

Anak-anak sebenarnya belum terlalu paham dengan aturan permainan ini, namun mereka sangat senang bermain congkak sambil belajar memahami bilangan angka. Faris sangat excited mencoba permainan yang sudah lama ingin ia mainkan ini.

Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari permainan congkak antara lain :

1. Melatih Kemampuan Motorik Halus
Ketika memegang dan memainkan biji congklak yang paling berperan adalah jari jemari anak. Kemampuan motorik halus ini sangat bermanfaat bagi anak untuk memegang dan menggenggam alat tulis, dengan kemampuan motorik halus yang baik maka anak dapat menulis bahkan mengetik dengan baik dan cepat.

2. Melatih Interaksi Antar Anak
Melalui kegiatan bermain bersama dan bergantian mengunakan alat mainan anak-anak belajar untuk sabar menunggu giliran.

3. Melatih memahami aturan main dalam bermain bersama
Anak-anak dapat belajar memahami aturan
dalam bermain congklak. Hal itu mengajarkan anak untuk belajar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan sehingga secara tidak langsung anak belajar untuk memahami aturan.

4. Melatih kemampuan kognitif anak
Anak-anak dapat mengenal dan menyebutkan bentuk simbol sederhana. Mereka juga berlatih mengelompokkan benda dan membilang bentuk yang sama dan sejenis, dapat membedakan besar-kecil, menyebutkan dan menguasai konsep bilangan 1 sampai dengan 10.

Saat ini permainan congklak boleh dikatakan hampir tidak ada lagi alias sudah mulai ditinggalkan karena tersingkirkan oleh permainan yang menggunakan teknologi. Permainan congklak ini tidak ada salahnya jika kita ajarkan untuk anak-anak usia TK ataupun SD. Kita bisa memberi pelajaran berhitung dengan cara yang menyenangkan dan juga ikut andil dalam melestarikan budaya Indonesia yang hampir punah ini.

#hari13 #gamelevel4 #tantangan10hari #kelasbundasayang #mengamatigayabelajaranak #ibuprofesional #cerita2al #portofolioanak.com

Home Education, Ibu Profesional, Jurnal Harian, PORTOFOLIO FARIS

Learning Day 12 : Visual Learner dan Logo, apa hubungannya?

Mak, adakah yang anaknya senang sekali mengamati detil logo suatu benda atau apa saja yang ia lihat? Atau senang menghafal logo sebuah mainan mobil-mobilan besi dengan merknya?
Dulu sekali, sempat terpikir oleh saya mungkin Faris tidak secerdas anak-anak lain seusianya. Yang sangat excited ketika diajari menyanyi atau menghafal nama-nama Nabi, mau duduk diam bermain mainan edukatif, mendengarkan apa yang saya bacakan atau kisahkan kepadanya dengan seksama. Faris sama sekali tidak tertarik bahkan peduli dengan hal-hal semacam itu.
Ia senang mencampur aduk semua mainan yang ada di rumah, mengunpulkan melempar-lemparkan atau melambungkan mainan kemana-mana. Ketika memasuki usia 2 tahun, ia senang memainkan tongkat atau benda-benda yang panjang kemudian ia putar-putar layaknya baling-baling.
Di usia 2 tahun inilah ia sangat tertarik dengan logo atau merek kendaraan serta jenis-jenis kendaraan yang ia amati di jalan. Ia mampu menghafal semua itu dalam waktu singkat padahal belum mengenal huruf atau angka. Apa yang ia ucapkan sangat rinci. Ia mampu mengenali kendaraan hanya dengan melihat logonya, bahkan yang membuat saya amaze ketika ia melihat bentuk design mobil keluaran tahun berikutnya pun ia tahu kalau itu mobil dengan merek yang sama 😂
Mulai dari logo Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu, Mitsubishi, Mazda, BMW, Nissan, Mercedes dan lainnya yang akan ia sandingkan dengan berbagai jenis kendaraan seperti pick up, sedan, truk, bus, minibus dan lain-lain.
Saat itu saya mulai menarik kesimpulan bahwa ia sangat detail dan menunjukkan gejala lompatan perkembangan dalam kecerdasan visual.

Faris sangat menyukai kegiatan berburu mainan mobil-mobilan bekas. Ia bahkan ikut terlibat dalam mendaftar jenis-jenis mobil-mobilan bekas yang akan Papanya beli. Ia ikut mengecek kondisi mobil-mobilan bekas yang akan dibeli. Ia juga ikut memeriksa kondisi ban-ban kendaraan dan kondisi cat mobil yang kami lihat. Faris senang berdiskusi tentang tenaga mobil dan kondisi penggerak mobil – penggerak roda depan atau penggerak roda belakang, penggerak dengan dua roda atau empat roda, kapasitas mesin kendaraan, masalah perawatan kendaraan, kenyamanan dan lain-lain. Ia selalu meminta penjelasan secara detail dan tidak berhenti bertanya sampai ia puas dengan jawaban kami. Kemampuan berbicara dan berdiskusi sama sekali tak menampakkan kalau bahkan ia belum berusia genap dua tahun. Suatu hal yang baru saya sadari di kemudian hari, lompatan kemampuan berbicara dan berpikir ini merupakan tanda-tanda awal anak gifted, anak yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

Catatan kecil saya pun kembali mengingatkan ketika di usianya yang ketiga, Faris menemani saya membeli obat di apotek Kimia Farma dan dengan polosnya ia berkata “Ma, ternyata di Kimia Farma ada bulannya loh”. Saya hanya menanggapi dengan santai, dan bertanya kembali “Masa sih ada bulan, mana loh? Kok Mama nggak keliatan.” Tanpa menunggu lama,ia langsung menunjukkan gambar di bagian belakang petugas apotek yang menampilkan gambar logo Kimia Farma, rasanya saya ingin tertawa kenapa dari tadi saya tidak paham juga apa yang dimaksudkan oleh anak saya. Ternyata yang Faris maksud dengan bulan itu adalah logo Kimia Farma yang mirip dengan bulan sabit. Satu lagi gejala anak dengan kemampuan visual atau ingatan tinggi terekam ke dalam catatan portofolionya.

Memasuki usianya yang ke empat kemampuanya pun semakin terasah. Faris terkadang menemani saya beraktivitas keluar rumah. Selama perjalanan ia dan adiknya tidak bisa diam di dalam mobil. Ia sering sekali membuat konsentrasi nenyetir saya menjadi terganggu dengan banyaknya komentar atau pertanyaan yang ia sampaikan. Selama perjalanan sering juga ia protes jika kami melewati jalan yang sama atau berputar. Kadang kala saya pun jadi kehilangan kesabaran dan memarahinya. Namun, semakin kesini saya makin paham dan menyadari bahwa protes atau kerewelannya akan jalan-jalan yang kami lewati adalah gejala anak yang memiliki kemampuan visual spasial tinggi.

Sama seperti hari ini ketika ia menemani saya berbelanja dan berkomentar, “Ma, ternyata di perut kepiting ada gambar masjidnya.” Ya Allah rasanya saya semakin yakin kalau ia memang menonjol dalam komunikasi visual. Faris sangat memperhatikan detil suatu obyek dan menyatakan pencitraannya.

Faris memang lebih cepat dan kuat hafalannya bila belajar dengan simbol yang menarik dan tegas. Saya punya keyakinan anak-anak visual learner adalah pembelajar cepat dan rata-rata memiliki ingatan yang kuat. Ketika mendampingi mereka belajar, justru kita harus memanfaatkan kekuatan visualnya dengan menggunakan gambar-gambar dan logo. Saya senang mengajak Faris untuk memvisualisasikan apa yang dibaca. Rata-rata anak visual learner dapat belajar sendiri tanpa diajari hanya dengan melihat. Secara otomatis mereka menghafal dan mempelajari pola.

#hari12 #gamelevel4 #tantangan10hari #kelasbundasayang #mengamatigayabelajaranak #ibuprofesional #cerita2al #portofolioanak.com

Home Education, Ibu Profesional, Jurnal Harian

Learning Day 11 : Yuk, Ajak Anak Bermain Konstruksi

Anak-anak kalau lagi weekend biasanya main apa, Mak? Kebanyakan kids zaman now kalau nggak sibuk main sepeda, nonton televisi ya main play station kali ya atau malah dikasih jam main gadget sama orang tuannya? Eh kaya gitu nggak sih 😂. Hm, tapi adakah Mak yang anaknya suka mainan konstruksi kaya lego, blok atau gigo gitu?

Ya gitu deh, apakah ada yang anaknya senang menyusun mainan konstruksi itu jadi bangunan atau merakitnya sampai jadi kendaraan misalnya. Pada dasarnya mainan konstruksi itu punya banyak manfaat bagi mereka loh, Mak. Faris senang sekali mengutak atik mainan konstruksi sejak usianya masih dua tahun, mulai dari blok kayu biasa hingga beberapa jenis lego besar seperti megablock atau duplo ia susun menjadi apa saja seperti yang ada dalam imajinasinya. Membuat sebuah proyek dari mainan saya percaya bisa merangsang kreativitas dan mempertajam keterampilan anak-anak.

Bahkan dengan kegiatan menyusun mainan konstruksi juga bisa mendorong anak berlatih memecahkan masalah sejak usia dini. Mainan konstruksi ini cocok banget dijadikan sarana main anak sekaligus berlatih menyelesaikan masalah. Apalagi mainan blok seperti lego atau gigo bisa mendorong anak-anak membuat sesuatu versi mereka sendiri atau mereka membuat skenario pura-pura ketika bermain.

Baca juga : Bermain Konstruktif Bersama Gigo Toys

Jadi apa aja sih manfaat bermain konstruksi buat anak?

1. Mengasah keterampilan motorik dan koordinasi tangan-mata

Ketika memilih mainan konstruksi untuk anak, kita harus menyesuaikan dengan kategori umur anak. Ketika anak mengambil blok atau lego kemudian menyusunnya, secara nggak langsung kemampuan motorik halusnya dalam memegang sebuah benda pun terlatih demikian juga koordinasi tangan dan mata pun harus oke.

2. Melatih Kecerdasan Visual Spasial

Melalui kegemaran Faris memainkan mainan konstruksi, semakin kesini saya melihat banyak pula perkembangan keterampilan visual spasial yang ia miliki. Kecerdasan visual spasial ini meliputi keterampilan dalam mengenali dan mengukur benda, ruang, dan tempat.

3. Anak Belajar Memecahkan Masalah

Anak-anak yang bisa menyusun blok dengan berbagai cara, sudah terlatih untuk berpikir kreatif. Mereka menemukan berbagai alternatif dalam menyusun mainannya sehingga terbiasa pula menyelesaikan sebuah masalah.

4. Melatih Keterampilan Matematika

Mainan blok ini juga bagus untuk keterampilan matematik anak-anak loh, Mak. Selama ini saya tidak mengenalkan simbol angka cepat-cepat ke Faris namun ia sendiri yang memutuskan kapan ingin belajar sesuatu hal. Ketika bermain konstruksi dan menciptakan sesuatu ia terkadang bertanya seperti “Apartemen buatan Faris ada berapa lantai ya, Ma?” atau “Mama tau nggak skuter yang Faris rancang ini punya 4 roda😅” Ngerasa amaze banget kan, Mak ketika makan di restoran dan ia menduga duga kalau kita duduk di meja nomor berapa padahal saat ini saya baru mengenalkan konsep jumlah suatu belum membahas hubungan antara jumlah dan simbol suatu bilangan.

#hari11 #gamelevel4 #tantangan10hari #kelasbundasayang #mengamatigayabelajaranak #ibuprofesional #cerita2al #portofolioanak.com

belajardarialam, Home Education, Ibu Profesional, Jurnal Harian

Learning Day 10 : Mengambil Pesan dari Film Edukasi Petualangan Banyu Bersama Titik Air

Beberapa hari ini curah hujan di Tanjung Pinang sedang tinggi sehingga membuat kami jarang beraktifitas di luar rumah. Hari ini kami memanfaatkan waktu untuk melihat proses terjadinya hujan dengan menonton film edukasi “Petualangan Banyu Bersama Titik Air” karya
Greeneration Indonesia (GI) dan Komunitas Sahabat Kota (KSK).

Serial film edukasi ini sebenarnya sudah lama diproduksi namun saya baru menunjukkan kepada anak-anak ketika mereka sudah siap untuk duduk dan menyimak pesan-pesan apa yang akan disampaikan oleh film ini.

Film animasi bertajuk lingkungan ini sangat menarik minat Faris yang concern pada lingkungan dan perubahan gejala alam. Melalui film ini, saya dapat memberitahukan kepada anak-anak bagaimana proses terjadinya air dari awal sampai akhir, fungsi air untuk mahluk hidup serta himbauan untuk tidak membuang-buang air.

Film ini memang ditujukan untuk anak-anak, karena merekalah yang akan melanjutkan kehidupan. Saya yakin sedikit banyak film ini pasti akan berpengaruh terhadap cara berpikir anak-anak dan salah satu cara menginformasikan isu lingkungan kepada anak-anak secara sederhana dan bertahap.

Faris sangat senang dan fokus menyimak film ini hingga selesai bahkan tanpa saya instruksikan ia menceritakan kembali apa isi dari film tersebut kepada Papanya. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah mengenai kecerdasan bahasanya pun semakin berkembang melalui kegiatan bercerita dan mengetahui kosakata baru bahwa “banyu” adalah bahasa Jawa dari “air”. Saya tidak pernah mengajar bahasa Jawa secara khusus kepada anak-anak, sejak mereka lahir saya berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia supaya mereka tidak bingung ketika saya berbicara dengan bahasa yang beragam. Namun, seiring bertambah usianya ternyata Faris semakin menunjukkan bahwa ia memiliki kecerdasan bahasa yang menonjol. Ia segera dapat mengikuti beragam bahasa dan meniru logat yang berbeda-beda. ☺️

Penasaran ingin menonton film ini juga? Yuk, klik link berikut ini supaya teman-teman yang mau tau asal air bersih yang ada di rumah kalian bisa juga ikut menonton bagaimana perjuangan air sampai ke rumah kita.

Ikuti petualangan titik air ya yang sudah menempuh perjalanan untuk sampai ke rumah kita sehingga kita dapat menggunakan ketika ingin mandi,mencuci piring atau menyiram bunga. Ternyata ia menempuh jarak bermil-mil jauhnya. Dan bagaimana kalau perjalanan mereka sia-sia karena kita membuang-buang air dirumah? Mungkin air akan ngambek dan bisa habis. Aduh, kalau air habis bagaimana kita akan mandi atau minum?

Air sangat dibutuhkan untuk kehidupan kita sehari-hari. Begitu banyak kegunaan air dalam kehidupan kita khususnya air bersih. Yuk, ikuti petualangan Banyu dengan titik air saat melihat perjalanan air menuju ke rumah kita. Bantu juga Banyu untuk melindungi air-air bersih kita.

#hari10 #gamelevel4 #tantangan10hari #kelasbundasayang #mengamatigayabelajaranak #ibuprofesional #cerita2al #portofolioanak.com

Home Education, Ibu Profesional, Jurnal Harian, PORTOFOLIO FARIS

Learning Day 9 : Berkenalan dengan Game Edukatif di Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau

Bermain adalah dunia anak-anak, mereka menggunakan permainan sebagai salah satu cara mereka mengekspolarasi dunia. Mereka menggunakan panca indera yang dimilikinya untuk belajar banyak hal. Anak-anak sejak lahir memang belum pernah kami kenalkan pada smartphone, mereka hanya sekedar tahu fungsi dari smartphone salah satunya sebagai sarana komunikasi. Hingga usianya yang keempat pun Faris belum bisa mengoperasikan smartphone, membuka kuncinya saja ia tidak tertarik karena kami punya kesepakatan mengenai waktu penggunaan smartphone saat mereka hendak menelepon kakek nenek atau saudara saja. Alhamdulillah dengan begini tidak ada lagi istilah kecanduan smartphone di rumah kami. Saya dan suami merasa anak-anak belum bisa membedakan mana mainan dan benda lain. Jadi ketika menggunakan kecanggihan teknologi anak-anak perlu didampingi. Pengawasan yang tinggi juga diperlukan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kegiatan kami hari ini sangat menarik minat Faris. Apa itu? Saya mengenalkan game edukatif untuk pertama kalinya pada Faris. Sebenarnya kegiatan ini di luar dari rencana. Hari ini saya dan anak-anak kembali berkunjung ke Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau. Seperti biasa anak-anak hanya bermain mainan edukatif yang disediakan di rak mainan dan menghabiskan energi dengan bermain prosotan. Setelah bosan dan capek barulah mereka mau duduk dan membaca buku pilihan masing-masing.

Tidak diduga hari ini banyak sekali abang-abang yang mengunjungi perpustakaan dan bermain game edukatif di komputer yang disediakan perpustakaan. Gimana nggak tertarik kan? Awalnya anak-anak hanya ikut nimbrung dan melihat apa yang abang-abang itu mainkan. Eh lama-lama Faris jadi tertarik ingin ikut bisa bermain sambil bertanya dan komentar ketika berkumpul bersama teman-teman yang lain. Untuk menjawab rasa penasarannya akhirnya saya memberikan kesempatan kepadanya untuk mencoba memegang mouse dan bermain sesuai dengan instruksi.

Tidak disangka sangka ternyata anak yang selama ini saya pikir tidak bisa duduk tenang dan fokus rupanya dengan tekun mempelajari hal baru. Ia sangat memperhatikan detil dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan ketika akan bermain game ini. Jadi, kesimpulan yang saya ambil strategi yang dapat diterapkan kepada anak dengan gaya belajar kinestetik adalah pelajari sesuatu yang menarik dan baru baginya. Pasti ia akan rela bersikap tenang dan fokus😁

Ketika Faris berumur empat tahun ini, saya mempertimbangkan untuk mulai mengenalkan sedikit teknologi dan permainan edukatif yang ada di personal computer. Di usianya ini biasanya anak-anak mulai mengeksplorasi segala hal untuk memuaskan keingintahuannya, orang tua yang mengontrol porsinya. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan ketika memilihkan game edukasi untuk anak balita:

1. Di usianya ini mereka memasuki tahap perkembangan kognitif dan tahap sensori motorik. Hal inilah yang membuat balita cenderung menggunakan panca indera yang dimilikinya untuk mengeksplorasi permainan tertentu sehingga diperlukan pengawasan ekstra.

2.Rasa penasaran yang tinggi akan membuat balita selalu bereksperimen dengan benda-benda yang baru bagi mereka. Balita pasti tertarik untuk memencet apa saja, jadi sebaiknya pilih game edukasi yang tidak ada iklan atau aplikasi berbayar.

3. Sebaiknya pilih permainan yang menggunakan petunjuk dengan kosakata jelas dan sederhana. Anak balita sedang belajar mengikuti instruksi yang diberikan.

Bermain menggunakan permainan digital ternyata membuat anak-anak betah duduk lama di depan layar dan tidak mudah bosan. Media interaktif yang berupa suara, animasi dan game play yang menarik akan membuat rasa keingintahuan mereka lebih tinggi. Sebagai orangtua yang baik, kita dituntut harus selektif dalam memilih game edukasi anak balita.

Game edukatif yang kami coba hari ini merupakan permainan yang menggunakan banyak animasi untuk membangun kata-kata. Ada banyak pilihan tema yang bisa kita coba sesuai dengan tujuan belajar masing-masing anak. Misalnya game untuk belajar aksara dimana setiap huruf yang ditampilkan akan diiringi dengan suara fonetik dalam aksen lucu sehingga mendorong anak-anak menirunya. Permainan jenis ini sangat bagus untuk melatih kecerdasan bahasa anak-anak melalui beberapa kata dasar yang sederhana dan mudah diingat mereka.

Ada juga game dengan tema lingkungan yang melatih indera pendengaran dan indera peraba untuk menemukan solusi sebuah permasalahan. Permasalahan yang dimunculkan berupa isu-isu sosial yang sering kita lihat sehari-hari seperti banjir, hutan gundul, kebakaran hutan, tsunami yang dikemas dalam bentuk permainan maze, memory game, menyusun potongan puzzle dan lain-lain.

Itulah beberapa contoh game edukasi anak balita yang bisa kita berikan dalam menunjang pertumbuhan dalam tahapan kognitif anak. Poin penting yang harus digaris bawahi, orang tua wajib mendampingi balita ketika mereka sedang bermain-main. Hubungan balita dengan orang tua akan mendukung perkembangan kognitifnya. Bermain bersama adalah cara membangun hubungan yang memiliki manfaat yang sangat besar.

Buat buibu yang masih bingung merencanakan kegiatan bersama anak-anak, kita bisa meluangkan waktu berakhir pekan untuk mencoba game edukatif di Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau ini. Kegiatan sederhana seperti ini InsyaAllah dapat memberikan kesan sederhana dan penting bagi anak-anak. Anak-anak akan banyak belajar tentang siapa mereka, siapa orang terdekatnya dan dimana mereka berada. Semoga beberapa game edukasi untuk anak balita yang kami coba hari ini berkesan dan membuat mereka lebih semangat untuk mempelajari banyak hal baru.

Era digital memberikan perubahan besar terhadap proses belajar mengajar pada anak. Mau tidak mau game pun menjadi salah satu media interaktif untuk menunjang tumbuh kembang anak. Media yang menggabungkan beberapa macam media pembelajaran seperti audio dan visual ini turut membantu meningkatkan minat belajar pada anak usia dini.

Game memang dapat berdampak negatif bagi anak, namun pengawasan dan arahan dari orang tua akan membuat hal negatif tersebut menjadi hal yang positif bagi anak paud. Positif ataupun negatif kan tergantung bagaimana kita memanfaatkan dan menggunakan teknologi☺️

#hari9 #gamelevel4 #tantangan10hari #kelasbundasayang #mengamatigayabelajaranak #ibuprofesional #cerita2al #portofolioanak.com

Home Education, Ibu Profesional, Jurnal Harian

Learning Day 8 : Mainan Edukatif Ala Anak-Anak

Cerita tentang mainan anak buibu lebih suka bikin sendiri apa beli atau sewa? Hari ini saya mau menuliskan tentang mainan edukatif ala ala emak rempong. Karena hari ini kami tidak bisa bermain di luar rumah jadilah kami bermain menggunakan media printable card dan beberapa puzzle yang sudah saya buat sejak Faris masih berusia 1 tahun.

Pendidikan anak usia dini (0-8tahun) merupakan tempat belajar sekaligus bermain bagi anak-anak. Anak-anak diajarkan mengenal aturan, disiplin, tanggung jawab dan kemandirian dengan cara bermain. Anak juga diajarkan bagaimana mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya, berempati dengan temannya, tentunya juga berlatih bekerja sama dengan anak yang lain.

Melalui kegiatan bermain yang mengandung edukasi, daya pikir anak terangsang untuk merangsang perkembangan emosi, perkembangan sosial dan perkembangan fisik. Setiap anak memiliki kemampuan dan ketertarikan bermain yang berbeda tergantung dari perkembangan anak. Dari permainan juga biasanya akan menimbulkan fantasi-fantasi besar oleh anak, dan tentu akan semakin menambah rasa ketertarikan anak pada mainan tersebut.

Ngomongin permainan edukatif dari beberapa buku yang saya baca, sebaiknya mainan tersebut mempunyai fungsi untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, seperti motorik, bahasa, kecerdasan, dan sosialisasi.
Selain itu alat permainan edukatif harus dapat dimainkan dengan berbagai variasi, tetapi jangan terlalu sulit sehingga anak akan mudah frustasi, atau terlalu mudah sehingga anak akan cepat bosan.

Dalam memilih permainan edukatif, guru dan orang tua harus memperhatikan kelayakan dan kemanan mainan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih permainan edukatif diantaranya:

1.Mudah dan Sederhana
Sebaiknya permainan edukatif mempunyai desain yang sederhana sehingga anak tidak terbebani dengan kerumitannya.

2. Multifungsi
Permainan edukasi sesuai untuk anak lelaki atau perempuan, sehingga dapat juga dibentuk sesuai kreativitas dan keinginan anak.

3.Menarik
Permainan edukatif sebaiknya mampu memotivasi anak sehingga mereka bebas mengekspresikan kekreatifannya.

4.Berukuran besar
Permainan edukatif sebaiknya berukuran besar supaya memudahkan anak untuk memegangnya dan menghindari kemungkinan membahayakan misalnya dimasukkan ke mulut.

5.Awet dan sesuai kebutuhan
Carilah alat permainan edukasi yang tahan lama dan sesuai tujuan yang diinginkan.

6. Dapat digunakan untuk bermain bersama
Sebaiknya memilih anak yang memberi kesempatan untuk bersosialisasi dengan teman atau saudaranya.

7. Mengembangkan Daya Imajinasi
Carilah permainan edukasi yang dapat mengembangkan daya imajinasi anak.

Kalau permainan yang kita mainkan hari ini saya dapat dari beberapa situs homeschooling luar negeri kemudian saya cetak dan laminasi sendiri sehingga lebih awet dan dapat dimainkan kembali oleh adik Faris.

Meskipun kartu matching shape dan puzzle ini terlihat sederhana namun harus tetap menarik baik warna maupun bentuknya. Kalaupun membuat mainan edukatif yang bersuara, suaranya harus jelas.

Puzzle yang dipakai adalah puzzle yang sederhana, gambarnya belum terlalu rumit dan cocok untuk anak prasekolah sampai umur 8 tahun. Tema puzzle yang kita mainkan hari ini tentang hewan dan bagian dari tubuh. Puzzle ini dapat dimainkan secara bersama-sama, saya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menggabungkan atau merangkai kembali potongan-potongan kertas berbangun tak beraturan sehingga menjadi suatu bangun atau bentuk tertentu seperti bujur sangkar, empat persegi panjang, trapesium, jajaran genjang, lingkaran, dan segi tiga.

Sebelum permainan dimulai saya menjelaskan terlebih dahulu macam-macam bentuk sederhana dan bangun. Saya memimpin permainan dan menjelaskan bahwa dalam permainan ini diperlukan kerjasama dan kebersamaan. Melalui permainan ini saya dapat memberikan contoh mengenai kerjasama bahkan dapat diterapkan oleh mereka di dalam kehidupan nyata, misalnya kerja bakti membersihkan rumah, saling membantu jika ada saudara yang kesusahan dan lain sebagainya. Saya juga dapat memberi contoh macam-macam benda yang mirip dengan bentuk bangun tersebut yang bisa kita ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu saya juga dapat menjelaskan ciri-ciri dari bentuk bangun yang akan dimainkan tersebut, misalkan jumlah sisinya, bentuk sudutnya. Dalam kegiatan bermain hari ini sedapat mungkin saya melibatkan kerjasama anak-anak.

Imam Thabrani meriwayatkan bahwa Abu Ayub Al-Anshari berkata “Aku masuk menemui Rasulullah SAW pada saat Hasan dan Husain bermain di depan atau di kamar beliau. Aku bertanya. ” Wahai Rasulullah, apakah engkau mencintai mereka? Rasul SAW menjawab, “Bagaimana aku tidak mencintai mereka? Mereka adalah kesayanganku dan keharumanku di dunia yang selalu aku hirup.”

Demikianlah junjungan kita pun ikut bermain bersama anak kecil. Bagaimana beliau berpartisipasi penuh dalam permainan bersama anak-anak. Bahwa permainan haruslah memberikan konsumsi fisik dan jiwa pada anak sekaligus. Karena bermain adalah dunia mereka. 🤗

#hari8 #gamelevel4 #tantangan10hari #kelasbundasayang #mengamatigayabelajaranak #ibuprofesional #cerita2al #portofolioanak.com